UMKM Jambi Didorong Naik Kelas, Ini Strategi Pemerintah dari Permodalan hingga Tembus Ritel Modern
- account_circle say say
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI / FOTO
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah di Provinsi Jambi terus memperkuat berbagai program untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas. Strategi yang dijalankan tidak lagi sebatas memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, memperkuat legalitas usaha, meningkatkan kualitas produk, hingga memperluas pemasaran ke ritel modern.
Langkah tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi bersama pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, perbankan, Rumah BUMN, serta pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Untuk mewujudkan hal ini Rumah BUMN Jambi akan memberikan pendampingan mengenai proses menjadi UMKM binaan agar pelaku usaha memperoleh akses pelatihan, digitalisasi usaha, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Di Kota Jambi sendiri, pemerintah meluncurkan Program Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat (Banharkat) sebagai salah satu program unggulan untuk membantu UMKM memperoleh modal usaha dan peralatan produksi.
Program tersebut melibatkan kerja sama dengan Bank Jambi dan Bank BTN. Total komitmen pembiayaan mencapai lebih dari Rp111 miliar, terdiri atas plafon sekitar Rp71,4 miliar dari Bank Jambi dan Rp40 miliar dari BTN.
Melalui program ini, pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung pada pinjaman online ilegal maupun rentenir, sehingga mampu mengembangkan usahanya secara sehat dan berkelanjutan.
Hingga saat ini Pemerintah juga terus mendorong UMKM memiliki legalitas usaha agar mampu bersaing di pasar nasional.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain:
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Sertifikat halal
- PIRT atau izin edar
- Merek dagang
- Standarisasi kemasan produk
Legalitas tersebut menjadi syarat penting agar produk lokal Jambi dapat masuk ke jaringan ritel modern maupun marketplace nasional.
Selain itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi juga aktif memperkuat kapasitas UMKM melalui berbagai program pembinaan. BI menilai akses permodalan merupakan salah satu faktor penting agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan naik kelas menjadi usaha yang lebih kompetitif.
Secara umum, strategi pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas meliputi:
- memperluas akses pembiayaan;
- meningkatkan kualitas produk dan kemasan;
- memperkuat legalitas usaha;
- memperluas akses pasar melalui ritel modern;
- meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendampingan;
- mempercepat digitalisasi pemasaran.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak produk asli Jambi mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
- Penulis: say say

