Selasa, 16 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

Rupiah Terpeleset Lagi! Pagi Ini Melemah ke Rp17.349

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis (30/4/2026) pagi. Mata uang Garuda tercatat melemah 23 poin atau 0,13 persen ke level Rp17.349 per dolar AS.

Pelemahan ini terjadi dibandingkan posisi penutupan perdagangan Rabu sebelumnya yang masih berada di level Rp17.326 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah menunjukkan tren fluktuasi yang masih cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, pergerakan dolar AS justru cenderung melemah tipis. Indeks dolar tercatat turun 0,06 persen ke posisi 98.900. Meski demikian, pelemahan dolar belum mampu mengangkat posisi rupiah di pasar valuta asing.

Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor eksternal, tetapi juga dipengaruhi sentimen domestik dan dinamika pasar global.

Pelaku pasar kini menanti arah kebijakan ekonomi serta perkembangan global yang dapat memengaruhi pergerakan nilai tukar dalam jangka pendek.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai rupiah melemah terhadap mata uang global utama pada sesi perdagangan Rabu (29/4/2026) seiring investor melakukan positioning menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).

“Sentimen kehati-hatian juga tecermin dari tren kenaikan imbal hasil US Treasury dan Surat Berharga Negara (SBN),” katanya dikutip dari Antara.

Pada pertemuan FOMC April 2026, The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan pada kisaran 3,50-3,75 persen. Keputusan tersebut diwarnai oleh empat suara dissenting, ketika Stephen Miran mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis points, sementara tiga anggota lainnya menolak pencantuman sinyal pelonggaran dalam pernyataan resmi.

The Fed menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau implikasi ekonomi dari perkembangan di Timur Tengah dan siap menyesuaikan kebijakan apabila diperlukan.

“Pasar menilai pernyataan tersebut lebih hawkish, yang mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury serta penguatan US Dollar Index pada Rabu (29/4/2026),” ucap dia.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa meskipun posisi ketua dapat berubah, ia berencana tetap berada di Dewan Gubernur hingga masa jabatannya berakhir.

Dampak di Indonesia, imbal hasil SBN meningkat signifikan seiring investor mengantisipasi sikap The Fed yang lebih hawkish di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

“Kekhawatiran terhadap inflasi juga meningkat sejalan dengan tren kenaikan harga minyak,” ujar Josua.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.275-Rp17.400 per dolar AS.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emas Perhiasan Hari Ini Tak Berubah, Cek Harga Raja Emas dan Laku Emas

    Emas Perhiasan Hari Ini Tak Berubah, Cek Harga Raja Emas dan Laku Emas

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan pada Minggu (22/2/2026) terpantau relatif stabil. Sejumlah gerai emas ritel, termasuk Raja Emas dan Laku Emas, belum melakukan penyesuaian harga yang signifikan dibandingkan hari sebelumnya. Stabilnya harga emas perhiasan terjadi di tengah pergerakan harga emas batangan yang cenderung menguat. Kondisi ini membuat pelaku usaha perhiasan memilih menahan harga jual agar […]

  • Peringati Earth Hour, BRI Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi Operasional

    Peringati Earth Hour, BRI Perkuat Efisiensi Energi dan Tekan Emisi Operasional

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Momentum peringatan Earth Hour dimanfaatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank Rakyat Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan melalui efisiensi energi dan pengurangan emisi dalam operasional perusahaan. Earth Hour yang pertama kali diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada 2007 telah berkembang menjadi gerakan global yang mendorong aksi nyata […]

  • Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    Indonesia Tekor Dagang dengan China, Australia, dan Brasil pada 2025

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengalami defisit neraca perdagangan dengan tiga negara utama sepanjang 2025, yakni China, Australia, dan Brasil. Meski demikian, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS sepanjang Januari–Desember 2025. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, China menjadi negara penyumbang […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.733 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah ke Posisi Rp16.733 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah melemah 25 poin atau 0,15 persen menjadi Rp16.733 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.708 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar menguat 0,02% ke 100,24. Selain rupiah, pelemahan juga dialami oleh yen Jepang yang terkoreksi hingga 0,18%, dolar Singapura […]

  • Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    Purbaya Jelaskan Alasan Pemda dan BUMD Kini Boleh Pinjam Dana ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pemerintah pusat memberikan izin pinjaman kepada pemerintah daerah (pemda) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kebijakan ini diterapkan untuk membantu daerah yang mengalami kekurangan kas sementara, terutama pada awal atau akhir tahun anggaran. “Kadang-kadang untuk awal tahun atau akhir tahun pemda kekurangan uang, ya untuk […]

  • 5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

    5 Taipan Penguasa Industri Susu Indonesia, Kekayaannya Tembus Ratusan Triliun

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Industri susu nasional terus menunjukkan pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan nutrisi masyarakat serta perluasan pasar melalui program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Di balik berbagai merek susu yang beredar di Indonesia, terdapat sejumlah taipan yang mengendalikan industri bernilai triliunan rupiah ini. Berikut adalah lima tokoh penting yang menduduki posisi strategis di balik merek-merek […]

expand_less