Laba PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Melonjak 37,15% di Kuartal I 2026 Meski Penjualan Turun
- account_circle say say
- calendar_month 4 jam yang lalu

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa, 28 April 2026, penjualan bersih MYOR turun 4,74 persen secara tahunan menjadi Rp 9,39 triliun, dari sebelumnya Rp 9,85 triliun. Penjualan tersebut berasal dari segmen makanan olahan sebesar Rp 5,75 triliun dan minuman olahan Rp 4,39 triliun.
JAMBISNIS.COM – PT Mayora Indah Tbk mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal I 2026 di tengah penurunan penjualan. Perusahaan makanan dan minuman ini berhasil membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 945,58 miliar, naik 37,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 689,43 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa, 28 April 2026, penjualan bersih MYOR justru turun 4,74 persen secara tahunan menjadi Rp 9,39 triliun, dari sebelumnya Rp 9,85 triliun. Penjualan tersebut berasal dari segmen makanan olahan sebesar Rp 5,75 triliun dan minuman olahan Rp 4,39 triliun.
Kendati penjualan melemah, perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas melalui efisiensi biaya. Beban pokok penjualan turun signifikan menjadi Rp 6,89 triliun dari Rp 7,69 triliun. Hal ini mendorong laba kotor naik menjadi Rp 2,49 triliun, dari Rp 2,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha MYOR tercatat sebesar Rp 1,17 triliun, meningkat dari Rp 846,19 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak juga naik menjadi Rp 1,17 triliun, dibandingkan Rp 869,58 miliar pada kuartal I 2025.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat Rp 28,63 triliun hingga akhir Maret 2026, turun dari Rp 31,37 triliun pada akhir tahun lalu. Liabilitas menyusut menjadi Rp 9,45 triliun dari Rp 13,01 triliun, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp 19,18 triliun. Posisi kas dan setara kas juga mengalami kenaikan menjadi Rp 5,11 triliun, dibandingkan Rp 3,66 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- Penulis: say say


