Sentimen Global Masih Membayangi: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.229
- account_circle -
- calendar_month 2 jam yang lalu

MENGUAT: Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026) sore ke level Rp17.229 per dolar AS.
JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026) sore. Mata uang Indonesia ini tercatat naik 32 poin atau 0,19 persen ke level Rp17.229 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan ini menunjukkan adanya sentimen positif di pasar keuangan domestik, meski pergerakan rupiah sepanjang hari tetap diwarnai fluktuasi.
Namun demikian, penguatan rupiah masih dibayangi tekanan eksternal, terutama ketidakpastian global akibat kebuntuan konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi geopolitik tersebut terus memicu kekhawatiran di pasar, khususnya terkait stabilitas pasokan energi dunia dan pergerakan harga minyak.
Ketidakpastian ini juga membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati, sehingga pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menjadi lebih sensitif terhadap dinamika global. Sejumlah laporan juga menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah berdampak pada volatilitas pasar keuangan dan nilai tukar di berbagai negara berkembang.
Di sisi lain, rupiah masih mendapat penopang dari faktor domestik yang relatif stabil, sehingga mampu mencatatkan penguatan meski terbatas.
Pelaku pasar kini menanti perkembangan lanjutan terkait kondisi geopolitik global serta arah kebijakan ekonomi yang berpotensi memengaruhi pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, alotnya negosiasi pembukaan Selat Hormuz dan skeptisisme Washington terhadap proposal Teheran menjadi faktor utama yang menahan laju apresiasi rupiah lebih jauh.
“Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Iran disebut telah menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini. Namun, sebagian pihak di Washington disebut skeptis karena proposal tersebut tidak menyertakan pembahasan aktivitas nuklir Teheran.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak menyambut baik proposal tersebut. Sumber-sumber Iran menyebutkan bahwa usulan Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga konflik mereda dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.
“Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran,” kata Ibrahim.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda Federal Reserve pada pekan ini yang dinilai akan memberikan arah kebijakan moneter ke depan.
“The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu (29/4/2026),” ujar Ibrahim.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia tercatat berada di level Rp17.245 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.277 per dolar AS.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua


