Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali, serta kebijakan moneter yang konsisten menjadi faktor utama yang memperkuat fundamental tersebut.

“Nilai tukar rupiah saat ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamentalnya,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, tekanan eksternal masih membayangi pergerakan rupiah. Ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia, mendorong penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatkan imbal hasil obligasi AS. Kondisi ini memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

BI mencatat, pelemahan rupiah yang sempat menembus level Rp17.300 per dolar AS masih sejalan dengan tren mata uang regional. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut tekanan tersebut dipengaruhi faktor global yang serupa di berbagai negara.

Sebagai respons, BI mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar offshore. Selain itu, penguatan instrumen suku bunga juga dilakukan untuk menarik kembali aliran modal asing ke dalam negeri.

Di sisi kebijakan, BI juga mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada April 2026. Langkah ini dinilai sebagai strategi menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mengendalikan inflasi dalam kisaran target 2,5±1 persen.

Ke depan, BI optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran diyakini mampu meredam gejolak pasar serta menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Jamin Nelayan Dapat Kelonggaran Kredit 10-12 Tahun dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih

    Prabowo Jamin Nelayan Dapat Kelonggaran Kredit 10-12 Tahun dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menjamin nelayan akan memperoleh kelonggaran tenor kredit lebih dari 10 tahun dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026). Ia menegaskan, kebijakan itu diberikan agar beban pengembalian investasi tidak memberatkan nelayan yang tergabung dalam koperasi pengelola program. […]

  • Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    Menkeu Purbaya Temui Gubernur DKI Pramono, Bahas Rencana Pembangunan Gedung Tertinggi di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya membahas proposal Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait rencana pembangunan gedung baru tertinggi yang akan berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. “Enggak […]

  • IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    IHSG Dibuka Naik Tipis ke Level 8.325

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan hari ini setelah kemarin ditutup di zona hijau. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, Kamis (6/11/2025), IHSG menguat 0,09% atau 7,30 poin ke 8.325. Dalam pembukaan ada sebanyak 249 saham menguat, 160 dibuka melemah, dan 219 saham belum berubah. Sejumlah saham emiten […]

  • Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga 14–28 Maret Jelang Lebaran 2026

    Mendagri Tito Karnavian Instruksikan Kepala Daerah Siaga 14–28 Maret Jelang Lebaran 2026

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tetap siaga di wilayah masing-masing selama periode menjelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Instruksi tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 tentang penundaan perjalanan ke luar negeri […]

  • Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    Rupiah Menguat 7 Poin Menjadi Rp16.568 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/10/2025). Penguatan itu seiring meningkatnya sentimen positif (risk-on) di pasar keuangan regional. Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.568 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.575 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar […]

  • Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    Pertamina Drilling Temukan Sumber Migas Baru di Indramayu

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan capaian penting dalam kegiatan eksplorasi migas nasional. Rig PDSI#15.3/N110-M berhasil menemukan indikasi sumber minyak dan gas (migas) baru melalui pengeboran sumur eksplorasi SAC-001 di wilayah Pertamina EP Zona 7, Indramayu, Jawa Barat. Operasi pengeboran berlangsung sejak 16 Agustus hingga 29 Oktober 2025, dengan kedalaman […]

expand_less