Jumat, 24 Apr 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

  • account_circle say say
  • calendar_month 37 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi yang terkendali, serta kebijakan moneter yang konsisten menjadi faktor utama yang memperkuat fundamental tersebut.

“Nilai tukar rupiah saat ini telah undervalued dibandingkan dengan fundamentalnya,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI, Jumat (24/4/2026).

Meski demikian, tekanan eksternal masih membayangi pergerakan rupiah. Ketidakpastian global, termasuk konflik geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia, mendorong penguatan dolar Amerika Serikat serta meningkatkan imbal hasil obligasi AS. Kondisi ini memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

BI mencatat, pelemahan rupiah yang sempat menembus level Rp17.300 per dolar AS masih sejalan dengan tren mata uang regional. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menyebut tekanan tersebut dipengaruhi faktor global yang serupa di berbagai negara.

Sebagai respons, BI mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing, baik melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun pasar offshore. Selain itu, penguatan instrumen suku bunga juga dilakukan untuk menarik kembali aliran modal asing ke dalam negeri.

Di sisi kebijakan, BI juga mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada April 2026. Langkah ini dinilai sebagai strategi menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mengendalikan inflasi dalam kisaran target 2,5±1 persen.

Ke depan, BI optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap terjaga. Sinergi kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran diyakini mampu meredam gejolak pasar serta menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

  • Penulis: say say

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpangkas Lagi, Harga Perak Antam Jadi Rp43.550 per Gram

    Terpangkas Lagi, Harga Perak Antam Jadi Rp43.550 per Gram

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam masih belum stabil. Perdagangan hari ini harga perak Antam merosot. Koreksi harga tersebut mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia. Dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (30/3/2026) harga perak Antam turun Rp1.000. Harga perak Antam kini dibanderol Rp43.550 per gram. Sebelumnya harga perak Antam pada Sabtu (28/3/2026), sempat […]

  • Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Turun Rp40.000

    Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Turun Rp40.000

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali anjlok pada Jumat (27/3/2026). Penurunannya hari ini sebesar Rp40.000, membuat harga emas Antam menjadi Rp2.810.000 per gram. Penurunan tersebut menjadikan harga emas Antam lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp2.850.000 per gram. Dampak penurunan harga yang terjadi tersebut membuat harga buyback emas Antam mengalami […]

  • OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    OJK Dorong Penguatan Pasar Obligasi dan Keuangan Berkelanjutan di ASEAN

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) terus mendorong penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal serta pengembangan keuangan berkelanjutan di kawasan ASEAN+3. Upaya tersebut mengemuka dalam pembukaan rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting and Other Events yang digelar di Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Forum ini diselenggarakan OJK bekerja […]

  • Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    Rupiah Stagnan Pagi Ini, Potensi Menguat Terbatas

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat tidak bergerak terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (3/12/2025). Rupiah dibuka stagnan sehingga tetap di angka Rp16.625, sama persis dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya Rp16.625 per dolar AS. Berbeda dengan rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat […]

  • Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Turun, Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang akhir pekan, tren harga emas domestik terpantau kembali melandai mengikuti fluktuasi pasar global. Penurunan harga turut dialami tiga jenama emas yang diperjualbelikan di Pegadaian, yakni UBS, Antam dan Galeri24. Berdasarkan data terbaru dari laman Sahabat Pegadaian pada Jumat (17/4/2026), tiga produk logam mulia tersebut kompak turun masing-masing menjadi Rp2.918.000, Rp3.004.000, dan Rp2.886.000 […]

  • Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu, Ini Gaji, Tunjangan, dan Syaratnya

    Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu, Ini Gaji, Tunjangan, dan Syaratnya

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah kini mulai menerapkan skema baru dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN), yakni Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Model ini menjadi alternatif selain PPPK penuh waktu maupun PNS, dengan jam kerja lebih singkat dan fleksibel. Sesuai ketentuan, PPPK paruh waktu hanya bekerja di bawah 37,5 jam per minggu, tergantung kesepakatan […]

expand_less