Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional
- account_circle say say
- calendar_month 47 menit yang lalu
- comment 0 komentar

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tengah mengkaji skema baru dalam program Magang Nasional dengan melibatkan perusahaan untuk ikut memberikan uang saku kepada peserta. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.
Selama ini, uang saku peserta magang sepenuhnya bersumber dari anggaran negara. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang adanya kontribusi dari perusahaan, meski porsinya tidak dominan.
“Kita sedang mengkaji agar perusahaan lebih aktif. Ada usulan agar uang saku peserta juga mendapat kontribusi dari perusahaan,” ujar Yassierli dalam penutupan Magang Nasional Batch I, Jumat (24/4/2026).
Menurut dia, keterlibatan perusahaan tidak hanya sebatas menyediakan tempat magang, tetapi juga harus diiringi dengan komitmen nyata terhadap pengembangan kompetensi peserta. Salah satu bentuknya adalah pemberian sertifikat kompetensi setelah program selesai.
Yassierli menilai, perusahaan yang aktif melibatkan peserta magang dalam pekerjaan nyata terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan kemampuan kerja peserta secara signifikan.
“Komitmen seperti ini perlu diperkuat sejak awal, termasuk kewajiban memberikan sertifikat kompetensi di akhir program,” katanya.
Selain skema pembiayaan, pemerintah juga mengevaluasi pemerataan program Magang Nasional. Selama ini, pelaksanaan program masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga belum sepenuhnya menjangkau daerah.
Pemerintah ingin memastikan program ini menjadi peluang bagi putra daerah untuk berkembang tanpa harus selalu berpindah ke kota besar.
“Kita dorong agar program magang ini lebih merata, sehingga menjadi kesempatan bagi anak daerah untuk berkarya di wilayahnya sendiri,” ujar Yassierli.
Evaluasi lain mencakup perluasan bidang kejuruan peserta. Program magang ke depan tidak hanya berfokus pada bidang tertentu seperti digital marketing atau administrasi, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai latar belakang pendidikan.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan program Magang Nasional lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar