Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

Ekonomi Tanjab Barat Tumbuh 5,28%, Pengangguran Masih Tinggi dan Belum Terserap

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menunjukkan tren positif dalam dua tahun terakhir. Namun, peningkatan tersebut belum mampu diikuti oleh penyerapan tenaga kerja yang optimal, sehingga tingkat pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menilai persoalan ketenagakerjaan di daerah ini bersifat struktural. Ia menyoroti sejumlah faktor utama, mulai dari penurunan partisipasi angkatan kerja, migrasi tenaga kerja, hingga ketidaksesuaian keterampilan dengan kebutuhan industri.

Data terbaru menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Tanjung Jabung Barat meningkat menjadi 3,20 persen pada Agustus 2024, dari sebelumnya 2,95 persen pada Desember 2023. Di sisi lain, jumlah angkatan kerja justru mengalami penurunan menjadi sekitar 171 ribu jiwa, dengan 166 ribu di antaranya telah bekerja.

Sepanjang 2025, kondisi tersebut relatif stagnan. Jumlah pengangguran bertahan di kisaran 5 ribu orang, mencerminkan terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru di daerah tersebut.

“Pertumbuhan ekonomi 5,28 persen pada 2025 memang terlihat kuat, bahkan meningkat dibandingkan 4,43 persen pada 2024. Namun, pertumbuhan ini belum inklusif karena belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal,” ujar Noviardi, Jumat (24/4).

Ia juga menyoroti stagnasi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebagai salah satu faktor utama. Dampak lanjutan pascapandemi serta arus migrasi membuat basis tenaga kerja tidak berkembang secara signifikan.

Selain itu, struktur ekonomi daerah yang masih bergantung pada sektor primer seperti perkebunan sawit dinilai turut membatasi peluang kerja. Ketika harga komoditas berfluktuasi, termasuk penurunan harga kelapa pada akhir 2025, daya beli masyarakat ikut tertekan dan kesempatan kerja di sektor pedesaan menyusut.

“Ketergantungan pada sektor primer membuat pasar kerja rentan. Ketika harga turun, dampaknya langsung terasa pada pendapatan dan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah mismatch keterampilan tenaga kerja. Peningkatan jumlah lulusan terdidik tidak diimbangi dengan kebutuhan industri lokal, sehingga memicu meningkatnya pengangguran terdidik.

“Pasokan tenaga kerja terdidik meningkat, tetapi permintaan industri tidak sejalan. Ini menciptakan kesenjangan yang semakin lebar,” tambahnya.

Pemerintah daerah sendiri melalui rencana strategis Dinas Tenaga Kerja menargetkan penurunan TPT hingga 3,12 persen dalam beberapa tahun ke depan. Namun, upaya tersebut dinilai perlu diiringi dengan diversifikasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pantau terus berita perkembangan ekonomi, saham, harga emas, dan harga sembako terkini secara cepat dan akurat di Jambisnis.com.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

    Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali tertekan dan jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Pada Kamis (29/1/2026), satu dolar Amerika Serikat (AS) tercatat setara dengan 1,5 juta rial, menandai krisis ekonomi yang kian memburuk di negara tersebut. Berdasarkan data situs pemantau valuta asing Bonbast.com, nilai rial telah kehilangan sekitar 5 persen hanya […]

  • LPS Ingatkan Bank Nasional Turunkan Bunga Simpanan di Atas Batas Penjaminan

    LPS Ingatkan Bank Nasional Turunkan Bunga Simpanan di Atas Batas Penjaminan

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, meminta perbankan nasional untuk segera menurunkan bunga simpanan yang masih berada di atas Tingkat Bunga Penjaminan (TBP). Menurut Anggito, rata-rata bunga simpanan bank masih lebih tinggi dari batas penjaminan LPS, meskipun lembaganya telah menurunkan TBP beberapa kali dalam dua tahun terakhir. “LPS bersama lembaga […]

  • Tanjung Jabung Timur Punya Potensi Bisnis Berbeda, Ini yang Perlu Dilihat Pengusaha

    Tanjung Jabung Timur Punya Potensi Bisnis Berbeda, Ini yang Perlu Dilihat Pengusaha

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kondisi geografis dapat menentukan bagaimana sebuah bisnis berkembang. Di wilayah pesisir dan daerah dengan konektivitas yang lebih kompleks, lokasi memiliki fungsi lebih besar daripada sekadar tempat transaksi. Tanjung Jabung Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki karakter ekonomi dan geografis berbeda dibandingkan pusat perkotaan Jambi. Perbedaan tersebut membuat pembacaan potensi bisnis perlu mempertimbangkan […]

  • Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    Dibuka Pagi Ini Rupiah Menguat ke Level Rp16.737 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan perbaikan. Rupiah dibuka pada perdagangan Rabu (31/12/2025) menguat sebesar 34 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Rupiah kini diposisi Rp16.737 per dolar AS. Terhadap penguatan tersebut rupiah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia. Disusul yuan China berada satu level di […]

  • RAJA Raup Pendapatan USD 127,6 Juta di Semester I 2025 Didukung Segmen Downstream

    RAJA Raup Pendapatan USD 127,6 Juta di Semester I 2025 Didukung Segmen Downstream

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat kinerja keuangan yang terus tumbuh positif pada semester I 2025. Emiten sektor energi terintegrasi ini membukukan pendapatan sebesar USD 127,6 juta, meningkat 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja kuat di segmen downstream serta kontribusi stabil dari segmen midstream, yang selama […]

  • Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    Tekanan Belum Mereda, Rupiah Tersungkur Lagi! Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih terjadi. Pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Indonesia melemah cukup tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah mengalami penurunan 52 poin atau 0,29 persen ke level Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp18.014 per dolar AS. Kepala […]

expand_less