Dari Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, Karakter Konsumen Jambi Tidak Bisa Disamakan
- account_circle say say
- calendar_month 25 menit yang lalu
- print Cetak

Kerinci memiliki karakter ekonomi yang berkaitan erat dengan pertanian serta aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat lokal maupun pengunjung.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Satu provinsi tidak otomatis berarti satu karakter pasar. Jambi memiliki wilayah dengan struktur ekonomi, kondisi geografis dan pola konsumsi yang berbeda, sehingga pendekatan lokasi bisnis perlu mempertimbangkan karakter masing-masing daerah. Kerinci, misalnya, memiliki karakter ekonomi yang berkaitan erat dengan pertanian serta aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat lokal maupun pengunjung. Sementara wilayah pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur memiliki karakter ekonomi yang dipengaruhi aktivitas perkebunan, perikanan, perdagangan dan konektivitas wilayah.
Perbedaan tersebut tercermin dalam indikator ekonomi. BPS mencatat inflasi Desember 2025 di Kabupaten Kerinci mencapai 5,52 persen, tertinggi di antara wilayah yang menjadi cakupan pengukuran IHK Jambi pada periode tersebut. Sementara Kota Jambi tercatat 3,03 persen.
Pada triwulan II 2026, Bank Indonesia juga mencatat inflasi Kabupaten Kerinci sebesar 4,30 persen, sementara Muara Bungo mencapai 4,72 persen dan Kota Jambi 3,60 persen.
Data tersebut tidak otomatis berarti suatu daerah lebih menarik atau kurang menarik bagi bisnis. Namun, angka inflasi dapat menjadi salah satu indikator penting untuk membaca perubahan harga dan tekanan biaya yang dihadapi konsumen maupun pelaku usaha.
Bagi pengusaha, perbedaan karakter pasar berarti produk yang berhasil di satu wilayah belum tentu membutuhkan strategi yang sama di wilayah lain.
Bisnis makanan, misalnya, dapat menyesuaikan produk dengan pola wisata dan aktivitas lokal di Kerinci. Sementara bisnis berbasis distribusi dan komoditas mungkin memiliki pertimbangan berbeda di wilayah perkebunan atau pesisir.
Karena itu, ekspansi bisnis ke kabupaten di Jambi seharusnya tidak hanya menggunakan ukuran jumlah penduduk. Pelaku usaha perlu membaca daya beli, aktivitas ekonomi, mobilitas, komoditas unggulan dan kebutuhan konsumen.
Dalam ekonomi regional, lokasi yang tepat bukan selalu lokasi terbesar. Yang dicari adalah lokasi yang memiliki kecocokan paling tinggi antara bisnis dan pasar.
- Penulis: say say
