Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Beranda » Regional » Dari Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, Karakter Konsumen Jambi Tidak Bisa Disamakan

Dari Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, Karakter Konsumen Jambi Tidak Bisa Disamakan

  • account_circle say say
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Satu provinsi tidak otomatis berarti satu karakter pasar. Jambi memiliki wilayah dengan struktur ekonomi, kondisi geografis dan pola konsumsi yang berbeda, sehingga pendekatan lokasi bisnis perlu mempertimbangkan karakter masing-masing daerah. Kerinci, misalnya, memiliki karakter ekonomi yang berkaitan erat dengan pertanian serta aktivitas pariwisata dan konsumsi masyarakat lokal maupun pengunjung. Sementara wilayah pesisir seperti Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur memiliki karakter ekonomi yang dipengaruhi aktivitas perkebunan, perikanan, perdagangan dan konektivitas wilayah.

Perbedaan tersebut tercermin dalam indikator ekonomi. BPS mencatat inflasi Desember 2025 di Kabupaten Kerinci mencapai 5,52 persen, tertinggi di antara wilayah yang menjadi cakupan pengukuran IHK Jambi pada periode tersebut. Sementara Kota Jambi tercatat 3,03 persen.

Pada triwulan II 2026, Bank Indonesia juga mencatat inflasi Kabupaten Kerinci sebesar 4,30 persen, sementara Muara Bungo mencapai 4,72 persen dan Kota Jambi 3,60 persen.

Data tersebut tidak otomatis berarti suatu daerah lebih menarik atau kurang menarik bagi bisnis. Namun, angka inflasi dapat menjadi salah satu indikator penting untuk membaca perubahan harga dan tekanan biaya yang dihadapi konsumen maupun pelaku usaha.

Bagi pengusaha, perbedaan karakter pasar berarti produk yang berhasil di satu wilayah belum tentu membutuhkan strategi yang sama di wilayah lain.

Bisnis makanan, misalnya, dapat menyesuaikan produk dengan pola wisata dan aktivitas lokal di Kerinci. Sementara bisnis berbasis distribusi dan komoditas mungkin memiliki pertimbangan berbeda di wilayah perkebunan atau pesisir.

Karena itu, ekspansi bisnis ke kabupaten di Jambi seharusnya tidak hanya menggunakan ukuran jumlah penduduk. Pelaku usaha perlu membaca daya beli, aktivitas ekonomi, mobilitas, komoditas unggulan dan kebutuhan konsumen.

Dalam ekonomi regional, lokasi yang tepat bukan selalu lokasi terbesar. Yang dicari adalah lokasi yang memiliki kecocokan paling tinggi antara bisnis dan pasar.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    Danantara Gelontorkan Rp 20 Triliun untuk Pabrik Peternakan Ayam

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan membangun peternakan ayam terintegrasi. Bila ini terwujud maka, industri ayam tidak lagi “dimonopoli” oleh swasta. Selama ini, industri ayam termasuk produksi DOC (day old chick) masih sepenuhnya berada di tangan swasta. Dengan kondisi itu pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat harga bergejolak. Karena itu pembangunan pabrik peternakan ayam ini diarahkan untuk […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 19 Juni 2026: Cabai Rawit Naik, Cabai Merah Turun

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi 19 Juni 2026: Cabai Rawit Naik, Cabai Merah Turun

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Jumat (19/6/2026) terpantau relatif stabil. Namun, beberapa komoditas hortikultura mengalami fluktuasi, terutama pada kelompok cabai. Berdasarkan data SIHARKO milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga cabai rawit hijau tercatat naik 15 persen menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah […]

  • Rupiah Kembali Loyo, Dibuka Rp17.512 per Dolar AS

    Rupiah Kembali Loyo, Dibuka Rp17.512 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat, mata uang Indonesia kembali melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.512 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.511 per dolar AS. […]

  • Harga Minyak Dunia Tembus US2 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

    Harga Minyak Dunia Tembus US$112 per Barel Imbas Serangan Fasilitas Energi Iran

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis (19/3/2026) setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan terhadap fasilitas energi di Iran. Minyak mentah jenis Brent crude oil tercatat naik 4,27 persen menjadi US$112 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,73 persen ke level US$98,95 per barel. Lonjakan harga dipicu […]

  • BMKG: Mayoritas Wilayah Provinsi Jambi Diguyur Hujan Ringan

    BMKG: Mayoritas Wilayah Provinsi Jambi Diguyur Hujan Ringan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi diprakirakan mengalami hujan ringan pada Kamis, 30 Juli 2026. Meski demikian, beberapa daerah masih berpotensi mengalami udara kabur hingga cuaca cerah. Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, hujan ringan diprediksi terjadi di Merangin, Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Tebo, Kota Jambi, dan Kota Sungai […]

  • Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

    Noviardi Ferzi: Inflasi Lebih Berbahaya dari Kurs Dolar, Ancam Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi RI

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Noviardi Ferzi menilai inflasi memiliki dampak yang jauh lebih menentukan terhadap ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan fluktuasi kurs dolar Amerika Serikat. Di tengah tekanan global dan penguatan dolar, ekonomi Indonesia justru mencatat pertumbuhan 5,61 persen pada triwulan I 2026. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas domestik masih menjadi penopang utama. Namun, menurut Noviardi, fokus berlebihan […]

expand_less