Minggu, 26 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, Minta Mitigasi Diperkuat

BMKG Peringatkan Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, Minta Mitigasi Diperkuat

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi dampak kemarau yang berpotensi meluas.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Musim Kemarau 2026 di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta.

“Penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional,” ujar Faisal, Rabu (15/4/2026).

BMKG menjelaskan, kondisi iklim global saat ini berada pada fase netral dengan indeks ENSO sekitar +0,28. Namun, pada semester kedua 2026 diperkirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.

Menurut Faisal, kemarau dan El Nino merupakan dua fenomena berbeda, namun jika terjadi bersamaan, dampaknya akan memperparah kekeringan.

“Jika El Nino terjadi bersamaan dengan musim kemarau, maka kondisi akan menjadi jauh lebih kering,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Antisipasi wilayah dengan curah hujan rendah
  • Penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data
  • Operasi modifikasi cuaca
  • Kampanye efisiensi penggunaan air dan energi

BMKG juga menegaskan kesiapan mendukung berbagai sektor, mulai dari pertanian, transportasi, hingga infrastruktur melalui penyediaan data iklim yang akurat.

Sementara itu, Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menyebut kemarau panjang 2026 sebagai tantangan serius yang harus direspons secara terintegrasi.

Ia menjelaskan, dampak kemarau dapat meluas ke berbagai sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kementerian dan pemerintah daerah.

 

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BI Targetkan QRIS 150 Miliar Transaksi per Hari pada 2030

    BI Targetkan QRIS 150 Miliar Transaksi per Hari pada 2030

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) membidik lonjakan transaksi harian menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga 150 miliar transaksi per hari pada 2030. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan target tersebut tertuang dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030. Saat ini, volume transaksi digital tercatat sekitar 47 miliar per hari. “Digital transaksi akan mencapai 150 billion […]

  • Harga Perak Anjlok Parah, Kini Rp54.150 per Gram

    Harga Perak Anjlok Parah, Kini Rp54.150 per Gram

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mengikuti tren pasar komoditas global, perak Antam dan perak spot internasional menunjukkan koreksi harga hari ini. Harga perak bersertifikat Antam mengalami penurunan sebesar Rp800 dibandingkan hari sebelumnya. Dikutip dari laman Logam Mulia, Rabu (25/2/2026), harga perak produksi Antam kini di level Rp54.150 per gram akibat melemah sebesar Rp800. Sebelumnya, harga perak Antam pada […]

  • BGN Ingatkan SPPG, Tak Bersertifikat SLHS Dapur Ditutup Sementara

    BGN Ingatkan SPPG, Tak Bersertifikat SLHS Dapur Ditutup Sementara

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mewajibkan mitra atau yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Wakil Ketua BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan pihaknya memberikan waktu 1 bulan bagi mitra dan SPPG untuk segera mengurus sertifikasi dan mendaftarkan diri ke Dinas Kesehatan. “Kalau […]

  • Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    Koperasi Desa Merah Putih Akan Kelola Tambang Timah Rakyat, Solusi Pemerintah Atasi Tambang Ilegal di Babel

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah membuka peluang bagi pengelolaan tambang timah rakyat melalui Koperasi Desa (KopDes) Merah Putih, sebagai langkah strategis menata ulang dan menertibkan tambang ilegal di Bangka Belitung (Babel). Skema ini diharapkan menjadi solusi adil bagi penambang rakyat sekaligus memperkuat perekonomian desa. Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan semangat […]

  • Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    Bisnis Makanan Kukusan Makin Populer, Peluang Cuan di 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gaya hidup sehat kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia. Salah satu tren kuliner yang terus naik daun pada 2025 adalah makanan kukusan — makanan yang diolah tanpa minyak goreng, tanpa pengawet, dan tetap menggugah selera. Tren ini bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tapi juga membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan. […]

  • Usai Banjir Bandang, 24 Izin Kelola Hutan di Aceh hingga Sumbar Dievaluasi

    Usai Banjir Bandang, 24 Izin Kelola Hutan di Aceh hingga Sumbar Dievaluasi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mengaudit 24 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyusul terjadinya banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera pada akhir 2025 lalu. Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengatakan audit dilakukan untuk memastikan aktivitas pemanfaatan hutan telah berjalan sesuai ketentuan dan tidak berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan yang […]

expand_less