Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Bisnis properti ritel Jakarta masih lesu di kuartal III-2025. Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, tidak ada tambahan proyek baru yang menambah pasokan ruang ritel di ibu kota. Sementara itu, tingkat okupansi mal Jakarta tercatat turun tipis dibanding kuartal sebelumnya. Dalam laporan Jakarta All Sector MarketBeat Reports Q3 2025, total pasokan kumulatif properti ritel tetap berada di level 4.810.900 meter persegi, sama seperti kuartal II-2025. Secara tahunan, terjadi peningkatan kecil sebesar 1,2%.

“Tidak ada tambahan pasokan baru di kuartal III-2025. Namun, sejumlah pusat perbelanjaan melakukan renovasi dan penyegaran konsep,” jelas Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield, Senin (3/11).

Beberapa proyek ritel yang sedang disiapkan antara lain Lippo Mall East Side di Holland Village, K Mall (Menara Jakarta Mall), dan Travoy Hub Tahap 2, yang secara kolektif akan menambah sekitar 88.400 meter persegi ruang ritel baru mulai akhir 2025 hingga awal 2026.

Selain itu, sejumlah mal lama melakukan renovasi, seperti ITC Mangga Dua yang sudah menyelesaikan pembaruan konsepnya, serta Cibubur Junction yang tengah merombak desain untuk menghadirkan pengalaman belanja baru.

Cushman & Wakefield mencatat tingkat okupansi ritel Jakarta di kuartal III-2025 turun sebesar 0,7%, menjadi 77,3%, dengan total ruang terisi mencapai 3.720.800 meter persegi. Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh menurunnya jumlah pengunjung mal akibat aksi demonstrasi di beberapa kawasan pusat bisnis.

Meski demikian, minat terhadap properti ritel di Jakarta masih cukup tinggi. Beberapa merek lokal dan internasional membuka gerai baru seperti LEEKAJA di Pacific Place, Ami Paris di Plaza Senayan, ANTA Superstore di Puri Indah Mall 1, dan Rollti di Gandaria City.

Dari sisi harga, rata-rata sewa dasar ruang ritel di Jakarta stabil di angka Rp 834.900 per meter persegi per bulan, tidak berubah secara kuartalan. Namun, jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga sewa naik 2,4%. Untuk service charge, tarif juga relatif datar di Rp 199.700 per meter persegi per bulan, naik 1,9% secara tahunan.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Swiss-Belhotel Jambi

    Keliling Dunia di Swiss-Belhotel Saat Pergantian Tahun, Sajikan 60 Menu

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menutup tahun 2025, Swiss-Belhotel Jambi kembali akan menghadirkan perayaan malam pergantian tahun bertema “Around The World”. Acara tematik ini dirancang untuk menciptakan pengalaman penuh kehangatan bagi seluruh keluarga. Perayaan ini akan berlangsung pada 31 Desember 2025, mulai pukul 19.00 di Swiss-Ballroom lantai 3. Venue acara didekorasi dengan menampailkan nuansa negara-negara di penjuru dunia. […]

  • Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    Ruang Fiskal Prabowo Tertekan, Shortfall Pajak 2025 Berisiko Lebarkan Defisit APBN

    • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ruang gerak fiskal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian tertekan seiring dengan pelebaran shortfall penerimaan pajak 2025. Realisasi penerimaan pajak yang jauh di bawah target memunculkan risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah kebutuhan belanja negara yang tetap tinggi. Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, realisasi penerimaan pajak sepanjang 2025 diperkirakan […]

  • Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

    Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Gubernur BOJ: Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) menyatakan kesiapan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan apabila perkembangan inflasi dan kondisi ekonomi bergerak sesuai dengan proyeksi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur BOJ Kazuo Ueda di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap arah kebijakan moneter Jepang. Mengutip laporan Reuters, Senin (5/1/2026), Ueda mengatakan ekonomi […]

  • Tarif Listrik PLN Resmi Berlaku 1 Desember 2025, Pemerintah Tahan Kenaikan

    Tarif Listrik PLN Resmi Berlaku 1 Desember 2025, Pemerintah Tahan Kenaikan

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan tarif tenaga listrik untuk pelanggan PLN (Persero) pada kuartal IV atau periode Oktober–Desember 2025. Penetapan tarif mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik (Tariff Adjustment). Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif bagi […]

  • Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja Industri Padat Karya Sepanjang 2026

    Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja Industri Padat Karya Sepanjang 2026

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menanggung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja di sektor industri padat karya sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari […]

  • Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

    Investor Asing Masih Wait and See Masuk ke Pasar Keuangan Indonesia Jelang Akhir 2025

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Investor asing masih bersikap hati-hati atau wait and see untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia menjelang akhir tahun 2025. Ketidakpastian global dan sejumlah faktor domestik menjadi alasan utama investor menunda langkahnya, terutama di pasar obligasi. Chief Economist Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan bahwa sejak September 2025, tren aliran modal asing […]

expand_less