Minggu, 31 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

Pupuk Urea Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Produksi Capai 9,4 Juta Ton per Tahun

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara.

Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga 701 dolar AS per ton, meningkat tajam dibandingkan kisaran 350–380 dolar AS per ton pada awal Januari 2026.

Situasi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama yang mampu menjaga stabilitas pasokan global. Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa sejumlah negara seperti India, Australia, dan Filipina mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita merupakan salah satu produsen terbesar di dunia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan kapasitas produksi pupuk nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi urea mencapai 9,4 juta ton.

Menurut dia, kapasitas tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

“Dari total kapasitas produksi urea, Indonesia dapat mengekspor sekitar 1,5 juta hingga 2 juta ton, tergantung pada kebutuhan dalam negeri,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, kebijakan ekspor tetap mengacu pada arahan pemerintah dengan prioritas utama menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.

Kenaikan harga dan terbatasnya pasokan global membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas pangsa pasar ekspor. Selain memberikan tambahan devisa, ekspor pupuk juga memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional.

Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor.

Dengan kapasitas produksi yang besar serta dukungan efisiensi industri, Indonesia dinilai berpotensi menjadi salah satu penopang utama pasokan pupuk dunia di tengah ketidakpastian global.

Indonesia kian memainkan peran strategis di pasar pupuk global. Di tengah krisis pasokan dan lonjakan harga dunia, pupuk urea produksi dalam negeri menjadi incaran sejumlah negara.

Kondisi geopolitik global, termasuk terganggunya jalur distribusi internasional, mendorong kenaikan harga urea secara signifikan. Pada awal April 2026, harga urea tercatat mencapai sekitar 690 dolar AS hingga 701 dolar AS per ton, meningkat tajam dibandingkan kisaran 350–380 dolar AS per ton pada awal Januari 2026.

Situasi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen utama yang mampu menjaga stabilitas pasokan global.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyatakan bahwa sejumlah negara seperti India, Australia, dan Filipina mulai melirik Indonesia sebagai sumber pasokan pupuk urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita merupakan salah satu produsen terbesar di dunia,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan kapasitas produksi pupuk nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, produksi urea mencapai 9,4 juta ton.

Menurut dia, kapasitas tersebut memberikan ruang bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memanfaatkan peluang ekspor.

“Dari total kapasitas produksi urea, Indonesia dapat mengekspor sekitar 1,5 juta hingga 2 juta ton, tergantung pada kebutuhan dalam negeri,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, kebijakan ekspor tetap mengacu pada arahan pemerintah dengan prioritas utama menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jatuh Lagi! Segini Harga Emas Antam Hari Ini

    Jatuh Lagi! Segini Harga Emas Antam Hari Ini

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) jatuh lagi. Pecahan satu gram kini dipatok Rp 2.321.000, turun Rp 16.000. Asal tahu saja, kemarin terjadi dua kali perubahan harga emas Antam. Pada Rabu (22/10) pagi, harga emas Antam ambles Rp 177.000 ke Rp 2.310.000 per gram. Lalu, pada Rabu (22/10) pukul 19.15 WIB, […]

  • Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

    Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh level Rp17.600 per dolar AS, menandai posisi terlemah sepanjang sejarah. Kondisi ini memicu meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi valuta asing, khususnya dolar AS, yang dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven). Pada pembukaan perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, rupiah berada di posisi Rp17.614 per dolar […]

  • KPK Ungkap 8 Potensi Korupsi Program MBG 2026, Anggaran Naik Tajam hingga Rp171 Triliun

    KPK Ungkap 8 Potensi Korupsi Program MBG 2026, Anggaran Naik Tajam hingga Rp171 Triliun

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi delapan potensi celah korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring lonjakan anggaran yang signifikan pada 2026. Dalam laporan tahunan Direktorat Monitoring KPK 2025, anggaran program MBG tercatat meningkat dari Rp71 triliun pada 2025 menjadi Rp171 triliun pada 2026. Kenaikan ini dinilai belum diimbangi dengan sistem tata […]

  • OJK Segera Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal

    OJK Segera Bentuk Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Reformasi Integritas Pasar Modal sebagai langkah perbaikan menyeluruh pasca gejolak di bursa saham nasional. Pemerintah menegaskan tidak akan melakukan intervensi dalam pembentukan maupun pelaksanaan tugas satgas tersebut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, satgas sepenuhnya berada di bawah kepemimpinan OJK. Pemerintah hanya […]

  • Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    Terpuruk! Rupiah Bergerak di Zona Merah Akibat Konflik di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tampaknya belum membaik. Pada perdagangan pagi ini rupiah kembali tertekan dari dolar Amerika Serikat (AS) akibat sentimen konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi serta kekhawatiran penutupan Selat Hormuz membuat rupiah bergerak di zona merah. Berdasarkan data pasar, Jumat (6/3/2026), rupiah melemah 18 poin atau 0,11 persen menjadi […]

  • China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    China Dukung Restrukturisasi Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh, di tengah rencana Indonesia merestrukturisasi utang proyek tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing (23/10), menyatakan bahwa proyek kerja sama strategis kedua negara itu berjalan baik sejak diresmikan dua tahun lalu. […]

expand_less