Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Properti » Diskon PPN Properti Diperpanjang Hingga 2027, Begini Penjelasannya

Diskon PPN Properti Diperpanjang Hingga 2027, Begini Penjelasannya

  • account_circle -
  • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relaksasi fiskal untuk sektor properti akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha sektor tersebut. Relaksasi akan diberikan dalam bentuk perpanjangan penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) hingga tahun 2027.

“Jadi ini untuk pertama kalinya ada kepastian untuk sektor properti sampai dua tahun ke depan,” ucap Airlangga dikutip dari Investor, Kamis (16/10/2025).

Airlangga mengatakan perpanjangan diskon pajak ini diterapkan untuk pembelian rumah seharga Rp2 miliar mendapatkan diskon PPN hingga 100% alias bebas PPN. Insentif ini diterapkan untuk rumah dengan harga jual maksimal Rp5 miliar, namun diskon PPN 100% hanya berlaku untuk bagian harga hingga Rp2 miliar.

“Jadi untuk sektor properti pemerintah dorong agar dengan adanya fasilitas PPN ini memberikan kepastian dari supply side untuk terus membangun perumahan ,” tutur dia.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan relaksasi fiskal ini diterapkan agar pemerintah dapat menjaga laju daya beli masyarakat kelas menengah. Pada saat yang sama dengan adanya penerapan insentif ini pemerintah terus menyokong geliat sektor properti yang turut memberikan efek pengganda (multiplier effect) ke perekonomian nasional.

“Fasilitas PPN DTP 100% diperpanjang ini diberikan untuk pembelian rumah hingga harga Rp5 miliar, dengan PPN yang dibebaskan untuk Rp2 miliar pertama. Awalnya hanya sampai Desember 2026, kini diperpanjang hingga Desember 2027,” ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan insentif tersebut akan disalurkan terhadap dalam bentuk relaksasi PPN dalam pembelian 40 ribu unit rumah per tahun. Kemenkeu juga sedang menggodok Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan berisi pelaksanaan teknis dari pelaksanaan fasilitas PPN DTP ke sektor properti.

“Ini jadi semacam dorongan baru untuk sektor properti. Dengan begitu, akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” kata Purbaya.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    Jembatan Batanghari III Jadi Tantangan Terberat Pembangunan Tol Jambi–Rengat

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembangunan jalan Tol Jambi–Rengat kini memasuki fase krusial yang ditandai dengan tantangan terbesar dalam konstruksinya: pembangunan Jembatan Batanghari III. Jembatan ini rencananya akan melintasi Sungai Batanghari di Muaro Jambi dengan panjang bentang mencapai 1,2 kilometer, dan diperkirakan menelan biaya konstruksi hingga Rp2 triliun. Direktur Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian PUPR, Dedy Gunawan, menyampaikan […]

  • BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

    BGN Setop 1.256 SPPG di Indonesia Timur, Tak Punya IPAL dan Sertifikat Higiene

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Indonesia Timur mulai 1 April 2026. Langkah ini diambil karena ribuan SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan dasar, yakni tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah […]

  • Konflik di Timteng masih Pengaruhi Rupiah: Melemah!

    Konflik di Timteng masih Pengaruhi Rupiah: Melemah!

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih melemah. Pada perdagangan Senin, (16/3/2026), rupiah dibuka terkoreksi 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.970 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.958 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu kekhawatiran defisit anggaran yang berpotensi melebar serta meningkatnya risiko geopolitik global menjelang periode libur panjang Idulfitri. Sementara itu, […]

  • 70 Hektare Sawah Gagal Panen akibat Banjir di Gayo Lues Aceh

    70 Hektare Sawah Gagal Panen akibat Banjir di Gayo Lues Aceh

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir yang melanda Kabupaten Gayo Lues akibat rusaknya bendungan dan tanggul desa telah merendam sekitar 70 hektare lahan pertanian warga. “Dampak material rusaknya fasilitas bendungan Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kuta Panjang, terdampak 68 hektare lahan persawahan sehingga gagal panen,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBA Aceh Fadmi Ridwan […]

  • Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Cabai Masih Jadi Komoditas Paling Berfluktuasi

    Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Cabai Masih Jadi Komoditas Paling Berfluktuasi

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Jambi tercatat relatif stabil pada Kamis, 12 Desember 2025. Pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi di tiga pasar utama Pasar Rakyat Talang Banjar, Pasar Kasang, dan Pasar Angso Duo menunjukkan sebagian besar komoditas berada pada level harga sebelumnya. Namun, beberapa komoditas, terutama kelompok cabai, masih mengalami […]

  • Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    Harga Emas Antam Turun Rp53.000 Jadi Rp2,943 Juta per Gram pada 19 Maret 2026

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam pada Kamis (19/3/2026). Berdasarkan data dari laman Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp53.000 menjadi Rp2.943.000 per gram dari sebelumnya Rp2.996.000 per gram. Penurunan juga terjadi pada harga beli kembali (buyback) yang kini berada di level Rp2.665.000 per gram. Pergerakan […]

expand_less