Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

Pertamina EP Zona 4 Tambah Produksi Minyak hingga 432 BOPD

  • account_circle say say
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Upaya peningkatan produksi minyak terus dilakukan PT Pertamina EP melalui unit operasinya, Pertamina EP Zona 4. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah kegiatan workover pada 51 sumur eksisting sepanjang 2025.

Langkah ini dilakukan untuk menahan laju penurunan produksi alami pada sumur-sumur tua sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.

General Manager Pertamina EP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa workover menjadi pendekatan strategis dalam mengoptimalkan kinerja sumur yang sudah berproduksi.

“Melalui intervensi teknis yang terukur, kami mampu memulihkan performa sumur sehingga tetap memberikan output optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Sepanjang 2025, program workover yang dijalankan berhasil menambah produksi sebesar 432 barel minyak per hari (BOPD). Selain itu, sejumlah sumur yang sebelumnya berstatus suspend dan idle juga berhasil diaktifkan kembali.

Beberapa sumur yang kembali berproduksi antara lain BNG-056, KRG-028, GNK-60, dan KRG-23.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan penurunan alami yang umum terjadi pada lapangan migas yang telah lama beroperasi.

Sebagai bagian dari subholding upstream PT Pertamina (Persero), Pertamina EP Zona 4 beroperasi di bawah koordinasi SKK Migas wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Wilayah kerja Zona 4 mencakup sejumlah lapangan strategis di Sumatera Selatan, seperti Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, dan Ramba.

Menurut manajemen, program workover akan terus dilanjutkan guna memastikan keberlanjutan produksi dari sumur-sumur eksisting.

Di tengah tantangan industri migas, optimalisasi sumur lama menjadi salah satu solusi paling efektif dibandingkan eksplorasi baru yang membutuhkan biaya besar dan waktu panjang.

Melalui pendekatan ini, Pertamina EP tidak hanya menjaga tingkat produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat peran dalam mendukung ketahanan energi nasional.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    AS Tunda Tarif Baru Chip China Sampai Juni 2027

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) akan menunda tarif tambahan produk semikonduktor asal China hingga Juni 2027. Pengumuman tersebut disampaikan setelah berakhirnya investigasi satu tahun oleh kantor perdagangan, dilakukan di tengah meredanya ketegangan antara AS dan China. Kantor tersebut mengatakan tingkat tarif tambahan awal akan dipertahankan pada nol persen selama 18 bulan, meski […]

  • Pertalite Langka di Kota Jambi, Gangguan Distribusi atau Pengawasan Makin Ketat? Ini Fakta-faktanya

    Pertalite Langka di Kota Jambi, Gangguan Distribusi atau Pengawasan Makin Ketat? Ini Fakta-faktanya

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite mulai dirasakan masyarakat Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah SPBU di dalam kota dilaporkan kehabisan stok, sehingga pengendara terpaksa membeli Pertamax yang harganya lebih tinggi agar tetap bisa beraktivitas. Pantauan di salah satu SPBU di Jalan Pattimura pada Selasa (21/7/2026) menunjukkan dispenser Pertalite tidak […]

  • Zulhas Ungkap Penyebab Minyakita Mahal di Papua dan Maluku karena Distribusi

    Zulhas Ungkap Penyebab Minyakita Mahal di Papua dan Maluku karena Distribusi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut tingginya harga minyak goreng rakyat bermerek Minyakita di wilayah timur Indonesia disebabkan persoalan distribusi dan biaya transportasi. Pernyataan itu disampaikan Zulhas usai meninjau harga dan pasokan pangan di Pasar Palmerah, Rabu, 13 Mei 2026. Ia menilai disparitas harga masih terjadi antara wilayah barat dan timur Indonesia. […]

  • Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Lindungi Pegawai Nakal

    Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Menkeu Purbaya Tegaskan Tak Akan Lindungi Pegawai Nakal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan memberikan perlindungan bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang terlibat kasus hukum. Pernyataan ini disampaikan usai Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor Bea Cukai beberapa hari lalu. “Kejagung pernah bertanya, kalau ada yang salah di Bea Cukai dilindungi apa nggak? Saya bilang nggak! […]

  • Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    Imbas Bencana Banjir, 20 Ribu Calon Jemaah Sumatra Terancam Batal Haji

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) rapat bersama Komisi VIII DPR RI untuk membahas soal nasib calon jemaah haji yang terdampak banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dari tiga wilayah tersebut, serapan pelunasan masih belum optimal. Menurut Irfan, Jika ada calon jemaah terdampak bencana Sumatra yang belum bisa […]

  • Rupiah Anjlok Rp18.021 per Dolar AS, Cek Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Hari Ini

    Rupiah Anjlok Rp18.021 per Dolar AS, Cek Kurs Jual-Beli di BCA, Mandiri, BRI, dan BNI Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya tembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia kembali mendapat tekanan pada perdagangan Jumat (16/10/2026), seiring penguatan dolar AS di pasar global. Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah 83 poin atau 0,46 persen ke level Rp18.021 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan […]

expand_less