Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad.

Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari Amerika Serikat. Namun hingga kini, tekanan ekonomi tersebut belum sepenuhnya mampu melumpuhkan kekuatan politik dan militernya.

Embargo Dimulai Sejak Revolusi 1979

Setelah revolusi yang menggulingkan rezim Shah pada 1979, Washington mulai menjatuhkan berbagai sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset, embargo perdagangan terutama minyak, pembatasan akses sistem keuangan internasional seperti SWIFT, hingga larangan ekspor senjata.

Tujuannya adalah menekan program nuklir serta kekuatan militer Iran yang dianggap mengancam stabilitas kawasan.

Tekanan internasional semakin kuat ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2006 mulai memberlakukan sanksi tambahan terkait program nuklir Teheran. Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Dewan Keamanan PBB mengesahkan Resolusi DK PBB 1929 yang memperketat embargo terhadap Iran. Sanksi tersebut berdampak besar pada ekonomi Iran, terutama sektor energi dan sistem perbankan.

Embargo Justru Mendorong Kemandirian

Meski tekanan ekonomi berlangsung selama puluhan tahun, Iran justru mampu mengembangkan berbagai sektor strategis secara mandiri. Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Sya’roni Rofii, menilai embargo membuat Iran terpaksa mengembangkan teknologi dalam negeri, termasuk di sektor pertahanan.

Menurut dia, ilmuwan dan insinyur Iran didorong untuk berinovasi karena keterbatasan akses terhadap teknologi luar negeri. Akibatnya, Iran kini mampu memproduksi berbagai sistem persenjataan sendiri, mulai dari rudal hingga drone militer. Kemandirian tersebut bahkan membuat Iran mampu mengekspor teknologi militer ke negara lain.

Industri Pertahanan Tumbuh di Tengah Sanksi

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran diketahui menjadi salah satu pemasok drone dan rudal yang cukup diperhitungkan di dunia. Beberapa laporan menyebut teknologi drone Iran digunakan dalam konflik global, termasuk dalam perang antara Rusia dan Ukraina yang meletus sejak Invasi Rusia ke Ukraina 2022.

Selain itu, kekuatan militer Iran juga dinilai tidak bisa diremehkan. Berdasarkan data Global Firepower, Iran berada di peringkat ke-16 dari 145 negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Sementara itu Israel berada di peringkat ke-14, sedangkan Amerika Serikat masih menempati posisi pertama.

Ideologi Perlawanan Jadi Faktor Penting

Selain faktor teknologi dan industri pertahanan, ketahanan Iran juga dipengaruhi oleh ideologi politik yang menekankan perlawanan terhadap dominasi Barat. Nilai tersebut ditanamkan dalam sistem pendidikan dan kebijakan negara sehingga mendorong masyarakat untuk mengembangkan kemandirian nasional.

Kombinasi antara tekanan eksternal, inovasi teknologi domestik, dan ideologi politik itulah yang membuat Iran tetap mampu bertahan meski menghadapi embargo internasional selama puluhan tahun.

Di tengah konflik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel, faktor-faktor tersebut kembali menjadi fondasi utama ketahanan Teheran dalam menghadapi tekanan global.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Honda Prelude di Indonesia Rp974,9 Juta, Pesanan Tembus 280 Unit

    Harga Honda Prelude di Indonesia Rp974,9 Juta, Pesanan Tembus 280 Unit

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Honda Prospect Motor resmi mengumumkan harga mobil sport hybrid dua pintu Honda Prelude sebesar Rp974,9 juta pada Selasa, 28 April 2026. Angka ini masih berada di bawah Rp1 miliar, sesuai dengan pernyataan perusahaan sebelumnya. Pengumuman harga tersebut beriringan dengan tingginya minat pasar. Hingga saat ini, jumlah pemesanan telah mencapai 280 unit, melampaui kuota […]

  • Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    Loyo! Rupiah Melemah 0,26% ke Rp 16.605

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah masih melemah. Siang ini rupiah ada di level Rp 16.605 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,26% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.561 per dolar AS. Mayoritas mata uang negara Asia melemah terhadap dolar AS siang ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam 0,41%, disusul yen Jepang yang melemah 0,29%, dolar […]

  • Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    Hasil Survei OJK: Kinerja Perbankan Solid Hingga Akhir 2025

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja perbankan hingga akhir tahun ini diyakini masih tetap solid. Keyakinan itu tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025. Survei melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai sebesar 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum pada September 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan survei […]

  • Kejar 200 Pengemplang Pajak, Kemenkeu Baru Kumpulkan Rp 8 Triliun

    Kejar 200 Pengemplang Pajak, Kemenkeu Baru Kumpulkan Rp 8 Triliun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan baru berhasil mengumpulkan Rp 8 triliun dari total Rp 50–60 triliun tunggakan pajak milik 200 wajib pajak besar yang masuk kategori pengemplang. Menurut Purbaya, sebagian wajib pajak masih mencicil, sementara sisanya terus dikejar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). “Yang Rp 50 triliun itu akan […]

  • Yusril Tegaskan Indonesia Perkuat Kerja Sama Lintas Negara Berantas Judi Online

    Yusril Tegaskan Indonesia Perkuat Kerja Sama Lintas Negara Berantas Judi Online

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan memperkuat kerja sama lintas negara untuk memberantas praktik judi online (judol) yang dikategorikan sebagai kejahatan lintas negara atau transnational organized crime. “Kami akan mempertegas dan memperkuat kerja sama ini. Kalau perlu, diadakan dialog dan kesepakatan […]

  • Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    Bank Sentral Australia Naikkan Suku Bunga ke 4,35 Persen, Inflasi Masih Tinggi akibat Konflik Global

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Reserve Bank of Australia (RBA) kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 4,35 persen. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap tekanan inflasi yang masih tinggi, dipicu kenaikan harga energi dan dampak konflik global. Langkah tersebut menandai kenaikan suku bunga ketiga secara berturut-turut, sekaligus mengembalikan level suku bunga seperti pada Desember 2024. Mengutip laporan CNBC, […]

expand_less