Selasa, 4 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serang Iran

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris untuk melancarkan serangan defensif terhadap Iran.

Keputusan ini diambil di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin intens dalam beberapa hari terakhir. Meski London menegaskan tidak terlibat dalam serangan ofensif awal, dukungan terhadap operasi pertahanan sekutu dinilai dapat memperluas dampak konflik secara global.

Dalam pernyataan resminya, Starmer menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “pertahanan diri kolektif” untuk melindungi kepentingan Inggris dan sekutunya di kawasan Teluk. Namun ia juga menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap menjadi opsi utama untuk meredakan ketegangan.

Langkah Inggris ini muncul setelah Iran meningkatkan respons militernya terhadap target-target yang dianggap berafiliasi dengan Barat. Ketegangan tidak hanya terjadi di wilayah daratan, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi strategis dunia.

Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20–30 persen perdagangan minyak global setiap hari. Jika situasi memburuk dan distribusi energi terganggu, pasar global berpotensi mengalami guncangan besar.

Konflik antara Iran dan AS yang kini turut melibatkan Inggris berisiko mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia. Investor global mencermati potensi gangguan suplai dari kawasan Teluk Persia, yang selama ini menjadi pusat produksi energi utama.

Kenaikan harga minyak mentah dapat berdampak luas, mulai dari inflasi global, tekanan terhadap nilai tukar mata uang negara berkembang, hingga kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Analis energi memperingatkan bahwa jika eskalasi konflik terus berlanjut, pasar bisa mengalami lonjakan harga signifikan dalam waktu singkat. Situasi ini mengingatkan dunia pada krisis energi sebelumnya yang sempat mengguncang ekonomi global.

Eskalasi konflik Timur Tengah tidak hanya berdampak pada aspek militer, tetapi juga pada stabilitas ekonomi dunia. Negara-negara importir minyak berpotensi menghadapi tekanan fiskal akibat kenaikan biaya energi.

Pasar saham global pun berisiko mengalami volatilitas tinggi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS.

Dengan Inggris kini memberi akses pangkalan militer bagi AS, dinamika konflik Iran vs Barat memasuki babak baru yang berpotensi memperluas dampaknya, tidak hanya di Timur Tengah, tetapi juga terhadap harga minyak dunia dan perekonomian global.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    Rupiah Menguat Tipis di Akhir Perdagangan, Rp 16.648 Per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah berhasil menguat di akhir perdagangan hari ini, Jumat (5/12/2025). Rupiah menguat tipis 0,03 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp16.653 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah ditutup di Rp16.648 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Seperti bahdt Thailand menjadi mata uang […]

  • Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    Penghujung Tahun 2025, Harga Emas UBS-Galeri24 Kompak Stabil

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang diproduksi oleh UBS dan Galeri24 di Pegadaian pada Senin (29/12/2025) ini terpantau stabil. Logam mulia emas dari kedua produsen ini sama-sama menahan harga di tengah minat pasar. Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga emas Galeri24 tetap Rp2.627.000 per gram. Sementara UBS bertahan di Rp2.684.000. Menunjukkan dua produk buatan UBS dan Galeri24 […]

  • Harga Perak Antam Merosot Signifikan

    Harga Perak Antam Merosot Signifikan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam merosot pada perdagangan Rabu (22/4/2026). Koreksi harga perak Antam hari ini mengikuti harga emas Antam dan di tengah lonjakan harga perak dunia. Berdasarkan data dari laman logam mulia, harga perak Antam turun Rp1.500 menjadi Rp49.550. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp 51.050. Antam menawarkan perak batangan 250 […]

  • Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras mulai stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Stabilitas harga ini didukung oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian yang terus dilakukan pemerintah. “Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras. Sampai awal November, sudah ada 214 kabupaten/kota […]

  • Harga Cabai Rawit Merah Naik 31 Persen di Pasar Talang Banjar Jambi

    Harga Cabai Rawit Merah Naik 31 Persen di Pasar Talang Banjar Jambi

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga cabai rawit merah di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mengalami kenaikan signifikan. Berdasarkan data Sistem Informasi Harga Komoditas (SIHARKO) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Senin (19/1/2026), harga cabai rawit merah naik sebesar 31,03 persen menjadi Rp 58.000 per kilogram. Kenaikan tersebut terjadi di tengah kondisi sebagian besar harga kebutuhan pokok […]

  • Kuota Impor Baja Dipangkas, ACEA Sebut Bebani Produsen Mobil

    Kuota Impor Baja Dipangkas, ACEA Sebut Bebani Produsen Mobil

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) menilai rencana Uni Eropa (UE) untuk memangkas kuota impor baja secara drastis terlalu berlebihan dan dapat membebani produsen mobil dengan biaya input dan administrasi yang lebih tinggi. Pernyataan ini disampaikan ACEA pada Rabu (8/10/2025). Rencana tersebut diajukan oleh Komisi Eropa pada Selasa, yang mengusulkan pemangkasan kuota impor baja […]

expand_less