Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

Iran Serang Kapal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meledak dan Ekonomi Global Bergejolak

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Situasi Timur Tengah kian memanas setelah Iran mulai menyerang kapal-kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz. Serangan ini memicu kekhawatiran serius terhadap lonjakan harga minyak dunia dan potensi guncangan ekonomi global.

Militer Iran pada Minggu (1/3/2026) mengonfirmasi telah menyerang kapal tanker yang disebut melanggar larangan melintas di Selat Hormuz. Kapal tanker berbendera Palau, SKYLIGHT, dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Empat awak luka-luka dan seluruh 20 kru telah dievakuasi oleh otoritas Oman.

Langkah agresif ini terjadi setelah serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026), yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Selat Hormuz bukan jalur biasa. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati perairan sempit ini setiap hari. Ketika Iran menutup atau mengganggu jalur tersebut, pasar energi global langsung bereaksi keras.

Analis energi memperingatkan bahwa jika eskalasi terus berlanjut, harga minyak mentah berpotensi melonjak tajam dalam hitungan hari. Lonjakan ini bisa mendorong harga BBM global naik, memicu inflasi baru di berbagai negara, dan memperlambat pemulihan ekonomi dunia.

“Setiap gangguan di Selat Hormuz selalu berdampak sistemik. Ini bukan sekadar konflik regional, tapi ancaman langsung bagi stabilitas energi global,” ujar seorang analis pasar komoditas.

Kenaikan harga minyak biasanya berdampak berantai:

  • Biaya produksi industri meningkat
  • Tarif transportasi dan logistik melonjak
  • Harga pangan ikut terdorong naik
  • Inflasi kembali menekan daya beli masyarakat

Negara-negara importir minyak terbesar di Asia dan Eropa diperkirakan akan merasakan dampak paling cepat. Pasar saham di kawasan Asia dilaporkan mulai bergerak volatil sejak kabar serangan mencuat.

Jika konflik antara Iran, AS, dan Israel meluas, investor global berpotensi beralih ke aset aman seperti emas dan dolar AS, yang bisa memperlemah mata uang negara berkembang.

Sejumlah ekonom memperingatkan bahwa eskalasi berkepanjangan bisa menjadi “shock” baru bagi ekonomi dunia yang masih rapuh. Dunia sebelumnya sudah dihantam krisis rantai pasok, inflasi tinggi, dan perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara besar. Apabila harga minyak melonjak ekstrem dan distribusi energi terganggu dalam waktu lama, risiko resesi global kembali terbuka.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

    Anggota DPR Sebut Impor 105.000 Pikap India oleh Agrinas Tak Pernah Dibahas di DPR

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyatakan, rencana impor 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) tidak pernah dibahas dalam rapat bersama DPR. Menurut Herman, dalam beberapa kali pertemuan antara Komisi VI dan pihak Agrinas, pembahasan hanya berfokus pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk alokasi anggaran […]

  • Erick Thohir Minta Ketum Percasi Harus Cinta Catur, Dorong Digitalisasi dan Lahirkan Grand Master Baru

    Erick Thohir Minta Ketum Percasi Harus Cinta Catur, Dorong Digitalisasi dan Lahirkan Grand Master Baru

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya sosok ketua umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) yang memiliki kecintaan dan pemahaman mendalam terhadap olahraga catur. Hal tersebut disampaikan Erick saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XXX PB Percasi di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). “Saya berharap ketua umum itu harus figur yang senang olahraga. Bukan […]

  • Arab Saudi Bangun Kereta Cepat 1.500 Km, Hubungkan Jeddah–Dammam Lewat Riyadh

    Arab Saudi Bangun Kereta Cepat 1.500 Km, Hubungkan Jeddah–Dammam Lewat Riyadh

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arab Saudi tengah menggarap proyek kereta cepat lintas darat sepanjang hampir 1.500 kilometer yang akan menghubungkan Laut Merah di Jeddah dengan Teluk Arab di Dammam melalui ibu kota Riyadh. Proyek yang dikenal sebagai Saudi Land Bridge ini disebut sebagai salah satu proyek infrastruktur terbesar di Timur Tengah, dengan total nilai investasi mencapai USD […]

  • Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja Industri Padat Karya Sepanjang 2026

    Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja Industri Padat Karya Sepanjang 2026

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi menanggung Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi pekerja di sektor industri padat karya sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang stabilitas ekonomi nasional. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105 Tahun 2025 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai bagian dari […]

  • QR Code Ganda BBM Subsidi Jadi Sorotan, FKDM Jambi Sebut Modus Lama yang Terus Berulang

    QR Code Ganda BBM Subsidi Jadi Sorotan, FKDM Jambi Sebut Modus Lama yang Terus Berulang

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Temuan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terkait indikasi penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Provinsi Jambi menuai perhatian dari berbagai pihak. Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jambi, Sigit Eko Yuwono, menilai dugaan penggunaan QR Code ganda, pemalsuan […]

  • Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

    Produksi Batu Bara RI Diprediksi Turun 100 Juta Ton, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batu bara nasional pada 2025 bakal turun signifikan hingga mendekati 100 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipicu melemahnya permintaan dari negara tujuan ekspor utama seperti China dan India. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa produksi batu […]

expand_less