Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional mempertegas komitmen mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan memperkuat manajemen risiko iklim dan ketahanan sektor keuangan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis.

Forum ini merupakan kelanjutan dari ICBF pertama pada 2024 yang ditandai peluncuran Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sebagai fondasi awal pengelolaan risiko perubahan iklim secara terstruktur di sektor perbankan.

Dalam forum tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing. Kelompok kerja ini menjadi wujud penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Inggris dalam memobilisasi pendanaan guna mendukung agenda keuangan berkelanjutan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan transformasi sistem keuangan Indonesia agar selaras dengan agenda iklim merupakan bagian integral dari arah pembangunan nasional.

“Kami menyambut baik dukungan kuat Pemerintah Britania Raya dan Kedutaan Besar Britania Raya dalam mendorong pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim bersama OJK. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya, sebagaimana telah ditegaskan kembali oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Friderica.

Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kemitraan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.

Peresmian Working Group dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan nasional memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan risiko iklim dalam skenario transisi yang dikelola dengan baik. Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan regulasi.

“Hasil tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia tidak hanya tangguh terhadap risiko terkait iklim, tetapi juga berada pada posisi yang baik untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Dian.

Ia menambahkan, sistem keuangan yang tangguh menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan.

Sementara itu, Seema Malhotra menegaskan bahwa risiko iklim membutuhkan respons kolektif lintas otoritas dan pelaku industri.

“Bank, regulator, dan investor sama-sama terpapar terhadap guncangan terkait iklim. Karena itu, regulator keuangan dan sektor perbankan perlu bergerak searah, dengan kecepatan yang sama, serta pemahaman yang sama mengenai risiko ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, ketahanan sistem keuangan tidak hanya soal mitigasi risiko, tetapi juga kemampuan menangkap peluang ekonomi hijau.

Selain peluncuran Working Group, OJK juga merilis dua publikasi strategis, yaitu:

  • Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA)
  • Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART)

CBRA dikembangkan OJK bersama Pemerintah Australia dan Prospera sebagai kerangka asesmen forward-looking untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan sektor perbankan. Kerangka ini diharapkan menjadi referensi berbasis sains bagi industri dalam menyusun strategi transisi jangka menengah dan panjang.

Adapun SMART 2025 merupakan laporan penilaian tingkat kematangan penerapan keuangan berkelanjutan pada sektor perbankan nasional. Laporan ini akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pengawasan agar implementasi keuangan berkelanjutan berjalan lebih terstruktur dan selaras dengan agenda transisi nasional.

Ke depan, Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) direncanakan menjadi forum berkala untuk memperkuat koordinasi antara otoritas, kementerian, lembaga, dan industri jasa keuangan dalam mendorong pembiayaan iklim dan keberlanjutan secara konsisten.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Segini Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    Segini Kurs Dolar AS di BCA, Mandiri, BRI dan BNI Hari Ini

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026). Mata uang Indonesia dibuka di zona merah saat dolar AS masih berada di level indeks 101. Mengutip Antara, rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS. Menariknya, tekanan terhadap rupiah terjadi ketika indeks dolar […]

  • SPBU Parungpanjang Bogor Kembali Beroperasi Usai Temuan BBM Pertalite Bercampur Air

    SPBU Parungpanjang Bogor Kembali Beroperasi Usai Temuan BBM Pertalite Bercampur Air

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.16316 di Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali beroperasi setelah sempat menghentikan sementara penyaluran BBM jenis Pertalite akibat temuan bahan bakar yang diduga bercampur air. Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Barat (JBB) Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, mengatakan pembukaan kembali layanan […]

  • Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    Pembelian BBM Dibatasi 50 Liter per Hari, Berlaku Mulai 1 April 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah resmi membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar maksimal 50 liter per hari untuk setiap kendaraan pribadi. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 melalui sistem digital berbasis aplikasi MyPertamina. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan pembatasan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih tepat sasaran […]

  • Kepgub Baru Permudah Warga DKI Miliki Rumah, BPHTB Bisa Dipangkas hingga 75 Persen

    Kepgub Baru Permudah Warga DKI Miliki Rumah, BPHTB Bisa Dipangkas hingga 75 Persen

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam upaya membantu masyarakat memiliki rumah pertama dan meringankan beban pajak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 840 Tahun 2025. Aturan ini memberikan pengurangan dan pembebasan pokok Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi warga yang memenuhi syarat tertentu. Kebijakan ini menjadi langkah lanjutan Pemprov DKI Jakarta […]

  • 10 Obat Sakit Lambung Paling Ampuh di Apotek, Ini Jenis dan Cara Kerjanya

    10 Obat Sakit Lambung Paling Ampuh di Apotek, Ini Jenis dan Cara Kerjanya

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sakit lambung atau maag merupakan keluhan kesehatan yang umum dialami masyarakat. Gejalanya bisa berupa nyeri ulu hati, perut terasa panas, mual, kembung, hingga sering sendawa. Untuk mengatasinya, tersedia berbagai obat sakit lambung di apotek, baik yang dijual bebas maupun yang harus digunakan dengan resep dokter. Pemilihan obat sakit lambung tidak boleh sembarangan karena […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah ke Level Rp16.996 per dolar AS

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp16.996 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (6/4/2026). Pelemahan ini dipicu tekanan global seiring meningkatnya tensi geopolitik AS-Iran dan penguatan dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS. Adapun […]

expand_less