Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

OJK dan Perbankan Luncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan nasional mempertegas komitmen mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon dengan memperkuat manajemen risiko iklim dan ketahanan sektor keuangan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam ajang The 2nd Indonesia Climate Banking Forum (ICBF): Climate Risk Management and Banking Resilience to Support Climate Finance Investment yang digelar di Jakarta, Kamis.

Forum ini merupakan kelanjutan dari ICBF pertama pada 2024 yang ditandai peluncuran Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) sebagai fondasi awal pengelolaan risiko perubahan iklim secara terstruktur di sektor perbankan.

Dalam forum tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris resmi meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing. Kelompok kerja ini menjadi wujud penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Inggris dalam memobilisasi pendanaan guna mendukung agenda keuangan berkelanjutan.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan transformasi sistem keuangan Indonesia agar selaras dengan agenda iklim merupakan bagian integral dari arah pembangunan nasional.

“Kami menyambut baik dukungan kuat Pemerintah Britania Raya dan Kedutaan Besar Britania Raya dalam mendorong pembentukan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim bersama OJK. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat inovasi pembiayaan transisi sekaligus memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Britania Raya, sebagaimana telah ditegaskan kembali oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” kata Friderica.

Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kemitraan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari lalu.

Peresmian Working Group dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan nasional memiliki ketahanan permodalan yang memadai untuk menyerap tekanan risiko iklim dalam skenario transisi yang dikelola dengan baik. Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan regulasi.

“Hasil tersebut menunjukkan bahwa sektor perbankan Indonesia tidak hanya tangguh terhadap risiko terkait iklim, tetapi juga berada pada posisi yang baik untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” ujar Dian.

Ia menambahkan, sistem keuangan yang tangguh menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan.

Sementara itu, Seema Malhotra menegaskan bahwa risiko iklim membutuhkan respons kolektif lintas otoritas dan pelaku industri.

“Bank, regulator, dan investor sama-sama terpapar terhadap guncangan terkait iklim. Karena itu, regulator keuangan dan sektor perbankan perlu bergerak searah, dengan kecepatan yang sama, serta pemahaman yang sama mengenai risiko ke depan,” ujarnya.

Menurutnya, ketahanan sistem keuangan tidak hanya soal mitigasi risiko, tetapi juga kemampuan menangkap peluang ekonomi hijau.

Selain peluncuran Working Group, OJK juga merilis dua publikasi strategis, yaitu:

  • Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA)
  • Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART)

CBRA dikembangkan OJK bersama Pemerintah Australia dan Prospera sebagai kerangka asesmen forward-looking untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan sektor perbankan. Kerangka ini diharapkan menjadi referensi berbasis sains bagi industri dalam menyusun strategi transisi jangka menengah dan panjang.

Adapun SMART 2025 merupakan laporan penilaian tingkat kematangan penerapan keuangan berkelanjutan pada sektor perbankan nasional. Laporan ini akan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pengawasan agar implementasi keuangan berkelanjutan berjalan lebih terstruktur dan selaras dengan agenda transisi nasional.

Ke depan, Indonesia Climate Banking Forum (ICBF) direncanakan menjadi forum berkala untuk memperkuat koordinasi antara otoritas, kementerian, lembaga, dan industri jasa keuangan dalam mendorong pembiayaan iklim dan keberlanjutan secara konsisten.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS: Tingkat Penghunian Hotel Bintang di Jambi Naik Jadi 52,66 Persen pada April 2026

    BPS: Tingkat Penghunian Hotel Bintang di Jambi Naik Jadi 52,66 Persen pada April 2026

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Jambi mengalami peningkatan pada April 2026. TPK tercatat mencapai 52,66 persen, naik dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 46,23 persen. Kenaikan tingkat hunian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemanfaatan kamar hotel berbintang di Jambi setelah sempat mengalami penurunan pada bulan […]

  • Prabowo Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Pusat dan Daerah Jelang Akhir Tahun

    Prabowo Soroti Lambatnya Serapan Anggaran Pusat dan Daerah Jelang Akhir Tahun

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti lambatnya penyerapan anggaran pemerintah pusat maupun daerah menjelang akhir tahun. Sorotan itu disampaikan dalam rapat khusus yang digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum keberangkatannya menuju Australia. Bahkan, Prabowo rela menunda penerbangan selama dua jam demi membahas persoalan tersebut. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa salah […]

  • Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Jambi, Hendra Play Button

    Investasi di Kota Jambi Tumbuh Positif Semester I 2025 Tembus Rp 1,6 Triliun, Ada Investor Asing

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Investasi yang tertanam di Kota Jambi terus menunjukkan tren positif. Sebagai kota yang bertumpu pada perdagangan dan jasa, investasi menjadi penggerak perekonomian yang penting. Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Jambi, Hendra, mengatakan bahwa nilai realisasi investasi Kota Jambi pada semester I tahun 2025 mencapai Rp 1,6 triliun. Angka tersebut hampir menyamai capaian investasi […]

  • Makin Berkilau, Perak Antam Kini Tembus Rp38.300 per Gram

    Makin Berkilau, Perak Antam Kini Tembus Rp38.300 per Gram

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tak hanya emas, harga perak murni produksi Antam juga kembali menunjukkan tren positif. Pada perdagangan Senin (20/7/2026), logam mulia berwarna putih tersebut mengalami kenaikan harga sehingga membuat lebih mahal. Mengutip laman logam mulia, harga perak Antam naik Rp400 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut harga perak kini berada di level Rp38.300 […]

  • Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam. Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya agresif berekspansi, kini beralih pada konsolidasi bisnis. Manajemen menyatakan fokus utama diarahkan pada optimalisasi […]

  • Anjlok! Harga Emas Antam Jadi Rp2.501.000 per Gram

    Anjlok! Harga Emas Antam Jadi Rp2.501.000 per Gram

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok pada perdagangan Selasa (30/12/2025). Kini harga emas Antam dibanderol Rp2.501.000 per gram. Mengutip situs Logam Mulia, harga emas Antam itu anjlok Rp 95.000 jika dibandingkan dengan harga kemarin, Senin (29/12/2025) yang berada diposisi Rp2.596.000 per gram. Saat ini yang paling murah dibanderol Rp1,3 juta. Sedangkan emas Antam yang paling […]

expand_less