BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek
- account_circle Fitri Amalia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Meski memiliki basis investor yang sangat aktif, hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Provinsi Jambi yang secara resmi mencatatkan sahamnya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melihat potensi besar sektor dunia usaha daerah yang belum tergarap maksimal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemprov Jambi menggelar Go Public Seminar bertajuk “Turning Growth Into Opportunity” di Swiss-Belhotel Jambi, Rabu (5/8/2026).
Kepala Unit Pengembangan Calon Perusahaan Tercatat 1 BEI, Yan Hendrick Simorangkir, mengungkapkan bahwa Jambi sebenarnya bukanlah wilayah yang asing bagi pasar modal. Namun, keaktifannya selama ini masih didominasi dari sisi investor (pemodal).
“Jambi ini cukup dikenal karena banyak pemodal atau investor aktif di pasar modal yang berasal dari Jambi. Acara ini digagas agar Jambi kelak tidak hanya dikenal sebagai pencetak investor, tetapi juga dikenal sebagai penghasil perusahaan-perusahaan tercatat (emiten),” tegas Yan Hendrick usai acara.
Ia menambahkan, modal utama bagi pelaku usaha lokal di Jambi untuk menembus papan bursa sebenarnya bukanlah kerumitan administrasi, melainkan niat dan komitmen (mindset).
“Semua perusahaan bisa menjadi perusahaan tercatat. Ketika perusahaan sudah memiliki minat dan niat yang tinggi, tantangan persiapannya baik dari aspek hukum maupun keuangan pasti bisa diselesaikan karena nantinya akan didampingi oleh profesi penunjang bersertifikasi,” jelasnya.
Pasar modal kini tidak lagi dipandang sekadar tempat investasi saham, tetapi mulai diminati sebagai opsi strategis ekspansi usaha bagi para pebisnis lokal. Antusiasme ini salah satunya dirasakan oleh Ertika Daksabrata, CEO Bursa Cahaya Minang Nusantara unit usaha yang menaungi beberapa gerai Rumah Makan Cahaya Minang di Jambi.
Usai menghadiri Go Public Seminar yang diselenggarakan BEI bersama OJK di Swiss-Belhotel Jambi pada Rabu (5/8/2026), Ertika mengaku mendapatkan wawasan baru yang mencerahkan bagi arah pengembangan usahanya.
“Jujur ini mencerahkan banget. Kalau kita mulai dari cara-cara konvensional, kayaknya belum pernah dapat ilmu seperti ini. Ini memberikan khasanah baru bahwa bisnis yang kita rintis ternyata bisa dibawa tumbuh jauh lebih besar dari yang dibayangkan,” ungkap Ertika.
Sebagai pemilik usaha skala berkembang, melantai di Bursa Efek Indonesia kini menjadi mimpi sekaligus target jangka panjangnya agar bisnis kuliner lokal Jambi dapat scale up ke tingkat nasional.
“Awalnya pasti bermimpi dulu ya, kita pengen sekali perusahaan kita berhasil IPO. Makanya saya hadir untuk belajar langkah-langkahnya. Apalagi tadi dijelaskan ada pendampingan dan fasilitas dari BEI Jambi, tentu sebagai pengusaha kita ingin terus berkembang,” tambahnya.
Dari data BEI per 31 Juli 2026, tercatat sebanyak 962 perusahaan telah melantai di bursa, serta terdapat 28,9 juta investor pasar modal di seluruh Indonesia per Juni 2026. Di sepanjang tahun 2026 saja, 7 emiten baru telah meraup dana IPO hingga Rp2,16 triliun.
Sementara itu, Kepala KP BEI Jambi, Rena Novita, menegaskan pihak BEI Kantor Perwakilan Jambi sangat terbuka untuk memberikan edukasi serta konsultasi gratis tanpa biaya bagi para pengusaha Jambi yang berminat go public.
“Melalui program #GoPublicLebihBetter, kami berharap kegiatan hari ini menjadi pemantik lahirnya perusahaan terbuka (Tbk) pertama yang murni berasal dari bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan,” pungkas Rena.
- Penulis: Fitri Amalia
