Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

Menkes Budi Gunadi: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Berdampak pada Warga Miskin

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan berdampak pada masyarakat miskin. Budi menjelaskan, kelompok masyarakat miskin yang masuk dalam Desil 1-5 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tetap terlindungi karena iuran mereka ditanggung pemerintah melalui skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN).

“Kenaikan premi BPJS tidak ada pengaruhnya sama sekali kepada masyarakat miskin karena masyarakat miskin dibayari oleh pemerintah,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (25/2).

Menurut dia, konsep jaminan kesehatan nasional mengedepankan prinsip gotong royong, di mana masyarakat mampu membantu pembiayaan layanan kesehatan bagi kelompok kurang mampu.

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan kelas III tercatat sebesar Rp 42.000 per bulan. Dari jumlah tersebut, peserta membayar Rp 35.000, sementara sisanya disubsidi pemerintah.

Budi menilai, penyesuaian iuran lebih berdampak pada kelompok masyarakat menengah ke atas. Ia menekankan perlunya reformasi struktural agar keberlanjutan pembiayaan jaminan kesehatan tetap terjaga.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan disebut masih menghadapi potensi defisit antara Rp 20 triliun hingga Rp 30 triliun. Pemerintah berencana menambal sebagian kekurangan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 20 triliun.

Budi mengingatkan, jika persoalan defisit tidak diatasi secara menyeluruh, dampaknya bisa dirasakan rumah sakit melalui keterlambatan pembayaran klaim yang berpotensi mengganggu operasional layanan kesehatan.

Sementara itu, sejumlah pihak mengingatkan agar wacana kenaikan iuran dikaji secara komprehensif. Pasalnya, kelompok kelas menengah, khususnya pekerja sektor informal, dinilai berada pada posisi rentan terhadap penyesuaian beban iuran.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek

    BEI dan OJK Pacu Pengusaha Daerah Melantai di Bursa Efek

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Meski memiliki basis investor yang sangat aktif, hingga kini belum ada satu pun perusahaan asal Provinsi Jambi yang secara resmi mencatatkan sahamnya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Melihat potensi besar sektor dunia usaha daerah yang belum tergarap maksimal tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan […]

  • 187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    187 Pendaki Termasuk Tim Kemenpar Berhasil Dievakuasi

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Rabu, 19 November 2025, membuat 187 pendaki, termasuk rombongan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sempat terjebak di Ranu Kumbolo. Keberadaan Tim tersebut saat itu sedang bertugas membuat materi promosi wisata namun terjadi erupsi saat itu. Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar, Fadjar Hutomo, memastikan seluruh anggota […]

  • Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp200 Jadi Rp 27.664 per Gram

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Rabu (12/11/2025) ini. Harganya naik sebesar Rp 200 menjadi Rp 27.664 per gram. Adanya kenaikan tersebut membuat harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.200.000, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 9.102.000. […]

  • Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    Pagi Ini Rupiah Melemah Jadi Rp16.726 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka melemah di awal perdagangan hari ini, Senin (17/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.726 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.707 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,08% ke level 99,38. Penurunan terhadap rupiah juga dialami mata uang di kawasan […]

  • Prabowo Klaim Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun ke Level Terendah

    Prabowo Klaim Angka Kemiskinan dan Pengangguran Turun ke Level Terendah

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mencapai level terendah dalam sejarah Republik Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam pidatonya, Presiden ke-8 RI itu menyebut bahwa angka kemiskinan nasional kini berada di […]

  • Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    Mata Uang Iran Rial Anjlok ke Titik Terendah, Krisis Ekonomi dan Protes Nasional Makin Membesar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali terpuruk ke titik terendah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah tekanan krisis ekonomi berkepanjangan dan gelombang protes nasional. Pelemahan mata uang ini semakin memperberat kondisi ekonomi masyarakat Iran yang telah lama dibayangi inflasi tinggi, sanksi internasional, serta instabilitas politik. Mengutip laporan Yahoo Finance, Selasa (13/1/2026), […]

expand_less