Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

RI Pantau Tarif Dagang Global 10 Persen Trump, Kelanjutan Perjanjian Dagang RI-AS Dikaji

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menetapkan tarif dagang global sebesar 10 persen untuk seluruh negara. Pemerintah menegaskan akan terus mencermati dampak kebijakan tersebut, khususnya terhadap kelanjutan agreement on reciprocal trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa Indonesia memilih bersikap hati-hati dan memantau perkembangan terbaru kebijakan perdagangan AS.

“Pada prinsipnya, Indonesia akan terus mengamati dinamika yang berkembang di Amerika Serikat, terutama terkait kelanjutan perjanjian dagang timbal balik RI-AS,” ujar Haryo dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, keberlanjutan ART masih sangat bergantung pada keputusan kedua negara. Di sisi Indonesia, perjanjian tersebut masih memerlukan proses ratifikasi sehingga belum dapat langsung diberlakukan.

Sementara itu, dari pihak AS, proses internal juga masih berlangsung menyusul adanya perubahan kebijakan perdagangan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat sebelumnya.

Haryo menambahkan, komunikasi dan pembahasan lanjutan antara kedua negara akan tetap dilakukan guna menyesuaikan langkah strategis ke depan. Pemerintah Indonesia, kata dia, akan mengutamakan kepentingan nasional dalam menyikapi setiap keputusan yang diambil mitra dagang.

Sebagaimana diketahui, Presiden Trump mengumumkan pengenaan tarif impor global sebesar 10 persen yang akan berlaku maksimal selama 150 hari atau sekitar lima bulan. Kebijakan ini diumumkan pada Jumat (20/2/2026) sebagai respons atas pembatalan kebijakan tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung AS.

Trump menyatakan kekecewaannya terhadap putusan lembaga peradilan tertinggi tersebut dan menilai tarif baru diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonomi Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus mengevaluasi potensi dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja ekspor nasional serta stabilitas perdagangan internasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laba Turun 33 Persen, Saham BYD Anjlok

    Laba Turun 33 Persen, Saham BYD Anjlok

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham BYD Co. anjlok pada hari Jumat setelah produsen mobil tersebut melaporkan penurunan laba bersih dan pendapatan kuartal ketiga, yang tidak memenuhi ekspektasi analis. Ini semakin menggarisbawahi bahwa bahkan raksasa mobil listrik tersebut pun tidak kebal terhadap persaingan ketat di pasar otomotif terbesar di dunia. Mengutip Trading Economic dilansir Kontan pada Jumat (31/10/2025) […]

  • Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    Saham Bank Mandiri Ramai Diserbu Asing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Saham bank pelat merah, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) ramai diserbu asing dengan mencatatkan net foreign buy, pada sesi pertama perdagangan, Kamis (18/12/2025). Menurut data Stockbit, saham Bank Mandiri terpantau bergerak menguat sebesar 2,49% pada sesi I perdagangan hari ini. Data IDX mengungkap, tercatat sudah sebanyak 82,6 juta saham Bank Mandiri ditransaksikan, […]

  • Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi […]

  • Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Jambi pada November 2025 Turun

    Nilai Ekspor dan Impor Provinsi Jambi pada November 2025 Turun

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor impor Provinsi Jambi pada November 2025 mengalami penurunan. Secara persentase, penurunan nilai impor sangat besar yakni mencapai 62,27 persen dibanding bulan Oktober 2025. Adapun penurunan nilai ekspor di angka 5,48 persen. Kepala BPS Provinsi Jambi Agus Sudibyo dalam rilis BPS, Senin (5/1/2026) menyampaikan pada Oktober 2025, nilai ekspor asal Provinsi Jambi […]

  • Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    Rupiah Melemah Terus! Kini Sudah Rp17.130 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pagi ini. Rupiah mencatatkan koreksi tipis di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih fluktuatif. Berdasarkan data dari Antara pada Selasa (14/4/2026), rupiah mengalami penurunan sebesar 25 poin atau setara dengan 0,15 persen. Pergerakan ini membawa posisi rupiah ke level Rp17.130 per dolar […]

  • Zulhas: Jagung Adalah Harapan dan Simbol Kedaulatan Pangan Indonesia

    Zulhas: Jagung Adalah Harapan dan Simbol Kedaulatan Pangan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jagung bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan dan masa depan kedaulatan pangan Indonesia. Pesan itu ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menghadiri gerakan tanam jagung serentak kuartal IV di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (8/10/2025). Dalam suasana penuh semangat, Zulhas menyampaikan bahwa jagung memiliki nilai strategis bagi ekonomi nasional karena […]

expand_less