Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

ESDM Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar Pertamina Mulai April 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mewajibkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari PT Pertamina (Persero) mulai April 2026. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghentikan impor solar secara bertahap.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan bahwa hingga Maret 2026, kebutuhan solar nasional masih mengacu pada kuota impor tahun 2025. Namun, mulai April 2026, seluruh badan usaha diwajibkan melakukan pembelian solar melalui skema business to business (B2B) dengan Pertamina.

“Untuk tahun 2026 sampai Maret masih menggunakan kuota impor sebelumnya. Setelah April, badan usaha harus segera melakukan kerja sama B2B dengan Pertamina,” ujar Laode dalam podcast resmi Kementerian ESDM, Minggu (8/2/2026).

Laode menyebutkan, hingga saat ini belum ada penolakan dari SPBU swasta terkait kebijakan tersebut. Meski demikian, beberapa pelaku usaha meminta pemerintah memfasilitasi pertemuan dengan Pertamina untuk membahas mekanisme kerja sama.

“Responsnya ada yang meminta difasilitasi. Mereka ingin ada pertemuan dengan Pertamina melalui Kementerian ESDM,” kata Laode.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk menghentikan impor solar mulai awal 2026. Menurut Bahlil, kebutuhan solar dalam negeri dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi kilang nasional, khususnya setelah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan.

“Begitu kilang ini diresmikan, insya Allah kita tidak lagi melakukan impor solar. Tahun ini saya tidak akan mengeluarkan izin impor solar,” ujar Bahlil saat peresmian RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Januari lalu.

Dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan, Pertamina mampu memproduksi berbagai jenis solar, termasuk CN48 dan CN51. Pemerintah menilai kondisi tersebut membuat impor solar tidak lagi diperlukan.

Sementara itu, sejumlah SPBU swasta dilaporkan mengalami keterbatasan stok BBM sejak awal tahun. Salah satu perusahaan yang terdampak adalah Shell Indonesia. President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyatakan pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Kompak Stabil

    Harga emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Kompak Stabil

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas dari produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ini terpantau stabil. Dilansir dari laman resmi Pegadaian, Senin (9/2/2026), nilai harga emas kedua produk tersebut tak bergerak dari harga yang tertera di laman resmi kemarin pagi. Untuk gramasi 1 gram, harga emas Galeri 24 masih berada di angka Rp2.958.000. Sementara UBS masih […]

  • KLH: Ada Dugaan Keterlibatan 8 Perusahaan Perusak lingkungan di Batang Toru, Sumatra Utara

    KLH: Ada Dugaan Keterlibatan 8 Perusahaan Perusak lingkungan di Batang Toru, Sumatra Utara

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menelusuri dugaan keterlibatan delapan perusahaan yang beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatra Utara, setelah banjir besar menyeret kayu gelondongan ke permukiman warga. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, memastikan pemanggilan seluruh perusahaan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat. Menurut Hanif, analisis citra satelit pascabencana menunjukkan […]

  • OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    OJK Gelar Apresiasi Media Massa 2025, Mahendra Siregar Puji Peran Pers Jaga Stabilitas Sektor Keuangan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Apresiasi Media Massa 2025 sebagai bentuk penghargaan kepada media yang dinilai berperan penting dalam menyampaikan informasi program dan kebijakan OJK kepada publik. Acara digelar di Jakarta, Selasa (2/12/2025), dan dihadiri pimpinan redaksi, redaktur, dan wartawan dari berbagai media nasional dan daerah. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar […]

  • Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    Citibank: AI Bisa Dongkrak Laba Industri Perbankan Global hingga Rp33,46 Kuadriliun pada 2028

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – CEO Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) Batara Sianturi mengungkapkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berpotensi meningkatkan laba industri perbankan global hingga mencapai 2 triliun dolar AS atau setara Rp33,46 kuadriliun (kurs Rp16.728) dalam tiga tahun ke depan. “Riset Citi menunjukkan bahwa kecerdasan buatan akan menjadi salah satu kekuatan utama di era ini. […]

  • Istana Benarkan Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI

    Istana Benarkan Thomas Djiwandono Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Istana Kepresidenan membenarkan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyusul adanya kekosongan jabatan di jajaran pimpinan bank sentral. Prasetyo menjelaskan, proses pencalonan dilakukan setelah salah satu Deputi Gubernur BI, Juda Agung, mengajukan surat pengunduran diri. Sesuai ketentuan […]

  • Rupiah Tetap Diposisi Rp16.583 per Dolar AS

    Rupiah Tetap Diposisi Rp16.583 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Nilai tukar rupiah dibuka datar pada perdagangan hari ini, Selasa (7/10/2025). Rupiah tetap diposisi Rp16.583 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.583 per dolar AS. Sementara itu, sejumlah mata uang kawasan Asia Pasifik dibuka bervariasi. Mata uang yen Jepang dibuka melemah 0,09%, lalu dolar Hong Kong stagnan, dolar Singapura melemah 0,01%, dolar […]

expand_less