Industri Garmen Bandung Siap Tembus Pasar Internasional
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi aktivitas industri garmen. Pelaku usaha garmen asal Bandung mulai mengincar pasar internasional dengan mengandalkan produk spesialisasi bernilai tambah tinggi.
JAMBISNIS.COM – Industri garmen Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global, terutama melalui produk dengan spesialisasi dan nilai tambah tinggi. Salah satu contohnya datang dari Bandung, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu sentra industri garmen nasional.
Perkembangan tren fesyen yang semakin mengarah pada fungsi dan kenyamanan membuka ruang bagi produk-produk khusus, termasuk korset yang dirancang untuk kebutuhan pasca melahirkan maupun pembentukan tubuh. Produk ini menuntut standar produksi yang lebih tinggi dibandingkan pakaian konvensional, mulai dari pemilihan material hingga desain ergonomis.
Direktur JTS Garment Jujun Junaedi mengatakan, perusahaannya memilih fokus pada produksi korset sebagai strategi diferensiasi di tengah ketatnya persaingan industri garmen. JTS Garment, yang berada di bawah naungan PT Jawara Tiga Sekawan, memposisikan diri sebagai pabrik dengan spesialisasi tunggal.
“Kami hanya memproduksi korset. Fokus ini memungkinkan kami menjaga kualitas, fungsi, dan konsistensi produk,” ujar Jujun, Kamis (5/2/2026).
Selain memenuhi pasar domestik, JTS Garment juga menargetkan ekspansi ke pasar internasional, khususnya kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia. Perusahaan menargetkan nilai penjualan hingga Rp500 juta per bulan dari pasar ekspor dan kerja sama business to business dengan berbagai merek.
Menurut Jujun, kualitas produk dijaga melalui sistem pengendalian mutu berlapis agar sesuai dengan standar merek pemesan. Selain proses produksi, perusahaan juga memberikan pendampingan kepada klien dalam pengembangan desain, efisiensi biaya, hingga kesiapan produksi dalam skala besar.
Di tengah tantangan industri garmen nasional, strategi spesialisasi dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan pelaku industri yang mendorong pengembangan tekstil khusus bernilai tambah tinggi agar tidak semata bergantung pada produksi massal berbiaya murah.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar