Badai MSCI Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 8.306 pada Perdagangan Awal Pekan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar

Pasar Modal Tertekan, IHSG Dibuka Anjlok Imbas Kebijakan MSCI
JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (2/2). Tekanan di pasar saham domestik masih berlanjut seiring belum meredanya dampak kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG turun 33,45 poin atau 0,40 persen ke level 8.306. Sepanjang awal sesi, indeks saham bergerak di rentang 8.172 hingga 8.313.
Aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Hingga awal perdagangan, volume transaksi mencapai 3,78 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp2,67 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 293.573 kali.
Secara sektoral, tekanan masih mendominasi pasar. Tercatat sebanyak 397 saham melemah, 175 saham menguat, dan 125 saham bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG tak lepas dari sentimen negatif yang masih membayangi pasar modal Indonesia setelah MSCI mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks terhadap saham-saham Tanah Air.
Kebijakan tersebut mencakup pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya peningkatan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Dampaknya signifikan. IHSG sempat anjlok hingga 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) pekan lalu, yang berujung pada penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
Gejolak pasar tersebut juga memicu dinamika di internal otoritas pasar keuangan. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri, disusul mundur massal empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
Meski demikian, IHSG sempat menunjukkan sinyal pemulihan pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Pada Jumat (30/1), IHSG ditutup menguat 97,40 poin atau 1,18 persen ke level 8.329, dengan 551 saham menguat, 194 terkoreksi, dan 65 stagnan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar