Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

Rial Iran Anjlok ke Rekor Terendah, Tembus 1,5 Juta per Dolar AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar mata uang Iran, rial, kembali tertekan dan jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah. Pada Kamis (29/1/2026), satu dolar Amerika Serikat (AS) tercatat setara dengan 1,5 juta rial, menandai krisis ekonomi yang kian memburuk di negara tersebut.

Berdasarkan data situs pemantau valuta asing Bonbast.com, nilai rial telah kehilangan sekitar 5 persen hanya dalam sebulan terakhir. Pelemahan ini terjadi di tengah gejolak sosial dan gelombang protes besar akibat tekanan ekonomi yang semakin berat.

Gubernur Bank Sentral Iran yang baru, Abdolnaser Hemmati, menanggapi singkat kondisi tersebut. Ia menyebut pergerakan nilai tukar sebagai bagian dari dinamika pasar.
“Pasar valuta asing mengikuti jalur alaminya,” ujar Hemmati.

Krisis nilai tukar ini memperparah kondisi ekonomi Iran yang sudah tertekan oleh inflasi tahunan hingga 60 persen dalam periode Desember 2025–Januari 2026, berdasarkan data Pusat Statistik Iran.

Ketidakstabilan ekonomi memicu aksi protes massal sejak akhir Desember 2025, yang bermula dari Grand Bazaar Teheran. Demonstrasi yang awalnya menuntut perbaikan ekonomi berkembang menjadi tuntutan perubahan politik. Aparat keamanan dilaporkan melakukan penindakan keras untuk meredam kerusuhan.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah Iran memperkenalkan kebijakan reformasi subsidi, dengan menghapus nilai tukar preferensial bagi importir dan menggantinya dengan bantuan tunai langsung kepada masyarakat.

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammadreza Aref, menyebut kebijakan lama sarat korupsi dan tidak efektif menahan laju inflasi.
“Korupsi membuat sistem lama gagal melindungi daya beli rakyat,” kata Aref.

Situasi ekonomi Iran semakin tertekan setelah pemerintah memberlakukan pembatasan internet sejak 8 Januari 2026 dengan alasan keamanan nasional. Langkah ini berdampak besar pada sektor bisnis digital dan aktivitas perdagangan daring.

Anjloknya nilai rial, inflasi tinggi, serta tekanan sosial-politik menambah ketidakpastian ekonomi Iran di tengah ketegangan regional dan ancaman sanksi internasional yang terus membayangi.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istana Pastikan Stok BBM Aman Meski 2 Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

    Istana Pastikan Stok BBM Aman Meski 2 Tanker Pertamina Tertahan di Selat Hormuz

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman meski dua kapal tanker milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan energi dalam negeri. Ia meminta publik tidak mengaitkan situasi tersebut dengan potensi krisis pasokan. “Jangan dikaitkan […]

  • KLH Segel Kebun & Pabrik Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah, Ini Kronologi Lengkapnya

    KLH Segel Kebun & Pabrik Sawit PT TBS di Tapanuli Tengah, Ini Kronologi Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) resmi menyegel kebun dan pabrik sawit PT Tri Bahtera Srikandi (PT TBS) di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Tindakan ini menjadi langkah cepat pemerintah usai banjir besar melanda tiga provinsi di Sumatra pada awal Desember 2025. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, penyegelan dilakukan pada […]

  • Turnamen Catur Non Master di Kopi Mansur Diserbu Pecatur, Atmosfer Panas Berlanjut ke Blitz

    Turnamen Catur Non Master di Kopi Mansur Diserbu Pecatur, Atmosfer Panas Berlanjut ke Blitz

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Turnamen catur mingguan non master di Kopi Mansur, Jambi, pada Minggu, 10 Mei 2026, berlangsung meriah. Sebanyak 34 pecatur ambil bagian dalam kategori utama dengan format waktu 10+2. Sejak ronde awal, tensi pertandingan sudah terasa tinggi. Para pemain tampak fokus di depan papan, sementara penonton berkerumun mengelilingi arena. Sesekali terdengar gumaman dan tepuk […]

  • 5 Buah Termahal di Dunia, Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah per Buah

    5 Buah Termahal di Dunia, Harganya Capai Ratusan Juta Rupiah per Buah

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tak semua buah dijual dengan harga murah. Di sejumlah negara, ada buah yang dianggap simbol kemewahan dan status sosial karena ditanam dengan teknik khusus, perawatan ekstra, hingga dijual melalui lelang. Berikut lima buah termahal di dunia yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah per buah: 1. Mangga Taiyo no Tamago (Rp 74 Juta […]

  • PT Agrinas Pangan Nusantara Akan Tanggung Pembayaran Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes

    PT Agrinas Pangan Nusantara Akan Tanggung Pembayaran Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan akhirnya buka suara terkait sumber dana untuk membayar gaji 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Zulhas memastikan pembayaran gaji para manajer akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Namun, ia menegaskan skema pendanaan final masih dalam tahap penyusunan oleh pemerintah. “Sementara skema gaji […]

  • Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    Ketahanan Energi Naik, Tapi Impor BBM dan LPG Masih Jadi Titik Lemah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks ketahanan energi Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dan masuk kategori tangguh. Namun, capaian itu belum sepenuhnya mencerminkan kemandirian energi nasional. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menyebut indeks ketahanan energi Indonesia berada di angka 7,13 atau naik 0,39 dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan produksi dan cadangan gas […]

expand_less