IHSG Anjlok 7,34% Usai MSCI Bekukan Rebalancing
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia
JAMBISNIS.COM – Pasar saham Indonesia mengalami guncangan hebat setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membekukan sejumlah perubahan indeks terkait kebijakan free float. Dampaknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam 7,34% pada perdagangan Rabu (28/1/2026) dan memicu kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 659,67 poin ke level 8.320,55. Kapitalisasi pasar pun menguap lebih dari Rp1.258 triliun hanya dalam satu hari. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp6,17 triliun, mencerminkan derasnya arus keluar dana global dari pasar saham domestik.
Keputusan MSCI tersebut mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), penambahan emiten baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta perpindahan saham antar segmen indeks. Langkah ini diambil untuk menekan risiko investability sambil menunggu perbaikan transparansi kepemilikan saham oleh otoritas pasar Indonesia.
MSCI memberi tenggat waktu hingga Mei 2026 bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan signifikan. Jika tidak terpenuhi, Indonesia berisiko mengalami penurunan bobot di MSCI Emerging Markets Index atau bahkan direklasifikasi menjadi Frontier Market. Skenario ini dinilai dapat memicu forced selling dari dana pasif global.
Direktur Utama BEI Iman Rachman meminta investor tetap tenang dan menegaskan komitmen bursa untuk meningkatkan transparansi data kepemilikan saham. BEI berencana memperluas klasifikasi investor menjadi sembilan kategori, termasuk institusi global seperti asset manager, sovereign wealth fund, dan private equity.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar