Apple Kembali Jadi Raja Smartphone Dunia, Produsen China Tergeser
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pasar smartphone global tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang 2025
JAMBISNIS.COM – Pasar smartphone global menunjukkan tanda pemulihan dan stabilisasi pascapandemi. Sepanjang 2025, industri ponsel pintar dunia mencatat pertumbuhan positif, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat premium dan meluasnya adopsi teknologi 5G di negara-negara berkembang.
Berdasarkan laporan firma riset Counterpoint, pasar smartphone global tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang strategi pemasaran yang agresif, kemudahan skema pembelian, serta keputusan konsumen untuk mengganti perangkat lama dengan ponsel kelas atas.
“Sepanjang 2025, pasar smartphone melanjutkan tren ke segmen harga yang lebih tinggi, didorong konsumen yang memilih melakukan upgrade ke perangkat premium,” ujar Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain, Rabu (14/1/2026).
Di tengah dinamika tersebut, Apple kembali merebut posisi puncak sebagai produsen smartphone terbesar dunia. Peluncuran iPhone 17 menjadi momentum kebangkitan Apple setelah sempat tertekan pada generasi sebelumnya.
Counterpoint mencatat, Apple membukukan pertumbuhan 10 persen YoY dengan pangsa pasar mencapai 20 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya permintaan di negara berkembang serta portofolio produk yang dinilai semakin kompetitif.
“Ekspansi Apple di pasar berkembang dan bauran produk yang lebih kuat menjadi kunci pertumbuhan perusahaan sepanjang 2025,” kata Senior Analyst Counterpoint, Varun Mishra.
Sementara itu, Samsung yang sempat menduduki posisi teratas pada 2024 harus turun ke peringkat kedua. Meski demikian, produsen asal Korea Selatan itu masih mencatat pertumbuhan positif sebesar 5 persen dengan pangsa pasar 19 persen.
Di posisi berikutnya, Xiaomi mencatatkan kinerja relatif stagnan. Pangsa pasar perusahaan asal China itu berada di level 13 persen, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya. Tren ini mencerminkan tekanan yang dihadapi produsen China di tengah pergeseran pasar ke segmen premium.
Produsen lain seperti Vivo dan Oppo juga menghadapi tantangan. Vivo mencatat pertumbuhan tipis sebesar 3 persen YoY dengan pangsa pasar 8 persen, sementara Oppo mengalami kontraksi 4 persen YoY, menjadikannya penutup daftar lima besar produsen smartphone dunia.
Counterpoint menilai, pertumbuhan pasar smartphone global tidak terjadi secara merata. Negara-negara seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan sejumlah kawasan Asia mencatat pertumbuhan signifikan, yang mampu mengimbangi pasar-pasar matang yang cenderung stagnan.
Tren ini menunjukkan bahwa dominasi smartphone premium kian menguat, dengan Apple dan Samsung tetap menjadi pemain utama di puncak industri, sementara produsen China menghadapi tekanan untuk beradaptasi dengan perubahan selera konsumen global.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar