Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

Pertumbuhan Kredit 8% – 12%, BI: Ideal Jaga Stabilitas Sistem Keuangan

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan kredit di kisaran 8% – 12% pada tahun 2026 menjadi level paling ideal untuk menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan di luar kisaran tersebut, justru bakal berisiko menekan ketahanan perbankan atau justru menahan laju pemulihan ekonomi.

Asisten Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, target tersebut mencerminkan keseimbangan antara fungsi intermediasi perbankan dan risiko stabilitas, terutama dalam menjaga kualitas kredit dan permodalan.

Ia menjelaskan, stabilitas sistem keuangan (SSK) pada dasarnya tak lepas dari keseimbangan antara pertumbuhan kredit, ketahanan sektor keuangan, dan inklusivitas pembiayaan.

Pertumbuhan kredit yang terlalu tinggi berisiko menimbulkan ketidakstabilan. Sementara pertumbuhan yang terlalu lemah bakal menahan laju ekonomi.

“Target 8% – 12% ini merupakan level optimal yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan konsekuensi terhadap stabilitas (mata uang),” ujar Solikin dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (22/12/2025).

Solikin mengambil contoh pengalaman awal 1990-an, ketika pertumbuhan kredit yang sangat tinggi berujung pada melemahnya ketahanan sistem keuangan.

Karena itu, kata Solikin, BI menekankan pertumbuhan kredit yang disertai dengan terjaganya kualitas aset, permodalan yang kuat, serta kemampuan bayar debitur yang sehat.​

BI mencatat per November 2025 kredit perbankan tumbuh 7,74% secara tahunan. Mengingatkan kembali, level pertumbuhan ini belum mencapai target pertumbuhan 8% – 12% untuk tahun penuh 2025.

Solikin bilang perlambatan pertumbuhan kredit sepanjang 2025 lebih disebabkan oleh lemahnya permintaan (demand) dari dunia usaha dan rumah tangga, bukan karena keterbatasan likuiditas perbankan.

Meski demikian, ia tetap optimistis pertumbuhan kredit pada akhir tahun dapat berada di atas 8%, sesuai dengan mandat kebijakan BI.

“Isunya bukan di supply. Likuiditas tersedia, insentif juga sudah banyak diberikan. Tapi demand-nya belum cukup kuat,” sebut Solikin.

Dari sisi korporasi, banyak perusahaan memilih bersikap wait and see terhadap kondisi ekonomi global dan domestik. Hal ini tercermin dari masih tingginya kredit menganggur (undisbursed loan) yang per November 2025 mencapai mencapai Rp 2.509 triliun atau 23,18% dari plafon kredit tersedia.

Sementara dari sisi rumah tangga, keputusan untuk mengambil kredit juga tertahan oleh ekspektasi pendapatan yang belum menguat. Ketidakpastian ekonomi membuat konsumsi berbasis kredit cenderung tertahan.

Namun demikian, BI akan terus memantau perkembangan permintaan kredit agar fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kontan

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Hujan Ringan Melanda Sebagian Besar Wilayah Provinsi Jambi

    BMKG: Hujan Ringan Melanda Sebagian Besar Wilayah Provinsi Jambi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Provinsi Jambi pada hari ini, Senin, 3 November 2025, akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan disertai petir dan udara kabur pada siang hingga malam hari. Secara umum, suhu udara […]

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Mulai Hari Ini, Bank Indonesia Resmikan QRIS di China, Transaksi Tinggal Scan

    Mulai Hari Ini, Bank Indonesia Resmikan QRIS di China, Transaksi Tinggal Scan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia resmi memperluas penggunaan QRIS ke China. Mulai 30 April 2026, masyarakat Indonesia dan China dapat melakukan transaksi lintas negara cukup dengan memindai kode QR. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan sistem ini memungkinkan pembayaran tanpa uang tunai, baik bagi warga Indonesia di China maupun sebaliknya. “Cukup gunakan ponsel, transaksi bisa dilakukan dengan […]

  • Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    Harga Minyak dan Batu Bara Menguat di Tengah Pelemahan CPO dan Timah

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga berbagai komoditas dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025) waktu setempat. Penguatan tercatat pada komoditas energi seperti minyak mentah dan batu bara, sementara Crude Palm Oil (CPO) dan timah justru melemah di tengah tekanan pasar global. Pergerakan ini menunjukkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku […]

  • China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    China Tegaskan Dialog Jadi Solusi Krisis Ukraina, Tolak Sanksi AS dan Uni Eropa

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi adalah satu-satunya jalan keluar yang layak untuk menyelesaikan krisis Ukraina, di tengah meningkatnya tekanan dan sanksi internasional terhadap Rusia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menekankan bahwa pendekatan berbasis paksaan tidak akan memberikan solusi berkelanjutan terhadap konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga […]

  • Versi Apindo UMP 2026 Naik Sekitar 4,2 Persen, KSPI Ingin Minimal 6,5 Persen

    Versi Apindo UMP 2026 Naik Sekitar 4,2 Persen, KSPI Ingin Minimal 6,5 Persen

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keinginan buruh agar UMP 2026 naik minimal 6,5 persen tampaknya tak menemui jalan lempang. Keinginan itu berbeda dengan perkiraan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang ingin upah minimum provinsi (UMP) tahun 2026 tidak melonjak signifikan. Apindo memperkirakan kenaikan UMP tahun depan akan mentok di kisaran 4,2%. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menegaskan bahwa […]

expand_less