Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes.

Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya membatalkan paket opsi saham Tesla pada 2018 milik Musk, yang kini bernilai US$ 139 miliar.

Forbes memperkirakan setelah Musk berhasil mengajukan banding atas putusan tersebut, kekayaan bersih pengusaha itu mencapai rekor US$ 749 miliar.

Sebelumnya, media yang sama menobatkan Musk sebagai orang pertama dengan kekayaan bersih lebih dari US$ 600 miliar setelah SpaceX mengumumkan penawaran saham internal yang menilai perusahaan tersebut sebesar US$ 800 miliar.

Pada Maret 2020, kekayaan Musk masih diperkirakan sebesar US$ 24,6 miliar. Kemudian pada Januari 2021 ia menjadi orang terkaya di dunia, melampaui angka US$ 200 miliar dan US$ 300 miliar pada tahun yang sama.

Pada 2024, kekayaan Musk kembali menembus angka US$ 400 miliar kemudian ke kisaran US$ 500 miliar.

Lonjakan kekayaan Elon Musk yang memecahkan rekor dunia tidak terlepas dari performa fantastis dua perusahaan utamanya, yaitu Tesla dan SpaceX. Kenaikan dramatis kekayaan Musk, dari US$ 24,6 miliar pada Maret 2020 hingga melampaui US$ 700 miliar, terjadi paralel dengan lonjakan nilai saham Tesla dan valuasi SpaceX.

Kenaikan terbarunya yang melampaui angka US$ 700 miliar, secara spesifik dipicu oleh keputusan hukum. Mahkamah Agung Delaware mengembalikan paket opsi saham Tesla 2018 Musk senilai US$ 139 miliar, yang sebelumnya dibatalkan. Paket kompensasi ini dirancang agar Musk hanya mendapatkannya jika perusahaan mencapai serangkaian target pasar dan operasional yang sangat ambisius.

Keputusan pengadilan ini menegaskan kembali legitimasi kompensasi tersebut, yang secara efektif mengaitkan kekayaan pribadi Musk secara langsung dengan inovasi disruptif dan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi antariksa. Kekayaan Musk, dengan demikian, berfungsi sebagai barometer langsung bagi keberhasilan inovasi radikal dalam ekonomi global saat ini.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Investor

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-130 BRI: Perkenalkan Logo dan Tema Baru ‘Satu Bank Untuk Semua’

    HUT ke-130 BRI: Perkenalkan Logo dan Tema Baru ‘Satu Bank Untuk Semua’

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) merayakan HUT ke-130 dengan tema “Satu Bank Untuk Semua”, menegaskan komitmen BRI untuk melayani seluruh lapisan masyarakat, dari segmen mikro hingga korporasi, dengan dukungan ekosistem digital yang kuat. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa usia 130 tahun menjadi bukti ketangguhan dan konsistensi BRI dalam mendukung […]

  • Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of […]

  • Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    Menaker Yassierli: Daya Saing Rendah Jadi Pemicu Maraknya PHK di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia bukan hanya disebabkan oleh pelemahan ekonomi global, tetapi juga oleh rendahnya daya saing tenaga kerja nasional. Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam peluncuran Master Plan Produktivitas Nasional yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Asian Productivity Organization (APO) di Jakarta Pusat, […]

  • jalan tol

    Dua Tol di Jambi Masuk Proyek Strategis Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua ruas tol di Provinsi Jambi masuk dalam daftar 50 proyek jalan tol Proyek Strategis Nasional (PSN). Bila tak ada aral melintang pembangunan tol ini bisa memangkas waktu tempuh Jambi ke provinsi tetangga, manakala proyek rampung. Dua jalan tol yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) itu menghubungkan Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan dan […]

  • Susyadi Juara Open Turnamen Catur Rusuh Cup 2026 di Sungai Penuh

    Susyadi Juara Open Turnamen Catur Rusuh Cup 2026 di Sungai Penuh

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pecatur Susyadi berhasil keluar sebagai juara dalam Open Turnamen Catur Rusuh Cup 2026 yang digelar Komunitas Catur Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Turnamen ini berlangsung di Kedai Sempang Raya dan diikuti oleh puluhan pecinta catur dari berbagai penjuru Kota Sungai Penuh. Sebanyak 36 peserta ambil bagian dalam turnamen yang digagas oleh komunitas yang […]

  • Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    Pengangguran Lulusan SMK Tertinggi, BPS Catat 8,45 Persen pada November 2025

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,35 juta orang pada November 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 7,46 juta orang. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, dari total 155,27 juta angkatan kerja, sebanyak 147,91 juta orang telah bekerja, sementara sisanya belum terserap pasar tenaga kerja. “Angkatan […]

expand_less