Fantastis! Kekayaan Elon Musk Mencapai Rp12.000 Triliun
- account_circle -
- calendar_month Sen, 22 Des 2025
- comment 0 komentar

TERKAYA: Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Pengusaha Amerika Serikat (AS) Elon Musk menjadi orang pertama dalam sejarah yang kekayaannya melampaui US$ 700 miliar atau sekitar Rp 12,53 kuadriliun. Hal itu berdasarkan laporan majalah Forbes.
Menurut laporan yang dirilis Minggu (21/12/2025) tersebut, kekayaan Elon Musk meningkat setelah Mahkamah Agung Delaware di AS membatalkan putusan pengadilan tingkat lebih rendah yang sebelumnya membatalkan paket opsi saham Tesla pada 2018 milik Musk, yang kini bernilai US$ 139 miliar.
Forbes memperkirakan setelah Musk berhasil mengajukan banding atas putusan tersebut, kekayaan bersih pengusaha itu mencapai rekor US$ 749 miliar.
Sebelumnya, media yang sama menobatkan Musk sebagai orang pertama dengan kekayaan bersih lebih dari US$ 600 miliar setelah SpaceX mengumumkan penawaran saham internal yang menilai perusahaan tersebut sebesar US$ 800 miliar.
Pada Maret 2020, kekayaan Musk masih diperkirakan sebesar US$ 24,6 miliar. Kemudian pada Januari 2021 ia menjadi orang terkaya di dunia, melampaui angka US$ 200 miliar dan US$ 300 miliar pada tahun yang sama.
Pada 2024, kekayaan Musk kembali menembus angka US$ 400 miliar kemudian ke kisaran US$ 500 miliar.
Lonjakan kekayaan Elon Musk yang memecahkan rekor dunia tidak terlepas dari performa fantastis dua perusahaan utamanya, yaitu Tesla dan SpaceX. Kenaikan dramatis kekayaan Musk, dari US$ 24,6 miliar pada Maret 2020 hingga melampaui US$ 700 miliar, terjadi paralel dengan lonjakan nilai saham Tesla dan valuasi SpaceX.
Kenaikan terbarunya yang melampaui angka US$ 700 miliar, secara spesifik dipicu oleh keputusan hukum. Mahkamah Agung Delaware mengembalikan paket opsi saham Tesla 2018 Musk senilai US$ 139 miliar, yang sebelumnya dibatalkan. Paket kompensasi ini dirancang agar Musk hanya mendapatkannya jika perusahaan mencapai serangkaian target pasar dan operasional yang sangat ambisius.
Keputusan pengadilan ini menegaskan kembali legitimasi kompensasi tersebut, yang secara efektif mengaitkan kekayaan pribadi Musk secara langsung dengan inovasi disruptif dan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sektor kendaraan listrik dan teknologi antariksa. Kekayaan Musk, dengan demikian, berfungsi sebagai barometer langsung bagi keberhasilan inovasi radikal dalam ekonomi global saat ini.(*)
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
- Sumber: Investor


Saat ini belum ada komentar