Aksi Bendera Putih di Aceh Barat, Mahasiswa Desak Status Bencana Nasional
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 19 Des 2025
- comment 0 komentar

Para relawan korban banjir bandang terus mengevakuasi korban jiwa di aceh.
JAMBISNIS.COM – Mahasiswa dan aktivis di Kabupaten Aceh Barat mendesak pemerintah pusat agar segera menetapkan banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra sebagai bencana nasional. Desakan tersebut disampaikan melalui aksi pemasangan kain putih di sejumlah titik strategis Kota Meulaboh.
Aksi yang digelar pada Rabu (17/12/2025) itu dimaknai sebagai tanda darurat kemanusiaan, bukan simbol menyerah. Para peserta aksi menilai kondisi di lapangan menunjukkan krisis serius yang membutuhkan keterlibatan negara secara lebih kuat dan cepat.
Koordinator aksi, Putra Rahmat, mengatakan hingga kini para pengungsi masih menghadapi keterbatasan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, serta akses pendidikan.
“Bendera putih ini adalah peringatan darurat kemanusiaan. Hak-hak dasar masyarakat, terutama anak-anak, perempuan, dan lansia, belum terpenuhi,” ujar Putra Rahmat, Kamis (18/12/2025).
Menurut dia, banjir bandang telah menimbulkan korban jiwa, memaksa ribuan warga mengungsi, merusak permukiman dan fasilitas umum, serta mengisolasi sejumlah wilayah. Kondisi tersebut dinilai telah melampaui kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan darurat secara optimal.
Putra menambahkan, bendera putih dipasang di beberapa titik, antara lain Simpang Rundeng, Simpang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, serta Simpang Pelor Meulaboh.
Ia menilai belum ditetapkannya status bencana nasional mencerminkan lambannya respons pemerintah pusat dalam membaca tingkat kedaruratan di lapangan. Padahal, kata dia, penanganan bencana tidak seharusnya terhambat oleh prosedur administratif ketika keselamatan masyarakat berada dalam ancaman.
“Ketika wilayah masih terisolasi, pengungsi kekurangan pangan, dan korban terus bertambah, negara harus hadir secara nyata. Keselamatan rakyat tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Selain aksi di ruang publik, para aktivis juga mengajak masyarakat Aceh Barat memasang kain putih di rumah masing-masing sebagai bentuk solidaritas dan tekanan moral agar tragedi kemanusiaan ini mendapat perhatian serius di tingkat nasional.
Aksi tersebut, menurut Putra, akan terus dilakukan dan diperluas hingga pemerintah pusat menetapkan banjir bandang di Sumatra sebagai bencana nasional serta mengambil langkah konkret dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar