Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

Bank Masih Dulang Cuan dari Bisnis Bancassurance

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pendapatan premi asuransi jiwa dari kanal bancassurance turun pada kuartal III-2025. Namun begitu, sejumlah bank masih menikmati pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) dari bisnis ini.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi dari kanal bancassurance turun 4,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III-2025 menjadi Rp 55,28 triliun.

Meski begitu, bancassurance masih jadi kanal favorit nasabah, dengan komposisi sebesar 41,49% dari total pendapatan premi industri asuransi yang mencapai Rp 133,22 triliun.

Dari sisi perbankan, rupanya tren penurunan tersebut tak dirasakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI). General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyebut, hingga November 2025 realisasi premi bancassurance bank tumbuh 9,5% YoY.

“Pertumbuhan yang positif ini terjadi di beberapa segmen yang didukung oleh produk yang relevan dengan segmen terkait,” jelas Henny kepada Kontan, pekan lalu.

Lebih lanjut, ia bilang pertumbuhan premi dari bisnis In Branch, khususnya di segmen Nasabah Emerald dan Private, bahkan meningkat sebesar 18% YoY. Henny menjelaskan, pada segmen ini nasabah menggunakan asuransi sebagai bagian dari aset alokasi dan juga proteksi dengan dukungan advisory dari RM Emerald berdasarkan kebutuhan dan profil nasabah.

Dengan tren positif itu, Henny mengaku kontribusi bisnis bancassurance terhadap FBI bank turut tumbuh positif dibanding tahun lalu, dengan kontribusi utamanya berasal produk unggulan yang menjadi andalan di tahun 2025. Sebagai gambaran, FBI BNI per November mencapai Rp 20,64 triliun, tumbuh 7,40% YoY.

Ke depan, Henny bilang pertumbuhan premi bancassurance masih bakal melaju. Bahkan, pada 2026 diproyeksikan tumbuh double digit dengan adanya inisiatif bersama BNI Life melalui sejumlah kolaborasi, seperti penyesuaian produk dengan segmentasi nasabah hingga penambahan jumlah spesialis bancassurance di cabang-cabang utama.

Di samping itu, Bank Tabungan Negara (BTN) malah mencatatkan pertumbuhan yang lebih masif pada bisnis bancassurance. Head of Wealth Management Division BTN Meru Arumdalu mengungkapkan, realisasi premi bancassurance per November 2025 tumbuh sekitar 90% YoY.

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah polis meningkat lebih dari 300% dibandingkan rata-rata awal 2024. Menurut Meru, ini mencerminkan peningkatan penetrasi dan aktivitas penjualan yang lebih luas.

“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penjualan premi baik dari segmen Prioritas maupun Non-Prioritas, serta penguatan eksekusi penjualan di jaringan cabang,” imbuhnya.

Pun dari sisi pendapatan, ia memastikan bisnis bancassurance mencatatkan pertumbuhan yang solid, dengan kenaikan melewati double digit secara tahunan. Dengan begitu, kontribusinya terhadap FBI tetap terjaga dan stabil, meskipun per November 2025 BTN mengantongi FBI sebesar Rp 3,67 triliun, turun 2,37% YoY.

Tahun depan, BTN melihat bisnis bancassurance bakal terus bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk proteksi jiwa dan kesehatan. Pun, Meru bilang pertumbuhan tersebut bakal didukung oleh penguatan aktivitas after-sales service, customer engagement yang berkelanjutan, serta optimalisasi kolaborasi dengan mitra asuransi.(*)

  • Penulis: darmanto zebua
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kontan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    Diasapi Dua Kali oleh Veda Ega Pratama, Rico Salmela Introspeksi Jelang Seri Berikutnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pembalap muda Rico Salmela mulai melakukan evaluasi diri usai dua kali kalah bersaing dari Veda Ega Pratama dalam dua seri awal Moto3 2026. Pada seri pembuka di Thailand dan Brasil, Veda tampil lebih konsisten dengan finis di posisi kelima dan ketiga. Sementara itu, Salmela harus puas finis di posisi ke-19 dan keenam. Hasil […]

  • Terobosan Baru, Tanah Wakaf Boleh Dikomersialkan Jadi Mal, Hotel, atau Rumah Sakit

    Terobosan Baru, Tanah Wakaf Boleh Dikomersialkan Jadi Mal, Hotel, atau Rumah Sakit

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Masalah tanah wakaf di Indonesia bukan hanya soal sertifikasi yang mandek, ditandai lebih dari 300.000 bidang belum bersertifikat. Tetapi juga soal aset-aset yang tidak produktif atau mangkrak. Menjawab tantangan ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tengah menggodok terobosan baru, salah satunya mengizinkan komersialisasi alias wakaf produktif di atas tanah wakaf. […]

  • APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

    APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja APBN hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan tekanan dari sisi penerimaan pajak dan rendahnya serapan anggaran kementerian/lembaga (K/L). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penerimaan pajak masih seret, sementara beberapa K/L justru mengembalikan anggaran hingga Rp3,5 triliun. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus mengejar realisasi pajak di tengah perlambatan ekonomi. Sejumlah wajib pajak, […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

    Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali naik pada perdagangan Jumat (27/2/2026). Hanya saja, hari ini nilai kenaikannya tipis sebesar Rp6.000. Mengutip laman logammulia, harga emas Antam kini dibanderol Rp3.045.000 per gram. Lebih mahal dari harga sebelumnya sebesar Rp3.039.000 per gram. Sedangkan untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini ikut menguat. Harga buyback emas […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Mendadak Melejit, Naik Rp15 Ribu per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Mendadak Melejit, Naik Rp15 Ribu per Gram

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam mendadak melejit. Setelah cukup lama terkoreksi, logam mulia tersebut akhirnya kembali bangkit pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Kenaikannya pun cukup signifikan. Harga emas Antam hari ini melesat Rp15.000 per gram. Dengan kenaikan tersebut membuat emas Antam kini berada di level Rp2.595.000 per gram. Sebelumnya, harga logam mulia itu masih bertengger […]

  • Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

    Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan insentif bagi industri otomotif nasional pada tahun depan. Kebijakan ini dinilai penting mengingat sektor tersebut memiliki dampak berkelanjutan (multiplier effect) yang besar dan saat ini tengah mengalami kontraksi. “Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin […]

expand_less