Selasa, 28 Jul 2026
light_mode
Beranda » Properti » Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

Menperin Tetap Perjuangkan Insentif Industri Otomotif di Tengah Penurunan Penjualan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemerintah tetap mengupayakan insentif bagi industri otomotif nasional pada tahun depan. Kebijakan ini dinilai penting mengingat sektor tersebut memiliki dampak berkelanjutan (multiplier effect) yang besar dan saat ini tengah mengalami kontraksi.

“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan. Forwardbackward linkage yang luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah untuk ekonominya juga luar biasa besar. Dan oleh sebab itu, kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus kepada pemerintah untuk sektor otomotif,” ujarnya di Jakarta, Selasa.

Agus menyampaikan bahwa stimulus dibutuhkan karena industri otomotif sedang mencatatkan penurunan penjualan baik di level pabrik maupun dealer. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi pabrik ke dealer pada Januari–Oktober 2025 mencapai 634.844 unit, turun 10,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 711.064 unit.

Sementara penjualan retail atau dari dealer ke konsumen tercatat 660.659 unit, turun 9,6 persen dari tahun lalu yang mencapai 731.113 unit. Agus menjelaskan, insentif yang tengah disiapkan mencakup stimulus pada sisi permintaan (demand) maupun sisi persediaan (supply).

“Oleh sebab itu, merupakan tanggung jawab kami. Hal yang salah kalau kami tidak perjuangkan,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik (EV) memang meningkat signifikan pada periode Oktober–Januari 2025. Namun sebagian besar penjualan tersebut didominasi kendaraan impor Completely Built Up (CBU).

Dari total penjualan kendaraan listrik 2025 sebanyak 69.146 unit, sekitar 73 persen merupakan EV impor. Nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dari produk tersebut pun lebih banyak terjadi di negara asal.

Sementara itu, segmen kendaraan yang diproduksi di dalam negeri—yang selama ini menjadi tulang punggung industri otomotif nasional—justru mengalami penurunan penjualan cukup tajam. Menurut Febri, keliru apabila menilai industri otomotif sedang kuat hanya berdasarkan pertumbuhan pada segmen tertentu.

Saat ini, insentif pemerintah untuk battery electric vehicle (BEV) berupa pembebasan bea masuk dan PPnBM 0 persen masih diberlakukan sebagai tahap uji pasar. Namun insentif tersebut sebagian besar dinikmati oleh kendaraan impor.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU IKN, Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

    Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi UU IKN, Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota Negara

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN). Dalam putusannya, MK menegaskan bahwa status ibu kota Indonesia hingga kini masih berada di Jakarta. Ketua MK, Suhartoyo, membacakan amar putusan perkara Nomor 71/PUU-XXIV/2026 dalam sidang di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. “Menolak permohonan pemohon […]

  • Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    Bapanas: Harga Beras Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga beras mulai stabil menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Stabilitas harga ini didukung oleh penguatan pasokan, pengawasan distribusi, serta langkah pengendalian yang terus dilakukan pemerintah. “Menjelang Natal dan tahun baru, pemerintah memastikan kestabilan harga pangan pokok strategis, terutama beras. Sampai awal November, sudah ada 214 kabupaten/kota […]

  • Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    Hingga September 2025, BI Catat Surplus Anggaran Rp 77,8 Triliun

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, surplus Anggaran Tahunan Bank Indonesia (ATBI) mencapai Rp 77,9 triliun. Gubernur BI Perry Warjiyo mencatat, surplus tersebut berasal dari penerimaan yang sudah mencapai Rp 194,409 triliun. Sementara pengeluaran mencapai Rp 116,532 triliun. “Bank Indonesia di 2025 sampai dengan September 2025 surplus anggaran terjadi Rp 77,9 triliun,” […]

  • Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Bawang Putih Naik 20 Persen per 9 Juni 2026

    Harga Sembako di Pasar Talang Banjar Jambi Stabil, Bawang Putih Naik 20 Persen per 9 Juni 2026

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (9/6/2026) menunjukkan kondisi relatif stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami kenaikan dan penurunan harga yang cukup mencolok. Berdasarkan data SIHARKO milik Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, harga beras secara umum tidak mengalami perubahan. Beras Naruto dan Beras Belido dijual […]

  • IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    IHSG Anjlok Nyaris 7 Persen Pagi Ini, Kekhawatiran MSCI Bikin Pasar Panik

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG tercatat turun lebih dari 6 persen dan sempat menyentuh level 8.300, dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG melemah 6,82 persen ke level 8.367 pada pukul 09.06 WIB. Tekanan jual mendominasi […]

  • Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    Jejak Panjang Aqua di Pasar Saham Indonesia

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Merek air minum dalam kemasan (AMDK) legendaris AQUA memiliki sejarah panjang di dunia industri dan pasar modal Indonesia. Didirikan oleh Tirto Utomo pada 1973, Aqua menjadi pelopor AMDK pertama di Tanah Air sebelum akhirnya menjadi bagian dari raksasa multinasional asal Prancis, Danone. Kini, setelah lebih dari lima dekade, perjalanan Aqua di pasar saham […]

expand_less