Jumat, 1 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Merah Membara, Bitcoin dan Ethereum Anjlok Parah

Merah Membara, Bitcoin dan Ethereum Anjlok Parah

  • account_circle -
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025

JAMBISNIS.COM – Harga aset kripto utama, Bitcoin dan Ethereum, kembali mengalami penurunan tajam pada Senin (1/12/25). Anjloknya pasar kripto ini sejalan dengan sentimen penghindaran risiko yang lebih luas di awal bulan baru.

Harga Bitcoin anjlok tajam sekitar 5,5%, diperdagangkan di level sekitar US$ 86.273,68. Sementara itu, harga Ethereum mengalami penurunan yang lebih dalam, merosot lebih dari 6,5% dan mencapai US$ 2.831,95 pada perdagangan awal.

Token lain yang juga menjadi sorotan ikut tenggelam dalam zona merah. Harga Solana turun hampir 7,7%, diperdagangkan pada US$ 126,75. Dogecoin merosot 8,4% seperti dipantau CNBC internasional, Senin (1/12/2025).

Penurunan harga aset digital ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, tekanan dari China. Di Asia, pasar bereaksi negatif terhadap pernyataan People’s Bank of China (PBOC) pada Sabtu (29/11/2025) yang memperingatkan adanya aktivitas ilegal terkait mata uang digital. Peringatan ini langsung memberikan tekanan pada saham-saham perusahaan terkait aset digital yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang turut melemah pada sesi perdagangan hari Senin.

Kedua, ketidakpastian makroekonomi. Kekhawatiran makroekonomi global terus membebani pikiran investor, termasuk ketidakpastian mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Selain itu, keraguan yang terus-menerus terhadap valuasi yang terlalu tinggi pada saham-saham terkait Kecerdasan Buatan (AI) turut berkontribusi pada pasar November yang bergejolak, dan kini volatilitas pasar kripto semakin meningkat.

Aksi jual ini menunjukkan investor cenderung menghindari aset berisiko (risk-off sentiment) di tengah ketidakpastian ekonomi yang berkelanjutan.

Meskipun mata uang kripto sering dipandang sebagai aset yang terpisah dari pasar keuangan tradisional, harganya sangat dipengaruhi oleh sentimen risiko makroekonomi global. Dalam situasi ketidakpastian seperti keraguan terhadap kebijakan suku bunga The Fed di AS atau valuasi saham teknologi yang overheated, investor cenderung beralih dari aset yang dianggap berisiko tinggi termasuk kripto menuju aset yang lebih aman, seperti dolar AS atau obligasi.

Penurunan ini juga diperburuk oleh sikap regulasi yang ketat di China. Meskipun China telah melarang transaksi kripto, pernyataan resmi dari bank sentralnya masih dapat memicu kepanikan di kalangan investor Asia. Fluktuasi tajam ini menegaskan kembali sifat volatilitas tinggi pasar aset digital, di mana faktor-faktor makroekonomi dan intervensi regulasi dapat dengan cepat memicu aksi jual besar-besaran.(*)

  • Penulis: -

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Alami Pergerakan Harga

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Jambi Stabil, Cabai dan Bawang Alami Pergerakan Harga

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok atau sembako di Pasar Angso Duo Kota Jambi terpantau stabil berdasarkan laporan terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi. Mayoritas komoditas berada pada harga yang sama seperti hari sebelumnya, meski beberapa jenis cabai dan bawang menunjukkan pergerakan harga. Data pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas inti seperti beras, gula, minyak goreng, […]

  • Gaji Karyawan 9 Sektor Naik 2025

    Gaji Karyawan 9 Sektor Naik 2025

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata upah buruh nasional tetap Rp 3,33 juta pada November 2025, sama dengan Agustus 2025. Meski demikian, terdapat sembilan sektor usaha yang memberikan gaji lebih tinggi dari rata-rata nasional. Upah tertinggi ada pada Informasi dan Komunikasi sebesar Rp 5,17 juta, diikuti Aktivitas Keuangan dan Asuransi Rp 4,97 juta, […]

  • Cetak Laba Rp 47 Miliar per September 2025, Ini Strategi PPRO Genjot Kinerja Keuangan

    Cetak Laba Rp 47 Miliar per September 2025, Ini Strategi PPRO Genjot Kinerja Keuangan

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan pendapatan Rp 230 miliar hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 47 miliar. Perusahaan properti pelat merah ini juga mencatat beban usaha Rp 39 miliar, sedikit turun dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 40 miliar. Langkah efisiensi tersebut menjadi bagian […]

  • Daftar Pulau di Indonesia yang Pernah Dijual Online

    Daftar Pulau di Indonesia yang Pernah Dijual Online

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JBCNEWS.ID – Isu penjualan pulau di Indonesia kembali mencuat setelah dugaan Pulau Umang diperjualbelikan di media sosial. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa praktik jual beli pulau di Indonesia tidak memiliki dasar hukum dan dinyatakan ilegal. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pulau di Indonesia sempat diiklankan untuk dijual melalui situs […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.573 per Dolar AS

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Kamis (16/10/2025) pagi. Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.573 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.576 per dolar AS. Mayoritas mata uang di kawasan Asia juga menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,38%, disusul won […]

  • Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    Pasokan Properti Ritel Jakarta Stagnan di Kuartal III-2025, Okupansi Mal Turun Tipis ke 77,3%

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bisnis properti ritel Jakarta masih lesu di kuartal III-2025. Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, tidak ada tambahan proyek baru yang menambah pasokan ruang ritel di ibu kota. Sementara itu, tingkat okupansi mal Jakarta tercatat turun tipis dibanding kuartal sebelumnya. Dalam laporan Jakarta All Sector MarketBeat Reports Q3 2025, total pasokan kumulatif properti ritel […]

expand_less