Tentara Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 WNA Ditangkap
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Rab, 19 Nov 2025
- comment 0 komentar

Ribuan warga negara asing yang dibebaskan dari pusat operasi penipuan online dan diperdagangkan terjebak dalam ketidakpastian di Myawaddy, Myanmar, Rabu (26/2/2025). (REUTERS/Stringer)
JAMBISNIS.COM – Militer Myanmar melakukan penggerebekan besar-besaran terhadap pusat penipuan online di kawasan perbatasan Thailand, Shwe Kokko, dan menangkap hampir 350 warga negara asing yang terlibat dalam operasi tersebut.
Langkah agresif ini menjadi bagian dari upaya junta menindak kompleks pasar gelap dan jaringan kejahatan digital yang selama bertahun-tahun berkembang di wilayah konflik itu.
Menurut laporan media pemerintah The Global New Light of Myanmar, operasi dilakukan Selasa pagi. Pasukan menemukan aktivitas penipuan online berskala besar dan berhasil mengamankan 346 WNA yang sedang diselidiki. Tidak hanya itu, hampir 10.000 ponsel yang dipakai untuk aktivitas judi online juga disita.
Penggerebekan ini terjadi di tengah kritik internasional terkait maraknya “pabrik penipuan” di wilayah perbatasan Myanmar yang memanfaatkan perang berkepanjangan untuk menjalankan bisnis kriminal.
Selama bertahun-tahun, junta dituding membiarkan operasi tersebut berkembang. Namun sejak Februari, mereka mulai melakukan tindakan keras setelah mendapat tekanan kuat dari China, yang geram karena banyak warganya baik menjadi pelaku maupun korban penipuan dalam jaringan itu.
Sejumlah analis menilai operasi ini sekaligus menjadi propaganda politik, karena junta ingin meredakan tekanan Beijing tetapi tetap mempertahankan aliran uang yang masuk ke kelompok-kelompok milisi pro-pemerintah.
Shwe Kokko telah lama dikaitkan dengan She Zhijiang, pria berkewarganegaraan China-Kamboja yang dituduh sebagai gembong kriminal internasional. Ia ditangkap di Thailand pada 2022 dan baru diekstradisi ke China pekan lalu atas dugaan keterlibatan dalam usaha perjudian dan penipuan daring.
Menurut pemerintah AS, She mengubah wilayah kecil perbatasan Myanmar–Thailand menjadi pusat kejahatan global, lengkap dengan kasino ilegal, prostitusi, perdagangan narkoba, hingga jaringan scam internasional. Inggris dan AS sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada She serta perusahaan Yatai miliknya.
Penggerebekan Shwe Kokko bukan yang pertama. Pada Oktober lalu, junta juga menyerbu pusat penipuan KK Park dan menyatakan telah merobohkan lebih dari 600 bangunan yang digunakan untuk cybercrime.
Sejak awal tahun, Myanmar mengklaim sudah memulangkan sekitar 7.000 tersangka penipu ke berbagai negara asal. Thailand bahkan memperketat blokir internet lintas batas untuk mempersempit gerak jaringan kriminal ini.
Menurut laporan PBB, kerugian korban penipuan di Asia Tenggara dan Asia Timur mencapai US$37 miliar pada 2023. Jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih besar, mengingat banyak kasus tidak dilaporkan.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar