Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Penyaluran KUR UMKM Tembus Rp 238 Triliun hingga November 2025

Penyaluran KUR UMKM Tembus Rp 238 Triliun hingga November 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan kinerja positif. Hingga pertengahan November 2025, total penyaluran KUR telah mencapai Rp 238 triliun, atau setara 83 persen dari target tahunan sebesar Rp 286 triliun.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pencapaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan sektor UMKM di seluruh Indonesia. “Dari target Rp 286 triliun, sudah tersalurkan Rp 238 triliun atau sekitar 83 persen,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (17/11).

Maman menegaskan bahwa pemerintah menargetkan 60 persen porsi KUR dialokasikan ke sektor produksi, dan target tersebut berhasil dilewati. Hingga November, realisasi pembiayaan sektor produksi mencapai 60,7 persen atau Rp 144,9 triliun. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi sejak program KUR diluncurkan.

“Ini pertama kalinya dalam sejarah KUR target 60 persen sektor produksi dapat terealisasi, yakni 60,7 persen,” jelasnya.

Pemerintah juga mencatat tingginya minat pelaku usaha baru dalam memanfaatkan fasilitas KUR. Dari target 2,34 juta debitur baru, realisasinya telah mencapai 96 persen atau sekitar 2,25 juta debitur.

Sementara itu, graduasi debitur, yaitu pelaku usaha yang naik kelas dari skala super mikro ke mikro, mikro ke kecil, hingga kecil ke menengah, juga melampaui target. Dari target 1,1 juta–1,2 juta debitur, realisasinya sudah mencapai 112 persen atau sekitar 1,3 juta debitur.

Menurut Maman, KUR juga memberikan kontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja di sektor UMKM. Pemerintah memperkirakan potensi serapan tenaga kerja berada di kisaran 7,7 juta hingga 11,6 juta pekerja.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pelaku UMKM yang beroperasi di sektor informal. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mendorong transformasi menuju sektor formal.

“Ke depan, target kami adalah mendorong pelaku usaha informal untuk beralih ke sektor formal agar mereka lebih terlindungi dan naik kelas,” ujar Maman.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulai 1 Januari 2026, Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar 1–5%

    Mulai 1 Januari 2026, Ekspor Batu Bara Dikenai Bea Keluar 1–5%

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan mulai memberlakukan bea keluar ekspor batu bara pada 1 Januari 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pertambangan, terutama saat harga komoditas sedang tinggi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pengenaan bea keluar batu bara sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945, yang […]

  • Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Naik, Cabe Merah Turun

    Harga Sembako Jambi Hari Ini Stabil, Cabe Rawit Naik, Cabe Merah Turun

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Jambi pada Rabu (29/10/2025) terpantau relatif stabil, meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Jambi, perubahan harga terjadi pada beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang, sedangkan bahan pokok utama seperti beras, […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Lebih Murah, Buruan!

    Harga Emas Antam Hari Ini Lebih Murah, Buruan!

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam rontok lagi. Kini harganya dibanderol Rp2.992.000 per gram. Lebih murah dibandingkan pada sehari sebelumnya di level Rp2.997.000 per gram. Dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (16/3/2026), harga emas Antam turun Rp5.000 menjadi Rp2.992.000 per gram. Begitu pula harga beli kembali (buyback) emas Antam juga anjlok Rp5.000 menjadi Rp2.745.000 per gram. […]

  • IHSG Bangkit ke Zona Hijau, Saham NZIA dan WBSA Melonjak Pagi Ini

    IHSG Bangkit ke Zona Hijau, Saham NZIA dan WBSA Melonjak Pagi Ini

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada awal perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, setelah sempat dibuka di zona merah. Pergerakan ini ditopang oleh lonjakan sejumlah saham yang mencatatkan kenaikan signifikan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG sempat melemah ke level 6.201,8 saat pembukaan. Namun dalam 10 menit pertama perdagangan, indeks berbalik naik […]

  • Laba Bersih Gajah Tunggal (GJTL) Turun 20% di Kuartal III/2025 Jadi Rp789,69 Miliar

    Laba Bersih Gajah Tunggal (GJTL) Turun 20% di Kuartal III/2025 Jadi Rp789,69 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), produsen ban milik Lo Kheng Hong, mencatat penurunan laba bersih 20,12% menjadi Rp789,69 miliar pada kuartal III/2025 dibanding periode sama tahun lalu Rp988,55 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh penjualan bersih yang turun 2,38% menjadi Rp13,12 triliun dan beban pokok penjualan naik 1,13% menjadi Rp10,62 triliun. Penjualan pihak ketiga […]

  • Bangkit dari Keterpurukan, Harga Perak Antam Jadi Rp47.450

    Bangkit dari Keterpurukan, Harga Perak Antam Jadi Rp47.450

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam menguat pada perdagangan Senin (4/5/2026). Hal ini mengikuti harga perak dunia. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari laman logammulia, harga perak Antam naik Rp150 menjadi Rp47.450. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dipatok di Rp47.300. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,9%. Harga […]

expand_less