Rabu, 13 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan masukan resmi kepada pemerintah terkait perlunya penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) demi mendukung pemulihan ekonomi nasional. HKI menilai bahwa tarif PPN yang lebih rendah dapat memperkuat konsumsi masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas industri dalam beberapa tahun ke depan.

HKI mengusulkan penurunan tarif PPN dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028, yakni 10% pada 2026, 9% pada 2027, dan 8% pada 2028. Skema bertahap ini dinilai lebih realistis bagi pemerintah sekaligus mampu memberikan ruang pertumbuhan konsumsi yang lebih kuat.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa meski kenaikan PPN menjadi 11% bukan satu-satunya faktor pelemahan ekonomi belakangan ini, tekanan konsumsi tetap terasa cukup signifikan bagi sektor industri.

“Kami melihat penjualan turun dan ekspansi tertunda di banyak sektor. Bukan karena satu faktor saja, tetapi PPN yang tinggi ikut memberi tekanan pada pasar. Penurunan tarif secara bertahap akan membantu memulihkan keyakinan konsumen dan menggerakkan kembali produksi,” ujar Ma’ruf.

HKI juga menilai bahwa dampak penurunan PPN tak bisa dihitung secara linear. Meski penurunan 1 persen tarif berpotensi mengurangi penerimaan negara sekitar Rp70 triliun secara statis, perhitungan itu belum memasukkan efek meningkatnya transaksi dan konsumsi masyarakat.

“Ketika tarif turun, konsumsi naik, dan volume transaksi meningkat. Dalam banyak skenario, total penerimaan PPN justru bisa membaik karena basis pajaknya menjadi lebih besar,” jelasnya.

Menurut HKI, penyesuaian tarif PPN tidak hanya berdampak pada konsumsi, tetapi juga mempercepat pemulihan aktivitas industri di kawasan industri. Permintaan yang meningkat akan memicu pabrik meningkatkan kapasitas produksi, membuka shift tambahan, hingga memperluas fasilitas.

“Tarif 10 persen pada 2026 akan mengembalikan stabilitas. Penurunan lebih lanjut ke 9 persen dan 8 persen pada 2027–2028 akan menjadi akselerator pertumbuhan kawasan industri. Dampaknya langsung terasa: permintaan lahan naik, investasi baru masuk, dan kawasan industri menjadi pusat kegiatan ekonomi,” ujar Ma’ruf.

HKI berharap pemerintah mempertimbangkan usulan ini sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi jangka menengah, terutama untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan industri nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

    APBN Terancam Jebol, Prabowo Tetap Pertahankan Anggaran MBG

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menegaskan tidak akan mengutak-atik anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) meskipun risiko pelebaran defisit APBN 2026 kian nyata di tengah tekanan global. Sikap ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut program unggulan Presiden Prabowo Subianto sebagai investasi jangka panjang yang tidak boleh dikorbankan. “Program unggulan tidak ada yang diubah. […]

  • Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog mengambil langkah langsung dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idulfitri. Bulog berencana membangun kios khusus di ratusan pasar tradisional sebagai perpanjangan tangan distribusi stok pangan ke pengecer. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut ditempuh setelah hasil inspeksi pasar menunjukkan adanya indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas, […]

  • 306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    306 Proyek Properti Mandek karena Perizinan, Ancaman Investasi Rp34,5 Triliun dan 30.600 Lapangan Kerja

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) mengungkapkan bahwa sebanyak 306 proyek properti terhambat akibat kendala perizinan. Kondisi ini berpotensi menahan realisasi investasi hingga Rp34,5 triliun dan mengancam penciptaan 30.600 lapangan kerja. Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari laporan 16 Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI. Total lahan proyek yang […]

  • UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    UMK Jawa Barat 2026 Diproyeksi Naik 10,5 Persen, Kota Bekasi Tertinggi dan Banjar Terendah

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar terbaru datang dari sektor ketenagakerjaan. Jika usulan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2026 sebesar 10,5 persen disetujui, maka Kota Bekasi akan kembali mencatatkan diri sebagai wilayah dengan UMK tertinggi di Provinsi Jawa Barat, sementara Kota Banjar menjadi yang terendah. Menurut laporan Bisnis.com, kalangan buruh melalui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengajukan kenaikan […]

  • BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    BCA Tutup Anak Usaha di Hong Kong

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menutup salah satu anak usahanya yang beroperasi di Hong Kong. Anak perusahaan tersebut adalah BCA Finance Limited, yang selama ini bergerak di bidang layanan remitansi dan pembiayaan (money lending). Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 5 Januari 2026, Sekretaris Perusahaan BCA I Ketut Alam Wangsawijaya menyampaikan bahwa BCA […]

  • Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

    Pindad Siapkan Pabrik Mobil Nasional di Subang, Produksi 500.000 Unit

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pindad dilaporkan telah menyiapkan lahan industri di Subang, Jawa Barat sebagai upaya mendorong program mobil nasional yang tengah didorong pemerintah RI. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung produksi kendaraan hingga mencapai kapasitas 500.000 unit per tahun, dengan tahap awal produksi direncanakan mulai bergulir pada 2028, sebanyak 100.000 unit. “Pengembangan mobil nasional tidak bisa […]

expand_less