Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

Himpunan Kawasan Industri Usul Tarif PPN Turun Bertahap hingga 8 Persen pada 2028

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan masukan resmi kepada pemerintah terkait perlunya penyesuaian tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) demi mendukung pemulihan ekonomi nasional. HKI menilai bahwa tarif PPN yang lebih rendah dapat memperkuat konsumsi masyarakat dan menggerakkan kembali aktivitas industri dalam beberapa tahun ke depan.

HKI mengusulkan penurunan tarif PPN dilakukan secara bertahap mulai 2026 hingga 2028, yakni 10% pada 2026, 9% pada 2027, dan 8% pada 2028. Skema bertahap ini dinilai lebih realistis bagi pemerintah sekaligus mampu memberikan ruang pertumbuhan konsumsi yang lebih kuat.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma’ruf Maulana, menjelaskan bahwa meski kenaikan PPN menjadi 11% bukan satu-satunya faktor pelemahan ekonomi belakangan ini, tekanan konsumsi tetap terasa cukup signifikan bagi sektor industri.

“Kami melihat penjualan turun dan ekspansi tertunda di banyak sektor. Bukan karena satu faktor saja, tetapi PPN yang tinggi ikut memberi tekanan pada pasar. Penurunan tarif secara bertahap akan membantu memulihkan keyakinan konsumen dan menggerakkan kembali produksi,” ujar Ma’ruf.

HKI juga menilai bahwa dampak penurunan PPN tak bisa dihitung secara linear. Meski penurunan 1 persen tarif berpotensi mengurangi penerimaan negara sekitar Rp70 triliun secara statis, perhitungan itu belum memasukkan efek meningkatnya transaksi dan konsumsi masyarakat.

“Ketika tarif turun, konsumsi naik, dan volume transaksi meningkat. Dalam banyak skenario, total penerimaan PPN justru bisa membaik karena basis pajaknya menjadi lebih besar,” jelasnya.

Menurut HKI, penyesuaian tarif PPN tidak hanya berdampak pada konsumsi, tetapi juga mempercepat pemulihan aktivitas industri di kawasan industri. Permintaan yang meningkat akan memicu pabrik meningkatkan kapasitas produksi, membuka shift tambahan, hingga memperluas fasilitas.

“Tarif 10 persen pada 2026 akan mengembalikan stabilitas. Penurunan lebih lanjut ke 9 persen dan 8 persen pada 2027–2028 akan menjadi akselerator pertumbuhan kawasan industri. Dampaknya langsung terasa: permintaan lahan naik, investasi baru masuk, dan kawasan industri menjadi pusat kegiatan ekonomi,” ujar Ma’ruf.

HKI berharap pemerintah mempertimbangkan usulan ini sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi jangka menengah, terutama untuk mendorong daya beli masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan industri nasional.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dolar AS Mulai Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.860

    Dolar AS Mulai Tertekan, Rupiah Menguat ke Rp17.860

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali bangkit pada pembukaan perdagangan Rabu (19/8/2026). Setelah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kini kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah dibuka menguat 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp17.860 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut membawa rupiah sedikit menjauh dari level […]

  • Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Turun, Cabe Rawit Hijau Naik

    Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Turun, Cabe Rawit Hijau Naik

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Selasa (30/6/2026), didominasi kondisi stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas hortikultura masih mengalami fluktuasi, terutama cabai. Berdasarkan data terbaru Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, cabai merah besar turun 20 persen menjadi Rp 36.000 per kilogram. Penurunan serupa juga terjadi pada cabai […]

  • Bongkar Alasan Al Haris Jatuh Hati pada PT Semen Baturaja Setelah Tinggalkan Semen Padang

    Bongkar Alasan Al Haris Jatuh Hati pada PT Semen Baturaja Setelah Tinggalkan Semen Padang

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi, Al Haris, menerima audiensi jajaran pimpinan PT Semen Baturaja di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (24/11/2025). Pertemuan tersebut membahas perubahan wilayah pemasaran semen di Provinsi Jambi setelah dialihkan dari PT Semen Padang ke PT Semen Baturaja yang berada di bawah Semen Indonesia Group. Dalam audiensi itu, Al Haris didampingi Kepala Dinas […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (5/2/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan data pembaruan terakhir, mayoritas komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras secara umum berada dalam kondisi stabil. Beras Belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog berada di level Rp12.000 per kilogram. Harga […]

  • IRGC Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah

    IRGC Iran Buru 11.000 Tentara AS di Timur Tengah

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel semakin meningkat. Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC dilaporkan tengah melakukan operasi intelijen untuk melacak keberadaan sekitar 11.000 tentara Amerika Serikat yang berada di kawasan Timur Tengah. Media Iran yang dikutip oleh Al Jazeera menyebutkan bahwa badan intelijen IRGC telah mengeluarkan seruan kepada masyarakat […]

  • Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti Play Button

    Gebrakan Menteri Purbaya Untungkan Sektor Properti

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempatkan uang pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke perbankan disambut baik pelaku usaha, tak terkecuali pengusaha properti. Sebab, kebijakan ini penting di tengah kondisi ekonomi dan kredit yang melambat. Dikutip dari berbagai sumber, Purbaya menyampaikan bahwa sektor properti merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan […]

expand_less