Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

Regulasi Ketat Bikin Orang Kaya China Hengkang dari Singapura

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gelombang orang kaya asal China dilaporkan mulai meninggalkan Singapura. Negara yang sebelumnya menjadi tujuan favorit para taipan dan keluarga superkaya dari daratan China kini tidak lagi dianggap sebagai “surga aman” setelah pemerintah memperketat regulasi keuangan dan pengawasan kekayaan.

Mengutip CNBC, Minggu (16/11/2025), tren ini membalikkan arus besar sejak 2019 ketika banyak konglomerat China memilih Singapura menyusul protes prodemokrasi di Hong Kong dan penerapan Undang-Undang Keamanan Nasional. Stabilitas politik, lingkungan hukum yang kuat, serta bahasa yang familiar pernah menjadikan Singapura tempat ideal. Namun dalam dua tahun terakhir, daya tarik tersebut perlahan memudar.

Dampak Skandal Pencucian Uang Fujian

Perubahan sikap pemerintah Singapura dimulai setelah skandal pencucian uang senilai SGD 3 miliar pada 2023 dikenal sebagai “kasus Fujian”. Pemerintah memperketat pemeriksaan nasabah, penutupan rekening mencurigakan, hingga penyaringan dokumen KYC secara masif.

“Ketika berita Fujian tersiar, banyak orang Tionghoa kaya ini pergi. Hampir semuanya pindah ke Hong Kong, Timur Tengah, atau Jepang,” ujar Ryan Lin, Direktur Bayfront Law di Singapura.

Lin menyebut permintaan pendirian family office dari warga China kini turun hingga 50% dibanding 2022.

Aturan Kripto Membuat Eksodus Makin Besar

Pengetatan semakin terasa pada 2025 ketika Singapura mewajibkan seluruh platform yang menawarkan produk kripto dan tokenisasi—bahkan kepada klien luar negeri untuk mengantongi lisensi lokal.

MAS (Otoritas Moneter Singapura) juga menetapkan aturan baru seperti:

  • Modal minimum SGD 250.000
  • Biaya kepatuhan tinggi
  • Persyaratan AML lebih ketat
  • Selektivitas ekstrem dalam pemberian lisensi

“Aturan ini menjadi titik balik. Pengusaha kripto asal China kini memilih hengkang. Kesabaran saya sudah habis,” ujar Lin.

Pemeriksaan KYC Kian Ketat

Akibat regulasi baru, banyak rekening milik warga China yang ditutup secara tiba-tiba oleh bank Singapura. Pemeriksaan KYC dilakukan berlapis, membuat sejumlah investor merasa tidak lagi ‘disambut’.

Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam kebijakan keuangan Singapura, yang kini lebih ketat dan berorientasi pencegahan risiko, sekaligus mendorong arus kekayaan China untuk mencari tujuan baru di kawasan Asia dan Timur Tengah.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Saham Bergerak Tak Wajar, BEI Tetapkan UMA dan Pantau Ketat 5 Emiten

    Harga Saham Bergerak Tak Wajar, BEI Tetapkan UMA dan Pantau Ketat 5 Emiten

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat aktivitas perdagangan lima emiten yang mengalami pergerakan tidak biasa dan masuk kategori Unusual Market Activity (UMA). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan investor di pasar modal. Kelima emiten tersebut adalah PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), PT Jantra Grupo Indonesia Tbk […]

  • Profil Aceh Tamiang: Letak, Karakter Geografi, dan Dampaknya Setelah Banjir Besar 2025

    Profil Aceh Tamiang: Letak, Karakter Geografi, dan Dampaknya Setelah Banjir Besar 2025

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak banjir besar yang melanda Sumatra dalam beberapa hari terakhir. Sebelum bencana terjadi, daerah ini dikenal sebagai pintu masuk lintas darat menuju Provinsi Aceh serta memiliki kawasan pesisir dengan ekosistem mangrove terbesar di Aceh. Secara geografis, Aceh Tamiang berada pada koordinat 03°53’18,81”–04°32’56,76” LU dan […]

  • Penandatanganan terkait Participating Interest

    Terkait Hak Partisipasi Migas, PT JII dan PetroChina Teken Perjanjian

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hak Provinsi Jambi berupa Participating Interest (PI) atau hak partisipasi migas 10 persen kian mendekati kenyataan. Keinginan Provinsi Jambi sejak lama ini menujukkan progres positif. Rabu (12/11/2025) pekan lalu BUMD PT Jambi Indoguna Internasional (JII) resmi mengambil peran strategis di Wilayah Kerja (WK) Jabung melalui alokasi Participating Interest (PI) maksimum 10 persen. Proses […]

  • Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji penerapan pajak durian runtuh atau windfall tax terhadap komoditas nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk menangkap tambahan keuntungan perusahaan yang muncul akibat lonjakan harga komoditas di pasar global. Purbaya mengatakan skema pajak tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga tengah […]

  • Harga TBS Kelapa Sawit Naik Hampir Rp 100 per Kilogram

    Harga TBS Kelapa Sawit Naik Hampir Rp 100 per Kilogram

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga komoditas kelapa sawit sedang bagus. Terbaru, harga tandan buah segara sawit untuk Provinsi Jambi mencapai Rp 3.592,08 per kilogram TBS. Harga untuk periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026 tersebut naik Rp 98,66 per Kg untuk umur tanam 10-20 tahun. Kenaikan ini lebih tinggi dari kenaikan periode sebelumnya. Data yang diperoleh Jambisnis.com […]

  • Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    Masih Lemah, Rupiah Terkoreksi ke Rp16.749 per Dolar AS

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan pagi ini. Rupiah dibuka melemah sebesar 13 poin atau 0,08 persen menjadi Rp16.749 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.736 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS melemah 0,06% ke 99,53. Sementara itu, sejumlah mata uang di kawasan Asia dibuka bervariasi. Mata uang yen […]

expand_less