Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp16.724 per Dolar AS

  • account_circle darmanto zebua
  • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Kamis (13/11/2025). Rupiah dibuka melemah sebesar 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.724 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.717 per dolar AS.

Selain rupiah, mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS pagi ini. Seperti dolar Taiwan melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,07%, won Korea melemah 0,01%, dan yuan China melemah 0,01%. Sementara itu Dolar Singapura flat.

Sedangkan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pagi ini, Peso Filipina yang menguat 0,06%, yen Jepang menguat 0,03%, ringgit Malaysia menguat 0,03% dan dolar Hong Kong menguat 0,02% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,47, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,49.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat nilai tukar rupiah terhadap dolar masih akan tertekan. “Hari ini mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.720 sampai Rp16.760,” ujarnya.

Untuk sentimen dari dalam negeri, menurut Ibrahim pasar akan mecermati data-data makro ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33% pada 2026. Proyeksi tersebut di bawah target yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR yaitu sebesar 5,4%.

Prakiraan pertumbuhan 5,33% pada tahun depan itu berdasarkan perkembangan ekonomi global maupun domestik. Proyeksi BI itu juga di bawah target Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 5,4%. Target pemerintah juga realistis, namun tergantung kecepatan realisasi belanja stimulasi fiskal ke depan.

Sedangkan, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 4,9% pada 2026, jauh lebih rendah dari target pemerintah maupun BI.

“Sementara untuk ekonomi domestik, BI turut mempertimbangkan rencana dukungan bank sentral untuk mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga hingga ekspansi likuiditas moneter dan makroprudensial,” tandas Ibrahim.(*)

 

  • Penulis: darmanto zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONI Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Lewat Bimtek

    KONI Jambi Perkuat Tata Kelola Keuangan Lewat Bimtek

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menitikberatkan pembenahan tata kelola keuangan sebagai langkah krusial dalam mengejar target prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek), KONI Jambi berupaya memperkuat sistem administrasi keuangan agar lebih tertib, transparan, dan sesuai aturan hukum. Langkah ini dinilai penting di tengah keterbatasan anggaran […]

  • Ahli Konstruksi Ingatkan Pentingnya SNI dan SLF untuk Semua Gedung

    Ahli Konstruksi Ingatkan Pentingnya SNI dan SLF untuk Semua Gedung

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ahli Konstruksi Davy Sukamta menyarankan seluruh bangunan gedung harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Standar Layak Fungsi (SLF). Hal itu salah satunya guna memitigasi terjadinya kebakaran gedung. “Kita punya SNI 03-1735-2000 yang mengatur akses bangunan dan akses lingkungan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan gedung,” kata Davy Sukamta dikutip Kompas.com, Kamis (11/12/2025). […]

  • BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    BPS: Batang Hari Miliki Peserta BPJS PBI Tertinggi, Kota Jambi Dominasi BPJS Non-PBI pada 2025

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perbedaan pola kepesertaan jaminan kesehatan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi sepanjang 2025. Data yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tersebut menunjukkan Batang Hari menjadi daerah dengan persentase peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) tertinggi, sementara Kota Jambi mendominasi kepesertaan BPJS Kesehatan Non-PBI. […]

  • Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

    Rupiah Tersungkur Lagi! Tembus Rp18.107 per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali tertekan pada pembukaan perdagangan Senin (8/6/2026). Mata uang Indonesia melemah cukup tajam seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di pasar global. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah tercatat menyusut 71 poin atau 0,39 persen menjadi Rp18.107 per dolar AS. Posisi tersebut turun dibandingkan penutupan sebelumnya yang […]

  • BRI Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Transaksi Luar Negeri Pakai Kartu Kredit

    BRI Tawarkan Cashback Rp1 Juta untuk Transaksi Luar Negeri Pakai Kartu Kredit

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menghadirkan promo kartu kredit bagi nasabah yang bertransaksi di luar negeri, dengan penawaran cashback hingga Rp1 juta serta fasilitas cicilan bunga 0 persen. Program ini berlaku mulai 9 April hingga 31 Mei 2026 dan ditujukan bagi pemegang kartu kredit BRI, khususnya segmen premium. Nasabah dapat memperoleh cashback dengan syarat […]

  • Pemerintah Amankan 14.239 Hektare Tanah Bermasalah Sepanjang 2025

    Pemerintah Amankan 14.239 Hektare Tanah Bermasalah Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencatat pada tahun 2025 melalui Satgas pusat telah menetapkan 185 orang tersangka, dengan total bidang tanah seluas 14.239 hektare. Adapun potensi nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 23,265 triliun. Tindakan tegas, kerja sama komprehensif, serta kolaborasi lintas institusi menjadi kunci memastikan penegakan hukum […]

expand_less