Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 13 Nov 2025
- comment 0 komentar

Ilustrasi - Karyawan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)
JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis industri konstruksi nasional akan kembali bergairah pada 2026. Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp20 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar dan restrukturisasi keuangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa target tersebut tengah dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
“Kami sedang menyusun RKAP 2026, dan target kontrak baru akan lebih besar dibanding tahun 2025, yakni di atas Rp20 triliun,” ujar Agung dalam paparan publik WIKA di Jakarta, Rabu (12/11).
Menurut Agung, proses restrukturisasi keuangan komprehensif yang dilakukan WIKA menjadi langkah penting agar perusahaan lebih kuat dalam mengerjakan proyek besar di tahun depan. Agung menilai tanda-tanda kebangkitan industri konstruksi (rebound) sudah mulai terlihat sejak akhir 2025. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah lelang proyek pemerintah maupun swasta, yang diperkirakan akan melonjak pada awal 2026.
“Kami meyakini proyek-proyek akan rebound di awal 2026. Bahkan sekarang sudah mulai banyak lelang baru,” ungkapnya.
Agung juga menyebut bahwa Danantara Indonesia lembaga yang ditunjuk untuk melakukan konsolidasi BUMN berkomitmen memperkuat sektor konstruksi. Langkah ini diharapkan membuat seluruh BUMN Karya lebih sehat dan efisien, termasuk WIKA.
“Danantara berharap semua BUMN Karya pada 2026 bisa mencatatkan kinerja positif dan untung,” katanya.
Saat ini, WIKA terus berkoordinasi dengan Danantara terkait restrukturisasi dan penyehatan keuangan, agar perusahaan siap mengeksekusi proyek-proyek strategis nasional. Per September 2025, WIKA mencatat kontrak baru senilai Rp6,19 triliun, turun 60,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp15,58 triliun. Pendapatan bersih perusahaan juga menurun menjadi Rp9,09 triliun, dari Rp12,54 triliun pada 2024. Meski demikian, WIKA yakin kinerja akan membaik seiring restrukturisasi selesai dan proyek baru mulai berjalan pada 2026.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar