Bulog Sumut Genjot Penyaluran Beras SPHP untuk Jaga Pasokan hingga Akhir 2025
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai mitra guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan hingga akhir Desember 2025
JAMBISNIS.COM – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke berbagai mitra guna menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan hingga akhir Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap menurunnya hasil panen gabah di wilayah tersebut.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan bahwa pasokan gabah kering panen (GKP) di Sumatera Utara mengalami penurunan menjelang akhir tahun. Untuk mengantisipasi kelangkaan beras di pasar, Bulog menggencarkan distribusi beras SPHP melalui sejumlah mitra kerja.
“Kami terus meningkatkan penyaluran beras SPHP di sejumlah mitra karena pasokan beras ke depan semakin mengecil akibat panen yang sedikit,” ujar Budi di Medan, Selasa (4/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa hingga awal November 2025, Bulog Sumut telah menyalurkan sekitar 32.782 ton beras SPHP. Penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), pasar rakyat, gerai pangan binaan pemerintah daerah, serta BUMN yang bergerak di bidang pangan.
Harga jual beras SPHP tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram, meski setiap instansi atau mitra dapat menyesuaikan harga jual berdasarkan kebijakan internalnya.
Menurut Budi, total target penyaluran beras SPHP hingga Desember 2025 mencapai 89.861 ton. Bulog berharap kerja sama dengan berbagai pihak dapat mempercepat distribusi ke daerah-daerah pelosok dan memberikan alternatif harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya kerja sama ini, beras SPHP bisa cepat tersalur hingga ke daerah pelosok Sumut dan menjadi pilihan masyarakat dalam membeli beras dengan harga wajar,” tutur Budi.
Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, menilai program SPHP yang dijalankan Bulog efektif dalam menekan lonjakan harga beras di pasar.
“Intervensi Bulog melalui penyaluran beras SPHP sejauh ini efektif dalam menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Menurut Gunawan, di tengah menurunnya produksi akibat faktor cuaca dan berkurangnya area panen, kehadiran beras SPHP di pasar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di Sumatera Utara.
Selain penyaluran beras SPHP, Bulog Sumut juga aktif mendukung berbagai program nasional di bidang pangan, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras ke ritel modern dan pasar tradisional, serta distribusi jagung SPHP bagi peternak skala mikro.
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog menjaga ketahanan pangan daerah, mendukung kesejahteraan petani, serta memperkuat stabilitas harga di tingkat konsumen.
Dengan target penyaluran hampir 90 ribu ton beras SPHP hingga akhir tahun, Bulog optimistis program ini dapat membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga akibat penurunan pasokan beras nasional.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar