Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » 6.811 Jargas Tanjabbar Belum Aktif, Pemkab Usulkan 19.750 Sambungan Baru pada 2027

6.811 Jargas Tanjabbar Belum Aktif, Pemkab Usulkan 19.750 Sambungan Baru pada 2027

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 48 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ribuan rumah tangga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, masih menunggu pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) yang telah selesai dibangun. Sebanyak 6.811 sambungan rumah (SR) yang rampung dikerjakan hingga kini belum diaktivasi, sehingga masyarakat belum bisa menikmati layanan energi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tanjabbar berharap proses aktivasi segera dilakukan agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Tanjabbar, Suparti, mengatakan pekerjaan konstruksi jargas telah selesai. Namun, fasilitas tersebut belum dapat digunakan masyarakat karena proses aktivasi belum terlaksana.

“Pekerjaan konstruksi sudah selesai, namun belum aktivasi, Pemkab berharap jargas yang sudah selesai dibangun dapat segera diaktivasi,” kata Suparti, Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah juga berharap pembangunan jargas dapat berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Tanjabbar diusulkan menjadi salah satu daerah prioritas untuk mendapatkan alokasi pembangunan jaringan gas pada periode berikutnya.

Perluasan jaringan tersebut dinilai penting untuk menyediakan alternatif energi yang lebih ekonomis bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Tungkal Ilir. Selain kebutuhan rumah tangga, ketersediaan gas bumi juga berpotensi mendukung aktivitas usaha yang membutuhkan pasokan energi secara rutin.

Usulkan Tambahan 19.750 Sambungan pada 2027

Sebelumnya, Wakil Bupati Tanjabbar Katamso telah meminta Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pengoperasian jaringan gas yang sudah dibangun di wilayahnya.

Katamso menegaskan, infrastruktur yang telah selesai harus segera difungsikan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Menurut dia, kebutuhan jargas tidak terbatas pada kegiatan rumah tangga, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan usaha kecil.

“Perhatian kami, bagaimana infrastruktur yang sudah selesai dibangun ini dapat segera difungsikan. Masyarakat sangat membutuhkan jargas, tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung kegiatan UMKM,” ungkapnya.

Selain meminta percepatan aktivasi 6.811 sambungan yang telah selesai dibangun, Pemkab Tanjabbar mengusulkan penambahan 19.750 SR baru yang tersebar di beberapa kecamatan untuk diprioritaskan dalam program nasional 2027.

Usulan tersebut diharapkan memperluas akses energi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG tabung tiga kilogram bersubsidi. Selama ini, LPG bersubsidi menjadi salah satu sumber energi rumah tangga, tetapi pasokannya terkadang mengalami kelangkaan di pasaran.

Berpotensi Tekan Biaya Energi UMKM

Perluasan jargas berpotensi membuka pilihan sumber energi bagi pelaku UMKM, terutama usaha yang membutuhkan gas untuk kegiatan produksi sehari-hari. Apabila layanan telah aktif dan tarifnya sesuai kebutuhan pengguna, jaringan gas dapat menjadi alternatif dalam mengelola pengeluaran energi.

Meski demikian, manfaat ekonominya akan bergantung pada kepastian pasokan, tarif, kesiapan sambungan, serta kesesuaian penggunaan gas dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga dan usaha.

Pemkab Tanjabbar menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mengawal aktivasi jaringan yang telah rampung sekaligus memperjuangkan usulan sambungan baru.

Dengan pengoperasian yang dipercepat dan perluasan jaringan pada periode berikutnya, program jargas diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu masyarakat memperoleh akses energi dan mendukung aktivitas ekonomi daerah.(*)

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.911, Menjauh dari Rp18.000

    Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.911, Menjauh dari Rp18.000

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Angin segar akhirnya berembus ke rupiah. Setelah sempat loyo pada perdagangan sebelumnya, mata uang Indonesia kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Mengutip Antara, rupiah hari ini berada di level Rp17.911 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menguat 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.917 […]

  • Film Mantagi: Menyusuri Batanghari, Menyalakan Kembali Kesadaran Manusia di Tanah Jambi

    Film Mantagi: Menyusuri Batanghari, Menyalakan Kembali Kesadaran Manusia di Tanah Jambi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Film Mantagi hadir bukan sekadar sebagai tontonan layar lebar, melainkan sebagai perjalanan batin yang mengalir mengikuti denyut Sungai Batanghari. Dikemas dalam format antologi dengan lima cerita yang berdiri sendiri, film ini merajut satu benang merah tentang relasi manusia dan air, serta kesadaran yang perlahan memudar dalam diri manusia, yang disebut sebagai “mantagi”. Pengambilan […]

  • Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    Rupiah Pagi Ini Melemah Jadi Rp16.903 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Jumat (20/2/2026). Dibuka pagi ini rupiah melemah 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup melemah ke level Rp16.894 per dolar AS. Tekanan eksternal membuat mata uang Asia, termasuk rupiah, kesulitan bangkit di tengah sentimen risiko yang masih rapuh. Sementara itu, […]

  • Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    Kementerian PKP Tambah Rumah Subsidi Buat Nakes, Segini Totalnya

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabar gembira dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kemeterian PKP menambah kuota rumah subsidi permanen bagi 5.000 unit bagi nakes. Sehingga, totalnya menjadi 35.000 unit. Para nakes tersebut terdiri dari tiga profesi yaitu Tenaga Kesehatan Perawat Anestesi, Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), serta Tenaga Kesehatan Terapis […]

  • Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi sorotan publik setelah diusulkan sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Istana Kepresidenan membenarkan bahwa Thomas masuk dalam daftar kandidat yang diajukan pemerintah untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Juda Agung. Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI sebagai dasar pelaksanaan uji kelayakan […]

  • Freeport Diproyeksi Setor Rp100 Triliun ke Negara Mulai 2028

    Freeport Diproyeksi Setor Rp100 Triliun ke Negara Mulai 2028

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) diproyeksikan meningkatkan kontribusinya terhadap penerimaan negara hingga mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun mulai 2028. Proyeksi tersebut seiring dengan pulihnya kapasitas produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang ditargetkan kembali beroperasi normal dalam beberapa tahun ke depan. Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan kontribusi tersebut […]

expand_less