Soroti Bangunan Tahan Gempa, Dody Sebut Indonesia Harus Contoh Jepang
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

PROPERTI: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada suatu acara.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginginkan Indonesia harus mencontoh Jepang terkait penerapan bangunan tahan gempa. Dody beralasan, Indonesia berada di ring of fire atau cincin api. Hal itu ditandai dengan aktivitas gunung berapi dan gempa bumi berkala akibat pergerakan dan pertemuan lempeng-lempeng tektonik.
“Kita harus mulai mencontoh Jepang. Memang kemudian ada tim dari Jepang datang,” kata Dody dalam Seminar Internasional di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (4/11/2025).
Konstruksi tahan gempa juga disebutkan Dody diperlukan untuk mendorong penerapan infrastruktur berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Sebagai bentuk komitmen penerapan infrastruktur berkelanjutan, pemerintah saat ini fokus untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah terbangun. Hal ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada kementerian yang bertanggung jawab dalam bidang infrastruktur tanah air itu.
“Arahan pertama dari Pak Presiden adalah Pak Menteri PU tolong dicek apakah infrastruktur yang kemarin kita bangun sudah memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sementara fokus kerja utama Kementerian PU adalah soal swasembada pangan, sebagaimana arahan Prabowo. Dalam hal ini, Dody diminta untuk memastikan apakah bendungan-bendungan yang sudah terbangun telah dimanfaatkan dengan optimal untuk irigasi pertanian.
“Misalnya bendungan-bendungan itu yang memang mempunyai fungsi irigasi, apakah misalnya jaringan irigasinya sudah dibangun. Dari situ baru ketahuan, oh iya memang ada belum karena waktu itu belum kita kerjakan,” ucapnya.
Sementara dari sisi jalan tol, Dody diminta untuk memastikan bahwa jaringan jalan tol terhubung, baik antar jalan tol maupun dengan jalan daerah, sehingga bisa menumbuhkan perekonomian. “Jalan-jalan tol ini exit-exitnya harus misalnya membuka kawasan-kawasan industri baru,” ujarnya.(*)
- Penulis: darmanto zebua

Saat ini belum ada komentar