Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Rupiah Balik Tertekan! Cek Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

Rupiah Balik Tertekan! Cek Kurs Dolar di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Rupiah kembali kehilangan tenaga. Setelah sempat menguat, mata uang Indonesia kembali melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (10/9/2026).

Mengutip Antara, rupiah hari ini dibuka di level Rp17.512 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.511 per dolar AS.

Disisi lain, indeks dolar AS justru melemah 0,05 persen ke level 99.771.

Sementara itu, kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank besar pada Kamis (10/9/2026) menunjukkan variasi. Berikut rinciannya:

Kurs Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.18 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.515 dan harga jual Rp17.535 melalui e-rate.

Untuk transaksi TT counter, BCA mematok harga beli sebesar Rp17.360 dan harga jual Rp17.640.

Sedangkan berdasarkan bank notes, harga beli dan jual dolar AS masing-masing berada di level Rp17.360 dan Rp17.640.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan kurs dolar AS untuk special rate dengan harga beli Rp17.490 dan harga jual Rp17.520 per dolar AS.

Pada transaksi TT Counter, harga beli dolar AS dipatok Rp17.300, sedangkan harga jual Rp17.600.

Sementara untuk bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp17.300 dan harga jual Rp17.600 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.543 per dolar AS.

Sedangkan harga jual dolar AS berada di level Rp17.569 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.05 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.507 dan harga jual Rp17.537 untuk special rates.

Pada transaksi TT Counter, BNI mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.360 dan harga jual Rp17.660.

Sementara berdasarkan bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan Rp17.395, sedangkan harga jual mencapai Rp17.695 per dolar AS.

Perbedaan kurs di masing-masing bank tersebut menjadi hal penting bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi dolar AS. Kurs yang berlaku dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan kebijakan masing-masing bank.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.

 

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Singgung “Beking Seragam Ijo-Coklat” di DPR, Warning Keras Oknum Aparat dan Pejabat

    Prabowo Singgung “Beking Seragam Ijo-Coklat” di DPR, Warning Keras Oknum Aparat dan Pejabat

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam forum resmi penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 itu, Prabowo secara terbuka menyinggung adanya praktik “beking” oleh oknum aparat berseragam. “Biasanya mereka itu […]

  • Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    Jelang High Season, Dafam Property (DFAM) Siapkan Strategi Bundling hingga Dynamic Pricing untuk Dongkrak Okupansi Hotel

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang musim libur akhir tahun yang menjadi momentum emas bagi industri perhotelan, PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) tak tinggal diam di tengah tekanan bisnis sepanjang 2025. Perseroan menyiapkan strategi agresif mulai dari paket bundling hingga penerapan dynamic pricing untuk menggenjot okupansi hotel di periode high season Natal dan Tahun Baru. Sekretaris Perusahaan […]

  • Rupiah Terpukul, Segini Nilainya Pagi Ini

    Rupiah Terpukul, Segini Nilainya Pagi Ini

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah. Pada perdagangan pagi ini, Selasa (24/2/2026), rupiah bergerak melemah 33 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.835 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.802 per dolar AS. Pelemahan terjadi seiring penguatan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu sikap risk-off di pasar global. Pelemahan mata […]

  • Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    Harga Batubara Acuan (HBA) Naik ke US$ 103,43 per Ton pada April 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikkan Harga Batubara Acuan (HBA) pada periode kedua April 2026. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 145.K/MB.01/MEM.B/2026 yang ditetapkan pada 15 April 2026, seluruh kategori batubara dari berbagai tingkat kalori tercatat mengalami kenaikan harga. Untuk batubara kalori tinggi dengan nilai 6.322 kcal/kg GAR, HBA ditetapkan sebesar […]

  • BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    BPJPH Gandeng BPS Perkuat Data Halal, Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik dalam rangka mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, khususnya melalui integrasi dan pemutakhiran data pelaku usaha halal nasional. Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa penguatan basis data menjadi langkah strategis dalam menghasilkan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, terutama di tengah perluasan […]

  • Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

    Bank Diprediksi Akan Ramai Menerbitkan Surat Utang

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penerbitan surat utang masih jadi alternatif jitu bagi perbankan dalam mencari sumber likuiditas. Ini tercermin dari ramainya bank yang telah memberikan mandat pada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk menerbitkan surat utang. Berdasarkan data Pefindo per 30 September, setidaknya ada lima bank yang berencana menerbitkan surat utang. Di mana, nilainya mencapai Rp 11,7 […]

expand_less