Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » Dolar AS Sentuh Rp17.775, Ini Kurs di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

Dolar AS Sentuh Rp17.775, Ini Kurs di BCA, Mandiri, BRI dan BNI

  • account_circle -
  • calendar_month 37 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali melemah. Mata uang Indonesia tidak bertenaga terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026).

Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah 50 poin atau 0,28 persen ke level Rp17.775 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sehari sebelumnya, rupiah ditutup di posisi Rp17.725 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar tercatat melemah 0,05 persen ke level 99,119. Indeks dolar tersebut berbalik arah setelah pada perdagangan sebelumnya menguat 0,25 persen.

Sementara itu, harga dolar AS di sejumlah bank besar nasional juga bergerak pada kisaran Rp17.000-an. Berikut kurs jual beli dolar AS pada Kamis  pagi:

Kurs Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada pukul 09.21 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.760 dan harga jual Rp17.780 melalui e-rate.

Untuk transaksi TT counter, BCA mematok kurs beli Rp17.570 dan kurs jual Rp17.850.

Sementara berdasarkan bank notes, harga beli dolar AS berada di level Rp17.570, sedangkan harga jual Rp17.850.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan special rate dolar AS dengan harga beli Rp17.740 dan harga jual Rp17.770 per dolar AS.

Untuk TT counter, kurs beli berada di level Rp17.530, sedangkan kurs jual Rp17.830.

Adapun melalui bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli Rp17.490 dan harga jual Rp17.790 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada pukul 09.20 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.648 per dolar AS.

Sementara harga jual dipatok Rp17.799 per dolar AS.

Kurs Dolar AS di BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) pada pukul 09.20 WIB menetapkan special rate dengan harga beli dolar AS Rp17.765 dan harga jual Rp17.795.

Untuk TT counter, BNI menetapkan harga beli Rp17.530 dan harga jual Rp17.830.

Sementara berdasarkan bank notes, harga beli dolar AS berada di level Rp17.570, sedangkan harga jual mencapai Rp17.870 per dolar AS.

Perbedaan kurs di masing-masing bank dipengaruhi jenis transaksi dan layanan yang digunakan. Karena itu, masyarakat yang hendak membeli atau menjual dolar AS perlu mencermati jenis kurs yang berlaku.(*)

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • CNG Digadang Gantikan LPG, Pemerintah Uji Coba Tabung 3 Kg untuk Tekan Impor Energi

    CNG Digadang Gantikan LPG, Pemerintah Uji Coba Tabung 3 Kg untuk Tekan Impor Energi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mulai menguji penggunaan compressed natural gas (CNG) sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) guna menekan ketergantungan impor energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan uji coba difokuskan pada pengembangan tabung CNG berukuran 3 kilogram, setara dengan LPG subsidi yang digunakan masyarakat luas. “CNG ini untuk 3 kilogram, masih […]

  • China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    China Raup Rp 156 Triliun dari Micro Drama, Terbesar di Dunia

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pendapatan industri micro drama China terus melonjak tajam. Berdasarkan laporan The Micro-Drama Economy 2025 dari Media Partners Asia (MPA), industri ini diproyeksi menghasilkan USD 9,4 miliar atau sekitar Rp 156,06 triliun (kurs Rp 16.566,73 per USD) pada tahun 2025, meningkat dari USD 5,1 miliar pada 2023 dan USD 6,9 miliar pada 2024. MPA […]

  • 5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa sangka, di balik kesibukan para pejabat tinggi negara, mereka juga punya menu kuliner sederhana yang selalu menggoda: sate. Olahan daging bakar yang disiram bumbu kacang atau kecap ini ternyata jadi favorit banyak tokoh penting Tanah Air. Dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masing-masing punya tempat langganan sate andalan. […]

  • Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    Purbaya Sebut Coretax Bermasalah dan “Aneh”, Ada Integrasi ke Vendor, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui sistem perpajakan Coretax masih menghadapi sejumlah persoalan, baik dari sisi teknis maupun desain. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan wajib pajak terkait gangguan saat pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Purbaya mengatakan, hasil penelusuran awal menunjukkan adanya kejanggalan dalam sistem. Ia menyebut Coretax kerap mengalami gangguan yang membuat […]

  • Wali Kota Sungai Penuh Usul Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo

    Wali Kota Sungai Penuh Usul Fly Over Sungai Penuh–Tapan dan Kerinci–Bungo

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dorongan pembangunan infrastruktur kembali mengemuka dari wilayah barat Jambi. Pemerintah Kota Sungai Penuh menilai keterisolasian akses masih menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi daerah. Usulan tersebut disampaikan dalam forum Diskusi Rabuan Roadshow Tenaga Ahli Gubernur Jambi 2026 yang digelar di Sungai Penuh, Kamis, 21 Mei 2026. Sambutan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dibacakan Wakil […]

  • Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dipastikan batal rampung pada 2025. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penggabungan perusahaan tersebut bergeser ke kuartal I 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena masih banyak persoalan keuangan yang harus dibereskan sebelum penggabungan […]

expand_less