Kamis, 27 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Sawit dan Karet Jadi Penopang, NTP Jambi Naik 13,35 Persen Setahun

Sawit dan Karet Jadi Penopang, NTP Jambi Naik 13,35 Persen Setahun

  • account_circle say say
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sektor perkebunan kembali menunjukkan perannya terhadap ekonomi petani Jambi. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama karet dan kelapa sawit, ikut menopang penguatan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni 2026. Jika dibandingkan Juli tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat 13,35 persen.

Kenaikan itu tidak terlepas dari membaiknya indeks harga yang diterima petani. Pada Juli, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,91 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,12 persen.

Karet dan kelapa sawit menjadi penting karena keduanya merupakan bagian dari subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memiliki bobot besar dalam perekonomian pertanian Jambi.

Gambaran kekuatan subsektor tersebut terlihat dalam data BPS 2025. Sepanjang tahun itu, NTP tanaman perkebunan rakyat Jambi mencapai 189,03, jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman pangan yang berada di 106,73.

NTUP tanaman perkebunan rakyat bahkan mencapai 192,52. Angka tersebut menunjukkan penerimaan dari usaha perkebunan relatif jauh lebih tinggi dibandingkan biaya produksi dan penambahan barang modal.

Kinerja perkebunan juga menjadi salah satu alasan mengapa NTP Jambi secara keseluruhan berada di posisi tinggi di Sumatera. Pada 2025, NTP Jambi rata-rata mencapai 171,45, menempati peringkat ketiga di Sumatera setelah Bengkulu dan provinsi lainnya dengan capaian lebih tinggi.

Tren penguatan berlanjut pada 2026. Pada Juni, BPS mencatat NTP Jambi mencapai 188,77, naik 1,10 persen. Kenaikan tersebut didorong It yang tumbuh 2,10 persen, lebih tinggi dibandingkan Ib yang naik 0,98 persen. Subsektor tanaman perkebunan rakyat pada periode itu juga meningkat 1,20 persen.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan harga komoditas perkebunan memiliki pengaruh besar terhadap daya beli petani Jambi.

Namun, tingginya NTP tidak berarti seluruh petani menikmati kondisi yang sama. Pergerakan harga komoditas tetap menjadi faktor penting yang dapat menyebabkan pendapatan petani berubah dari waktu ke waktu.

Karena itu, stabilitas harga dan efisiensi biaya produksi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga penguatan ekonomi petani Jambi.

Sumber: BPS Provinsi Jambi, Nilai Tukar Petani dan Inflasi Perdesaan Provinsi Jambi 2025 serta rilis NTP Juli 2026.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampanye Natal “Wrapped in Love” The Body Shop Beri Dukungan bagi Perempuan Papua

    Kampanye Natal “Wrapped in Love” The Body Shop Beri Dukungan bagi Perempuan Papua

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – The Body Shop Indonesia meluncurkan kampanye Natal “Wrapped in Love” yang menggabungkan rilis produk edisi khusus dengan inisiatif sosial untuk pemberdayaan perempuan di Papua. Lewat program ini, sebanyak 5 persen dari total penjualan Christmas Gift akan disalurkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi perempuan di Namatota, Papua Barat Daya. Head of Marketing & E-Commerce The […]

  • Harga HP dan Laptop Melonjak di RI Awal 2026, Ponsel Murah Paling Terpukul

    Harga HP dan Laptop Melonjak di RI Awal 2026, Ponsel Murah Paling Terpukul

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga laptop dan ponsel di Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada awal tahun 2026. Lonjakan harga ini dipicu oleh kelangkaan serta kenaikan harga chip memori global yang berdampak langsung pada pasar elektronik dalam negeri. Pantauan di sejumlah pusat penjualan elektronik di Jakarta menunjukkan kenaikan harga terjadi pada berbagai merek smartphone dan laptop. Segmen ponsel […]

  • Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

    Uang Beredar Naik ke Rp 2.152 Triliun, Tanda Ekonomi Indonesia Makin Pulih

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang beredar dalam arti sempit atau base money (M0) pada September 2025 mencapai Rp 2.152,4 triliun, meningkat 18,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tajam ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi nasional terus membaik di tengah berbagai stimulus dan peningkatan investasi. Sebelumnya, pada Agustus 2025, pertumbuhan uang beredar […]

  • Resep Gulai Ikan Semah Khas Kerinci Jambi, Sisiknya Dimakan dan Rasanya Gurih

    Resep Gulai Ikan Semah Khas Kerinci Jambi, Sisiknya Dimakan dan Rasanya Gurih

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gulai ikan semah menjadi salah satu kuliner khas dari Kerinci, Provinsi Jambi, yang memiliki cita rasa gurih dan unik. Hidangan ini cukup terkenal karena menggunakan ikan semah, jenis ikan endemik yang hidup di hulu sungai berarus deras dan kawasan air terjun. Keunikan gulai ikan semah terletak pada cara pengolahannya. Berbeda dengan kebanyakan olahan […]

  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Lagi, Tembus Rp2,599 Juta per Gram

    Update Harga Emas Antam Hari Ini: Ambruk Lagi, Tembus Rp2,599 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi Antam anjlok lagi. Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), logam mulia yang banyak diminati masyarakat itu kembali terkoreksi sebesar Rp4.000. Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.599.000 per gram. Angka tersebut turun dari perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp2.603.000 per gram. Tak hanya harga jual, […]

  • Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    Ekspor Mobil Toyota ke Timur Tengah Tertunda Akibat Konflik Iran dan AS

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik yang memanas antara Amerika Serikat dan Iran berdampak pada aktivitas ekspor mobil dari Indonesia ke kawasan Timur Tengah. Salah satu yang terdampak adalah pengiriman kendaraan produksi Toyota dari pabrik di Indonesia. Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto, mengatakan proses produksi kendaraan untuk pasar ekspor masih berjalan normal sesuai pesanan […]

expand_less