Sawit dan Karet Jadi Penopang, NTP Jambi Naik 13,35 Persen Setahun
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

NTP Jambi naik 13,35 persen secara tahunan pada Juli 2026. Komoditas perkebunan seperti karet dan kelapa sawit menjadi salah satu pendorong.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Sektor perkebunan kembali menunjukkan perannya terhadap ekonomi petani Jambi. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama karet dan kelapa sawit, ikut menopang penguatan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni 2026. Jika dibandingkan Juli tahun sebelumnya, angka tersebut meningkat 13,35 persen.
Kenaikan itu tidak terlepas dari membaiknya indeks harga yang diterima petani. Pada Juli, Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 0,91 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 0,12 persen.
Karet dan kelapa sawit menjadi penting karena keduanya merupakan bagian dari subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memiliki bobot besar dalam perekonomian pertanian Jambi.
Gambaran kekuatan subsektor tersebut terlihat dalam data BPS 2025. Sepanjang tahun itu, NTP tanaman perkebunan rakyat Jambi mencapai 189,03, jauh lebih tinggi dibandingkan tanaman pangan yang berada di 106,73.
NTUP tanaman perkebunan rakyat bahkan mencapai 192,52. Angka tersebut menunjukkan penerimaan dari usaha perkebunan relatif jauh lebih tinggi dibandingkan biaya produksi dan penambahan barang modal.
Kinerja perkebunan juga menjadi salah satu alasan mengapa NTP Jambi secara keseluruhan berada di posisi tinggi di Sumatera. Pada 2025, NTP Jambi rata-rata mencapai 171,45, menempati peringkat ketiga di Sumatera setelah Bengkulu dan provinsi lainnya dengan capaian lebih tinggi.
Tren penguatan berlanjut pada 2026. Pada Juni, BPS mencatat NTP Jambi mencapai 188,77, naik 1,10 persen. Kenaikan tersebut didorong It yang tumbuh 2,10 persen, lebih tinggi dibandingkan Ib yang naik 0,98 persen. Subsektor tanaman perkebunan rakyat pada periode itu juga meningkat 1,20 persen.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa pergerakan harga komoditas perkebunan memiliki pengaruh besar terhadap daya beli petani Jambi.
Namun, tingginya NTP tidak berarti seluruh petani menikmati kondisi yang sama. Pergerakan harga komoditas tetap menjadi faktor penting yang dapat menyebabkan pendapatan petani berubah dari waktu ke waktu.
Karena itu, stabilitas harga dan efisiensi biaya produksi tetap menjadi faktor penting untuk menjaga penguatan ekonomi petani Jambi.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, Nilai Tukar Petani dan Inflasi Perdesaan Provinsi Jambi 2025 serta rilis NTP Juli 2026.
- Penulis: say say
