Inflasi Jambi Juli 2026 Capai 3,25 Persen, Harga Kebutuhan hingga Transportasi Masih Naik
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Foto: Ilustrasi rilis perekonomian bersama provinsi Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Inflasi Provinsi Jambi mencapai 3,25 persen secara tahunan (year on year/y-on-y) pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.
Dalam laporan Perkembangan Indeks Harga Konsumen Provinsi Jambi Juli 2026, BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Jambi naik dari 108,87 pada Juli 2025 menjadi 112,41 pada Juli 2026.
Meski secara tahunan masih terjadi inflasi, secara bulanan kondisi harga justru mengalami penurunan. Jambi mencatat deflasi 0,06 persen secara month to month (m-to-m) pada Juli 2026.
Sementara itu, tingkat inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,73 persen.
BPS mencatat terdapat 10 kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi secara tahunan.
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menjadi yang tertinggi dengan inflasi 6,35 persen. Setelah itu, kelompok Transportasi mencapai 4,73 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 4,42 persen, Makanan, Minuman dan Tembakau 4,24 persen, serta Kesehatan 4,18 persen.
Kelompok lainnya yang ikut mengalami kenaikan adalah Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 3,00 persen; Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 1,51 persen; Pendidikan 1,43 persen; Rekreasi, Olahraga dan Budaya 1,04 persen; serta Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan 0,99 persen.
Satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi secara tahunan adalah Pakaian dan Alas Kaki, yakni sebesar 4,20 persen.
Dari sisi sumbangan terhadap inflasi tahunan, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,34 persen.
Kemudian Transportasi memberikan andil 0,57 persen, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya 0,47 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran 0,41 persen, serta Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga 0,40 persen.
Sejumlah komoditas tercatat dominan memberikan tekanan terhadap inflasi tahunan. Di antaranya emas perhiasan, bensin, cabai merah, nasi dengan lauk, bahan bakar rumah tangga, jeruk, minyak goreng, sigaret kretek mesin, daging ayam ras dan angkutan udara.
Namun, pada periode Juli 2026, beberapa komoditas justru memberikan tekanan deflasi secara bulanan. BPS mencatat bawang merah, cabai merah, angkutan udara, telur ayam ras, emas perhiasan, bayam dan ikan serai termasuk komoditas yang dominan memberikan andil deflasi.
- Penulis: say say
