NTP Jambi Tembus 190,26, Daya Beli Petani Makin Menguat
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

NTP Jambi Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen. Kenaikan menunjukkan daya beli petani semakin menguat di tengah dinamika harga.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Jambi pada Juli 2026 mencapai 190,26, naik 0,79 persen dibandingkan Juni yang berada di level 188,77. NTP merupakan indikator yang membandingkan indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Semakin tinggi nilainya, secara relatif semakin kuat kemampuan atau daya beli petani di wilayah perdesaan.
Kenaikan NTP Jambi pada Juli terutama dipengaruhi peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,91 persen. Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,12 persen.
Artinya, kenaikan harga yang diterima petani dari hasil produksinya masih lebih besar dibandingkan kenaikan harga barang dan jasa yang harus mereka bayar.
BPS mencatat komoditas yang ikut mendorong kenaikan It antara lain karet, kentang, dan kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi Jambi.
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, NTP Jambi bahkan meningkat 13,35 persen. Pada Juli tahun lalu, NTP Jambi tercatat 167,85.
Kinerja positif juga terlihat pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP). Pada Juli 2026, NTUP Jambi mencapai 193,94, meningkat 0,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa dari sisi usaha pertanian, penerimaan petani masih berada dalam posisi yang relatif kuat terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal.
Tren ini melanjutkan penguatan yang sudah terlihat sejak awal 2026. NTP Jambi tercatat 173,36 pada Januari, kemudian 176,42 pada Februari, 178,39 pada Maret, 183,80 pada April, 186,71 pada Mei, dan 188,77 pada Juni. Dengan capaian 190,26, NTP Juli menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.
Sumber: BPS Provinsi Jambi, PRISMA BPS Jambi dan BPS RI.
- Penulis: say say
