Investasi Kota Jambi Tembus Rp 1,32 Triliun, Ekonomi Tumbuh 5,13 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi Foto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kota Jambi menunjukkan tren positif sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke daerah ini mencapai Rp 1,32 triliun. Selain itu, dukungan pembiayaan pembangunan juga tercatat cukup besar, yakni menembus Rp 1,96 triliun. Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Kota Jambi.
“Investasi yang terus tumbuh menunjukkan bahwa Kota Jambi semakin dipercaya sebagai daerah yang layak untuk pengembangan usaha dan penanaman modal,” ujar Maulana.
Masuknya investasi tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi justru meningkat dari 4,88 persen menjadi 5,13 persen pada 2025.
Tak hanya itu, pendapatan per kapita masyarakat juga mengalami kenaikan dari Rp 68,5 juta menjadi Rp 73,6 juta per tahun. Sementara tingkat ketimpangan ekonomi yang tercermin dari indeks gini turun dari 0,395 menjadi 0,339.
Maulana menjelaskan, peningkatan investasi tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur, memperbaiki layanan publik, serta mendorong kemudahan berusaha.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah. Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi pada 2025 mencapai Rp 615,08 miliar atau meningkat 35,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 455,25 miliar.
Seiring itu, total pendapatan APBD Kota Jambi juga meningkat menjadi Rp 2,013 triliun dari sebelumnya Rp 1,765 triliun.
Menurut Maulana, investasi yang masuk tidak hanya mendorong pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang kerja baru dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Hal ini terlihat dari menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen, serta penurunan angka kemiskinan dari 7,73 persen menjadi 7,69 persen.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi berencana memperkuat berbagai program strategis guna menjaga iklim investasi. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur perkotaan, pengendalian banjir, pengembangan kawasan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, sejumlah agenda nasional yang akan digelar di Kota Jambi diharapkan dapat mendorong perputaran ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi investasi daerah kepada investor.
“Kami akan terus membuka ruang kolaborasi dan investasi yang lebih luas agar pertumbuhan ekonomi Kota Jambi semakin kuat, inklusif, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Maulana.
- Penulis: say say
