UMKM Jambi Raup Rp675,87 Juta di KKI 2026, Kopi Tembus Pasar UEA dan Tiongkok
- account_circle -
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Jambi telah berhasil membukukan penjualan hingga Rp675,87 juta di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. (F: ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Jambi sukses mencuri perhatian di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Tak hanya memperluas pasar, UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Jambi juga berhasil membukukan penjualan hingga Rp675,87 juta.
Capaian tersebut diraih selama pelaksanaan KKI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 20–23 Agustus 2026. Nilai penjualan itu meningkat sekitar 28 persen dibandingkan capaian UMKM Jambi pada KKI 2025.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan UMKM daerah.
“Kami akan terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, serta akselerasi digitalisasi sejalan dengan semangat dari Jambi untuk Indonesia,” kata Tedy seperti dilansir Antara, Rabu (26/8/2026)
Sebanyak 12 UMKM binaan BI Jambi ambil bagian dalam KKI 2026. Mereka membawa beragam produk unggulan daerah, mulai dari wastra, busana siap pakai, makanan olahan khas Jambi, kopi, hingga produk kriya.
Menurut Tedy, keikutsertaan dalam KKI tidak sebatas menjadi ajang promosi. Momentum tersebut juga membuka peluang transaksi sekaligus memperluas jejaring bisnis UMKM Jambi ke pasar nasional hingga global.
Bahkan, salah satu UMKM pengolahan kopi asal Jambi berhasil memperoleh Letter of Intent (LoI) melalui business matching ekspor. Calon mitra berasal dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Tiongkok, dengan nilai kontrak kerja sama yang diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.
Tedy menilai capaian tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM Jambi untuk memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
“Ini menjadi peluang bagi UMKM Jambi untuk naik kelas dan semakin mampu bersaing di pasar global,” ujarnya.
Secara nasional, penjualan sementara KKI 2026 hingga hari ketiga tercatat mencapai Rp144,2 miliar, atau melonjak 46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, business matching ekspor secara nasional telah mencapai Rp169,9 miliar. Adapun business matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar.
BI Jambi memastikan penguatan ekosistem UMKM akan terus dilakukan melalui pendampingan, peningkatan kualitas produk, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta pengembangan digitalisasi.
Dengan capaian penjualan ratusan juta rupiah dan peluang kontrak ekspor miliaran rupiah, UMKM Jambi semakin menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional maupun internasional.(*)
Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber.
- Penulis: -
- Editor: Darmanto Zebua
