Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Bukan Cuma Lulusan SMA, Sarjana di Jambi Juga Banyak Menganggur, TPT Capai 5,14 Persen

Bukan Cuma Lulusan SMA, Sarjana di Jambi Juga Banyak Menganggur, TPT Capai 5,14 Persen

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Gelar sarjana ternyata belum menjadi jaminan mudah mendapatkan pekerjaan di Provinsi Jambi. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih ada cukup banyak lulusan perguruan tinggi yang masuk kategori pengangguran.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang dirilis BPS Provinsi Jambi pada 5 Agustus 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan universitas mencapai 5,14 persen.

Angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan TPT lulusan SMA dan SMK. Namun, data ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi belum sepenuhnya menjamin lulusan langsung terserap pasar kerja.

Secara keseluruhan, TPT Provinsi Jambi pada Mei 2026 mencapai 4,10 persen, naik 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026 yang berada di angka 3,99 persen.

Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi justru berasal dari lulusan SMA sebesar 6,93 persen. Berikutnya lulusan SMK 6,54 persen, universitas 5,14 persen, Diploma I/II/III 4,79 persen, SMP 3 persen, serta SD ke bawah 1,72 persen. BPS Jambi dalam data terbaru tersebut belum mempublikasikan TPT berdasarkan jurusan atau program studi perguruan tinggi.

Artinya, belum tersedia data resmi terbaru yang dapat menyebut jurusan ekonomi, hukum, pendidikan, teknik, manajemen atau jurusan lainnya sebagai jurusan dengan tingkat pengangguran paling tinggi di Jambi.

Yang tersedia adalah data berdasarkan jenjang pendidikan. Dari data tersebut, lulusan universitas memiliki TPT 5,14 persen. Angka ini juga lebih tinggi dibandingkan TPT lulusan universitas pada Februari 2026 yang berada di 4,31 persen, atau meningkat 0,83 persen poin. Persoalan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi juga perlu dilihat dari struktur ekonomi Jambi.

Pada Mei 2026, sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, yakni 42,98 persen. Berikutnya perdagangan sebesar 16,16 persen dan industri pengolahan 6,76 persen. Sementara itu, penduduk bekerja dengan pendidikan universitas hanya mencapai 11,36 persen dari total penduduk bekerja.

BACA JUGA : Pengangguran Jambi Naik Jadi 4,10 Persen, Pekerja Informal Makin Dominan

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam mempertemukan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Di sisi lain, pasar kerja Jambi masih didominasi sektor yang membutuhkan tenaga kerja dengan karakteristik dan keterampilan tertentu. BPS juga mencatat jumlah pekerja informal mencapai 1,01 juta orang atau 55,84 persen, sedangkan pekerja formal hanya 800,28 ribu orang atau 44,16 persen.

Data tersebut menjadi sinyal bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan, kompetensi dan memberikan kepastian kerja.

Dengan demikian, memilih jurusan kuliah tidak cukup hanya melihat popularitas. Calon mahasiswa juga perlu mempertimbangkan perkembangan kebutuhan industri, peluang kerja, keterampilan digital, kewirausahaan serta prospek sektor ekonomi di daerah.

Sumber: BPS Provinsi Jambi, Sakernas Mei 2026.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    BMKG: Jambi Diguyur Hujan 21–23 April, Kabut dan Petir Perlu Diwaspadai

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada periode 21–23 April 2026. Selain itu, potensi hujan disertai petir serta kemunculan kabut dan udara kabur juga perlu diwaspadai masyarakat. Berdasarkan data prakiraan cuaca, Selasa (21/4/2026), hujan ringan terjadi hampir merata […]

  • OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

    OJK Tegaskan Penguatan Sistem Dana Pensiun Nasional di Forum OECD Financial Markets Week

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan standar internasional sekaligus mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi peserta serta menjaga stabilitas sektor keuangan. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam rangkaian kegiatan OECD Financial Markets Week yang […]

  • Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Biaya AI Tekan Saham Teknologi Global

    Bursa Asia Melemah, Kekhawatiran Biaya AI Tekan Saham Teknologi Global

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis (5/2/2026) seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap lonjakan biaya investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membebani sektor teknologi global. Tekanan terjadi di tengah aksi jual saham teknologi dunia, meski kontrak berjangka Wall Street mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan berkat penguatan saham produsen chip. Indeks MSCI Asia Pasifik […]

  • PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    PT Matahari Department Store Tbk Bagi Dividen Rp 250 per Saham

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 250 per saham kepada pemegang saham. Berdasarkan pengumuman resmi, tanggal terakhir perdagangan saham yang memuat hak dividen (cum date) di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 April 2026. Artinya, investor yang ingin memperoleh dividen harus memiliki saham LPPF hingga akhir […]

  • Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

    Mulai 2026, Ditjen Pajak Bisa Akses Data E-Wallet hingga Aset Kripto

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memperluas basis pengawasan perpajakan di sektor ekonomi digital. Mulai tahun ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) berwenang mengakses data keuangan yang dikelola penyedia jasa pembayaran (PJP), termasuk e-wallet hingga aset kripto. Kebijakan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 108 Tahun 2025, yang menetapkan PJP baik bank maupun lembaga nonbank sebagai Lembaga […]

  • Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    Rupiah Akhirnya Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya tembus ke level paling lemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan, Senin (30/3/ 2026) sore. Berdasarkan data dari Antara, rupiah ditutup ke level Rp17.002 per dolar AS. Mata uang Indonesia ini melemah 22 poin atau 0,13 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/3/2026) yang berada di level Rp 16.980 per dolar […]

expand_less