Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Berbalik Arah! Baru Sehari Menguat, Kini Loyo ke Rp17.841

Rupiah Berbalik Arah! Baru Sehari Menguat, Kini Loyo ke Rp17.841

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan. Setelah sempat menguat pada penutupan sebelumnya, mata uang Indonesia berbalik melemah saat mengawali perdagangan Selasa (18/8/2026).

Mengutip Antara, rupiah dibuka melemah sebesar 43 poin atau 0,24 persen ke level Rp17.841 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini sekaligus mengakhiri tren penguatan yang terjadi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level Rp17.798 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS Indeks dolar AS terpantau melemah 0,06% ke posisi 99,581 dan bergerak dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat.

Merujuk data Refinitiv, dari 10 mata uang Asia yang dipantau, sebanyak tujuh mata uang melemah terhadap dolar AS. Sementara tiga lainnya berhasil menguat.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam di Asia pagi ini. Won menguat 0,33 persen ke posisi KRW 1.410,9 per dolar AS.

Ringgit Malaysia menyusul dengan kenaikan 0,27 persen ke posisi MYR 4,049 per dolar AS. Dolar Taiwan juga bergerak positif dengan penguatan 0,24 persen ke TWD 31,78 per dolar AS.

Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang dengan tekanan terdalam di Asia. Peso melemah 0,19 persen ke posisi PHP 61,586 per dolar AS. Rupiah juga masuk dalam daftar yang melemah dari greenback.

Baht Thailand turun 0,09 persen ke THB 33,04 per dolar AS, disusul yuan China yang melemah 0,06 persen ke CNY 6,743 per dolar AS.

Yen Jepang dan dong Vietnam sama-sama melemah 0,04 persen, masing-masing ke posisi JPY 159,5 per dolar AS dan VND 26.211 per dolar AS. Dolar Singapura juga terkoreksi tipis 0,03 persen.(*)

 

 

Catatan Redaksi: Seluruh informasi merupakan hasil penghimpunan data dari berbagai sumber dan narasumber.

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga Logam yang sebelumnya tercatat sebagai pemegang saham minoritas di PT Steadfast Marine Tbk. (KPAL), kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kapal Listrik Indonesia. Pengambilalihan saham tersebut dilakukan oleh Suhanna Logam, Rayton Samuel Logam, dan Regan Stepanus Logam. Berdasarkan pengumuman pada Kamis (9/10/2025), ketiganya telah merampungkan aksi korporasi tersebut pada Agustus […]

  • 5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    5 Sate Favorit Pejabat Indonesia, dari Jokowi Sampai SBY Doyan Sate Empuk nan Gurih

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Siapa sangka, di balik kesibukan para pejabat tinggi negara, mereka juga punya menu kuliner sederhana yang selalu menggoda: sate. Olahan daging bakar yang disiram bumbu kacang atau kecap ini ternyata jadi favorit banyak tokoh penting Tanah Air. Dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masing-masing punya tempat langganan sate andalan. […]

  • Kemarau Melanda, Debit Air Baku di Sungai Penuh Turun 40 Persen, Distribusi Pelanggan Dibatasi

    Kemarau Melanda, Debit Air Baku di Sungai Penuh Turun 40 Persen, Distribusi Pelanggan Dibatasi

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Kota Sungai Penuh, Jambi. Debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Khayangan di Desa Pelayang Raya turun hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal. Penurunan debit air tersebut berdampak langsung terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan di sejumlah wilayah Kota […]

  • Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Usia 10-20 Tahun Tembus Rp3.864,36 per Kg

    Harga Sawit Jambi Naik Lagi, TBS Usia 10-20 Tahun Tembus Rp3.864,36 per Kg

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit produksi petani di Provinsi Jambi kembali mengalami kenaikan pada periode 17–23 Juli 2026. Kenaikan terjadi pada kelompok umur tanaman 10–20 tahun, yang menjadi acuan utama transaksi sawit petani. Berdasarkan hasil penetapan tim penetapan harga TBS Provinsi Jambi, harga sawit umur 10–20 tahun naik Rp7,47 per kilogram […]

  • Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    Sengketa Lahan 16 Ha Tanjung Bunga Memanas: GMTD Vs Hadji Kalla Saling Klaim Kepemilikan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sengketa kepemilikan lahan seluas 16 hektare di kawasan Tanjung Bunga, Makassar, kembali memanas setelah PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD), afiliasi Grup Lippo, dan PT Hadji Kalla sama-sama menyatakan sebagai pemilik sah atas area tersebut. Presiden Direktur GMTD, Ali Said, menegaskan bahwa dasar hukum kawasan Tanjung Bunga telah ditetapkan melalui sejumlah dokumen […]

  • Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    Setoran Freeport ke Kas Negara Terselamatkan Naiknya Harga Emas-Tembaga

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadapi penurunan signifikan pada produksi tembaga dan emas sepanjang 2025 akibat dua insiden besar di fasilitas smelter Gresik dan tambang Grasberg Block Cave. Meski demikian, setoran kepada negara diperkirakan tetap meningkat seiring lonjakan harga emas dan tembaga di pasar global. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan volume penjualan tembaga […]

expand_less